Industri Nanas Terintegrasi Dari Lampung

KANAL24 -2020-05-21, 16:00:00 WIB 67 kali

Proses pengalengan nanas di GGP (web PT GGP)

PT. Great Giant Pineapple (GGP) adalah perusahaan pengalengan nanas terbesar ketiga di dunia. Hal ini berdasarkan penuturan Jane Fransisca, Direktur Pengelola FA & Pengembangan Bisnis GGP bahwa GGP telah menerapkan integrated farming yang langsung mengintegrasikan perkebunan dan produksi kalengnya. Pabrik pengolahan dan perkebunannya berdekatan. GGP telah berdiri sejak tahun 1978. Tepatnya perkebunan nanas GGP terletah di Terbanggi Besar Km 77 Lampung Tengah. 


Pada website resminya greatgiantpineapple.com, ada lebih dari 75.000 hektar lahan pertanian utama yang digunakan untuk penanaman nanas varietas smooth cayenne. Setiap penanaman nanas iu membutuhkan siklus sekitar 36 bulan. Kapasitas panennya perhari sekitar 15 hektar dengan hasilnya 70 ton per hektar. 
Setelah nanas dipetik, kemudian disortir dan grading lalu diangkut dan diproses ke pabrik tanpa ada penundaan. 


Rata-rata nanas tidak berada di tempat penampungan selama lebih dari 3 jam, klaim yang tidak bisa dibuat oleh produsen nanas lainnya. Seluruh proses mulai dari memegang nampan hingga sterilisasi hanya membutuhkan waktu 1 jam agar kualitas buah tetap yang terbaik dan mempertahankan kesegarannya melalui pengalengan. 


Produk yang dikeluarkan GGP berupa nanas kaleng, jus nanas, nanas segar, dan ada juga makanan nanas untuk pakan ternak.  Produk-produk GGP sudah diekspor di hampir 60 negara. Soal kualitas produk, sudah banyak sertifikat yang didapatkan, misalnya ISO 14000, SA 8000, dan sertifikat lainnya.


GGP juga sangat mengedepankan konsep zerowaste dalam pengelolaan pabriknya. Dengan konsep RRR, Reducing, Reusing, and Recycling wastes,tidak ada yang terbuang sia-sia. Nanas dengan kualitas baik akan dikemas dan diproses, kulitnya diolah menjadi pakan ternak, kotoran sapi digunakan untuk biogas yang akan dimanfaatkan juga pada perkebunannya.

Produk nanas PT. GGP (blog agribisnis)


Kampanye green revolution yang terus digalakkan dan dipraktikkan akan terus menjaga eksistensi GGP untuk menghasilkan produk-produk unggulan dan kelestarian alam tetap terjaga. Air, tanah, udara di sekitar dikelola dengan baik di sana. GGP adalah satu-satunya perusahaan di Indonesia yang menggunakan spesifikasi yang melebihi standar industri internasional, seperti yang disaksikan oleh udara bersih dari cerobong asap. Tanaman bambu juga ditanam di sekeliling sistem irigasi karena bambu sangat efektif untuk mengurangi greenhouse effect dan dapat menyerap lebih banyak karbon. 


Menurut penjelasan Jane Fransisca, GGP mengadopsi teknologi terkini yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari setiap proses yang dilakukan, seperti pertanian presisi misalnya penggunaan drone dan Internet of Think, e-grower dengan petani mitra. Proses yang dilalui mulai dari penanaman, pemanenan, hingga pemrosesan di dalam pabrik dikelola secara terintegrasi. Ia mengatakan GGP bukan hanya memproduksi nanas kaleng, tapi juga ada tanaman lain, seperti pisang dan jambu biji Kristal. Ada beberapa anak perusahaan lainnya, seperti Great Giant Livestock (GGL) ini sebagai pengelola peternakan sapi yang makananya berasal dari sisa kulit nanas. 

Baca juga:

Dibalik Kesegaran Buah Sunpride


Ada Sewu Segar Nusantara, yang mendistribusikan buah segar dengan merk Sunpride, ini yang kemarin kita bahas. Lalu ada Sewu Segar Primatama yang memproduksi jus merek Rejuve. 
Visi GGP di tahun 2030 menjadi global leader dalam komoditas nanas dan untuk memperluas jangkauan produk kepada pelangga. GGP berkomitmen untuk pertumbuhan yang berkelanjutan (secara ekonomi dan lingkungan) dan akan terus memperkuat pengiriman produk dan layanan yang berkualitas kepada pelanggannya.


Going green is a process, not a one-time project. Indonesia punya lo perusahaan besar sekelas Dole dan Del Monte. Maka dari itu pertanian Indonesia harus terus maju. Bangga dengan pertanian Indonesia!


Penulis : Martina Mulia Dewi Mahasiswa Prodi Agribisnis FP UB

kanal24.co.id FP UB Martina Mulia Dewi