Kenali Adat Papua Satgas Yonif R 509 Hadiri Pernikahan Warga

KANAL24 -2019-09-03, 16:00:00 WIB 45 kali

anggota satgas raider 509 ikut menghadiri pernikahan warga distrik web papua (tniad.mil.id)

KANAL24, Jayapura - Acara menghadiri pernikahan adat warga di Distrik Web, tidak hanya mempererat silturahmi, namun juga untuk memahami budaya Papua.
 
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif Raider 509/Kostrad, Letkol Inf Wira Muharromah, S.H.,Psc.,dalam rilis tertulisnya di Jayapura, Papua, Minggu (1/9/2019).
 
Dikutip dari laman tniad.mil.id, kehadiran Satgas pada Sabtu (31/8) untuk mengikuti prosesi perkawinan antara Bonifasius Tuu dengan Helena Nafania yang dilaksanakan di Kampung Umuaf, Distrik Web.
 
“Inilah wujud silaturahmi kita dalam menghargai sekaligus menghormati kearifan lokal dan budaya masyarakat di wilayah perbatasan,” ujarnya.
 
Lebih lanjut dikatakan, prosesi perkawinan secara adat dilangsungkan dengan masing-masing keluarga besar berkumpul di rumah calon pengantin pria maupun wanita, dengan menyiapkan harta/bahan makanan yang akan ditukar satu sama lain.
 
“Kehadiran Satgas merupakan wujud kebersamaan antara personel dengan warga dalam kehidupan sosial budaya masyarakat di daerah perbatasan,” jelasnya.
 
Di tempat terpisah, Danpos Ubrub, Lettu Inf Katrup, mengatakan bahwa kehadiran Satgas untuk memenuhi undangan dari pihak keluarga pengantin.
“Kami bangga, dengan undangan seperti ini warga sudah menjadikan Satgas sebagai bagian dari mereka,” terangnya.
 
Dalam prosesi ini jelasnya, kedua keluarga mempelai melakukan pertukaran harta/bahan makanan dimulai dari rumah mempelai laki-laki yang akan keluar dari rumah berjalan menuju rumah mempelai wanita.
 
“Sementara keluarga wanita hanya menunggu keluarga pria di rumah yang telah disiapkan. Disini ada beberapa pantangan yang harus ditaati diantaranya selama perjalanan tidak boleh putus barisanya, tidak boleh menoleh ke belakang dan rumah warga yang dilewati wajib ditutup,” urainya.
 
Adapun Darius Debem, tokoh adat menjelaskan bahwa proses perkawinan ini sudah berjalan sejak dari nenek moyang dan ini harus ditaati secara adat.
 
“Begitu juga dengan pihak yang telah kawin secara adat tidak diperbolehkan cerai karena sanksinya sangat berat dan pihak yang menggugat cerai harus memikul beban mengembalikan harta adat tersebut sendirian tanpa dibantu oleh keluarga yang lain,” sahutnya.
 
Ia juga menjelaskan bahwa aturan adat yang berlaku di daerah tersebut dilarang kawin dalam satu marga, untuk itu bagi calon pengantin harus memiliki silsilah marga yang jelas.


Dirinya mengapresiasi atas kehadiran Satgas ikut menyaksikan prosesi perkawinan warganya.
 
“Terima kasih Bapak Satgas atas kehadirannya, semoga kedekatan seperti terus terjalin dengan baik,” pungkasnya. (sdk)

kanal24.co.id tni ad raider 509 adat papua
Popular

KANAL24 - 2019-07-29 4284 kali

Jangan Bawa Mitos ke Tanah Suci

KANAL24 - 2019-07-30 3754 kali

Merebut Kemuliaan di Masjidil Haram

KANAL24 - 2019-07-26 3271 kali

4.308 Pendaftar Vokasi Jalani Tes Masuk UB

KANAL24 - 2019-07-26 3177 kali

Jamaah Haji Perlu Jaga Diri

KANAL24 - 2019-07-28 2741 kali

Jadilah Tamu yang Baik

KANAL24 - 2019-07-27 2698 kali

Meraih Imbalan Surga