Ini Dia Keahlian Yang Tidak Terdisrupsi Menurut Sri Mulyani

KANAL24 -2019-10-03, 12:00:00 WIB 26 kali

Sri Mulyani dalam orasi ilmiah di Universitas Asyiyah Yogyakarta (kemenkeu)

KANAL24, Yogyakarta - Di era revolusi industri 4.0, banyak pekerjaan manusia yang akan digantikan oleh robot atau kecerdasan buatan. Penelitian menunjukkan pekerjaan yang bersifat pengulangan dan menghafal telah mulai tergerus oleh perkembangan teknologi otomatisasi, robot, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence). 

Namun demikian, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengindikasikan terdapat beberapa keterampilan manusia yang tidak mudah digantikan oleh mesin, misalnya empati, kreativitas, dan keahlian analitis atas masalah yang bersifat kompleks. Oleh karena itu, agar menjadi sumber daya manusia (SDM) unggul di era teknologi saat ini, individu perlu mengasah kemampuan tersebut dengan terus memanfaatkan perkembangan teknologi.

Hal ini disampaikan Menkeu pada acara Milad Universitas Aisyiyah (UNISA) dengan tema "Mendidik Generasi Unggul Cendekia untuk Kemandirian Ekonomi Bangsa" di Gedung B, UNISA Yogyakarta, Rabu (02/10/2019).

“Teknologi (industri 4.0) bisa men-disrupt atau merusak atau menghancurkan lapangan kerja yang selama ini dilakukan oleh manusia. Lapangan kerja yang bersifat manual, repetitif sangat mudah diganti oleh robot dan terkena dampak otomatisasi,” tegas Menkeu di depan para mahasiswa UNISA, mengingatkan efek perkembangan teknologi.

Pendekatan pendidikan yang hanya memfokuskan pada pengembangan IQ (intelligence quotient) anak didik saja tanpa mengasah kemampuan EI (emotional intelligence) tidak lagi relevan saat ini dan di masa depan.

“Ilmu yang sifatnya memorizing, menghafal akan sangat mudah digantikan oleh artificial intelligence. Sekarang ini robot IQ-nya mudah mencapai 700 bahkan sekarang sudah 70.000. (Sedangkan) Orang dengan IQ 150 sudah dianggap jenius,” tambahnya. Jadi, jika harus berkompetisi dengan robot dari sisi IQ, maka kemungkinan manusia akan dikalahkan.

Lebih lanjut seperti dilansir dari laman kemenkeu.go.id , Menkeu menegaskan agar generasi muda mengasah keahlian yang tidak hanya bersifat kognitif tetapi juga mengasah kepekaan, rasa, dan kreativitas. Individu dengan menggabungkan segala keahlian tersebut, diharapkan dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang kompleks dan rumit yang memerlukan penanganan tidak hanya mengandalkan kecerdasan tetapi juga empati dan inovasi.

“Kita harus mampu mendidik manusia yang tidak hanya memorizing, melakukan manual work, tetapi yang mampu melakukan analytical work, kreativitas, suatu komplek problem solving. Itu hanya bisa dilakukan oleh manusia melalui interaksi otak dan hati. Robot bisa menggantikan (kecerdasan) otak kita tapi dia tidak bisa meng-create hati,” pungkas Menkeu.   
 
Menkeu menyarankan agar UNISA dapat mendesain kurikulum yang sesuai perkembangan jaman. Ilmu dan keahlian yang akan bersifat jangka panjang (long lasting) perlu diidentifikasi, dipertahankan dan ditingkatkan dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang secara cepat. (sdk)

kanal24.co.id sri mulyani unisa era 4.0
Popular

KANAL24 - 2019-07-29 4284 kali

Jangan Bawa Mitos ke Tanah Suci

KANAL24 - 2019-07-30 3754 kali

Merebut Kemuliaan di Masjidil Haram

KANAL24 - 2019-07-26 3271 kali

4.308 Pendaftar Vokasi Jalani Tes Masuk UB

KANAL24 - 2019-07-26 3177 kali

Jamaah Haji Perlu Jaga Diri

KANAL24 - 2019-07-28 2741 kali

Jadilah Tamu yang Baik

KANAL24 - 2019-07-27 2698 kali

Meraih Imbalan Surga