Galakkan Budaya Baca Dengan Wisata Buku

KANAL24 -2019-10-01, 18:00:00 WIB 507 kali

safari wisata buku di banyuwangi (humasbanyuwangi)

KANAL24, Bnayuwangi - Di era derasnya arus teknologi informasi seperti saat ini, butuh langkah out of the box untuk membuat generasi milenial gembar membaca buku atau berkunjung ke perpustakaan. Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mencetuskan agar perpustakaan bisa didirikan di tempat-tempat wisata. 
Anas mengatakan anak-muda saat ini tidak bisa dilepaskan dari ketergantungannya pada media telepon seluler yang terkoneksi internet. Hal ini tidak bisa dihindari, tapi justru stake holder terkait harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi.


“Sekarang eranya sudah berubah, anak-anak maunya baca di handphone, maka digitalisasi buku menjadi salah satu cara. Tapi ini belum cukup, perlu langkah yang out of the box agar perpustakaan mampu menarik perhatian pembaca mudanya,” ujar Bupati Anas, dalam Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca, di Pendopo Banyuwangi, kerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Senin (30/9/2019). 
Sebagaimana dilansir dari humas Pemkab, Anas mengusulkan  agar perpustakaan bisa dibangun di pusat-pusat wisata. Karena saat ini travelling menjadi salah satu kebutuhan utama kaum milenial. 


“Jadi bukan hanya buku-bukunya saja yang baru tapi tempat membacanya juga baru. Bisa dibranding image berwisata sambil membaca buku. Ini kan cukup keren, karena kalau perpustaakan di tengah kota itu sudah biasa meskipun tetap penting juga keberadaannya,” terangnya.
Anas mengatakan meningkatkan minat baca pada generasi muda, menjadi agenda penting di tengah gempuran teknologi informasi yang terus berkembang.
“Tingkat literasi negara kita termasuk rendah dibandingkan negara tetangga seperti Singapura atau Malaysia. Ini bukan hanya pekerjaan rumah bagi pemerintah pusat ataupun daerah, tapi butuh keterlibatan semua pihak untuk menumbuhkan minat baca anak,” kata Anas. 


Anas juga mendorong perpustakaan nasional bisa menerbitkan buku-buku berbasis potensi lokal yang bisa menjadi referensi internasional. Misalnya Banyuwangi yang memiliki potensi budaya dan alam begitu kaya, mulai situs geopark nasional hingga cagar biosfer dunia.
“Ini akan menarik riset internasional datang ke daerah juga membuat sebuah daerah semakin dikenal. Dengan demikian perpustakaan ikut berkontribusi pada kemajuan daerah lewat buku yang diterbitkan,” tambah Anas.


Kepala Bidang Perpustakaan Umum dan Khusus Perpustakaan Nasional, Nurhadi Saputra, menyambut baik masukan yang disampaikan oleh Bupati Anas. Saat ini Perpustakaan Nasional juga telah memiliki aplikasi perputakaan digital Ipusnas yang bisa diakses secara gratis.
“Terima kasih atas informasi dan wawasan yang diberikan. Ini akan menjadi masukan yang berharga bagi kami,” kata Nurhadi.
Nurhadi juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemkab Banyuwangi yang telah mendukung program pengembangan perpustakaan gerakan gemar membaca dan peningkatan SDM. 


“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat lebih dekat dengan buku. Menjadikan perpustakaan sebagai sahabat terbaik sekaligus sebagai pusat sumber belajar dan berkegiatan di masyarakat,” ujarnya.
Safari Gemar Membaca ini dihadiri bebagai elemen masyarakat seperti pegiat literasi, perwakilan pustakawan desa, budayawan, tokoh masyarakat, penggerak PKK hingga para guru sekolah. (sdk)

kanal24.co.id banyuwangi wisata buku
Popular

KANAL24 - 2019-07-29 4284 kali

Jangan Bawa Mitos ke Tanah Suci

KANAL24 - 2019-07-30 3754 kali

Merebut Kemuliaan di Masjidil Haram

KANAL24 - 2019-07-26 3271 kali

4.308 Pendaftar Vokasi Jalani Tes Masuk UB

KANAL24 - 2019-07-26 3177 kali

Jamaah Haji Perlu Jaga Diri

KANAL24 - 2019-07-28 2741 kali

Jadilah Tamu yang Baik

KANAL24 - 2019-07-27 2698 kali

Meraih Imbalan Surga