Lampu Kuning untuk Publik akan Bahayanya Populisme Politik Identitas jelang Pemilu

KANAL24 -2019-04-01, 18:17:00 WIB 60 kali

Suasana Diskusi publik dan Peluncuran Buku Populisme

KANAL24, Malang -Diskusi publik dan peluncuran buku Populisme, Politik Identitas, dan Dinamika Elektoral menghadirkan 4 pembahas yaitu Direktur Jawa Pos Radar Malang, Kurniawan Muhammad M.IP, Pakar Komunikasi Politik UB, Anang Sujoko, D.COMM, Penulis Akademisi dan Direktur Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, Ph.d, dan Pakar Hukum Tata Negara UM Dr. Didik Sukriono, SH., M.hum

Mengulik populisme yang mulai berkembang khususnya pada momentum yang dekat saat ini yaitu pilpres 2019. Topik yang selama 5 tahun terakhir yang mengharu birukan dinamika politik indonesia pada hari ini Senin (1/4) diselenggarakan di Auditorium Nuswantara FISIP UB.

Ulasan pertama diskusi ini dimulai dengan panjabaran buku karya Burhanuddin Muhtadi, Ph.D. Buku yang ia tulis adalah percikan gagasan yang mengurai tiga pokok isu sentral dalam dinamika demokrasi prosedural di Indonesia yakni politik identitas, politik populisme dan geliat politik elektoral. Buku ini juga mendedah bagaimanan dinamika elektoral yang terjadi di indonesia sejak 2014 hingga saat ini. Secara mendalam namun ringan diulas pula koalisi transaksional dan kutukan sistem presidensial, rekonsolidasi politik jokowi, ideologi partai , oportunisme elit. dan perilaku pemilih serta, geliat perilaku partai dan episentrum korupsi di indonesia.

Populisme politik sendiri hampir sepenuhnya muncul dan berkembang hingga di negara-negara demokrasi. Fenomena populisme politik nyaris tidak muncul di negara otoriter yang tidak memberikan ruang bagi wacana, konsep dan gerakan anti kemapanan, yang mengancam 'status quo' kekuasaan rejim otoriter. Begitu juga di Indonesia, populisme politik identitas (islam) muncul belakangan ini berkat demokrasi sejak 1999.

Istilah populisme politik identitas islam lazimnya digunakan untuk melihat fenomena politik islam sejak terjadinya sejumlah aksi massa kalangan muslim indonesia pada akhir 2016 dan awal 2017 terkait dengan pilkada dki jakarta.

"Buku ini merangkum dua topik utama yang mewarnai dinamika elektoral selama beberapa tahun terakhir, yaitu populisme dan politik identitas dimana kedua topik ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena populisme yang marak di dunia termasuk juga di Indonesia selalu memanfaatkan politik identitas." papar penulis

Penulis sendiri mengatakan bahwa dengan terbitnya buku ini merupakan lampu kuning untuk publik agar aktor politik dan masyarakat sadar betapa bahayanya populisme politik identitas, karena ketika publik dilayani dengan politik identitas maka yang terjadi hilangnya rasionalitas publik dan publik gidak lagi mengedepankan pentingnya rekam jejak sekaligus tawaran kebijakan yang disodorkan calon pejabat publik entah itu calon presiden atau calon legislatif.(khe)

diskusipublik fisipUB
Popular

KANAL24 - 2019-07-29 4088 kali

Jangan Bawa Mitos ke Tanah Suci

KANAL24 - 2019-07-30 3600 kali

Merebut Kemuliaan di Masjidil Haram

KANAL24 - 2019-07-26 3035 kali

Jamaah Haji Perlu Jaga Diri

KANAL24 - 2019-07-26 2906 kali

4.308 Pendaftar Vokasi Jalani Tes Masuk UB

KANAL24 - 2019-07-28 2613 kali

Jadilah Tamu yang Baik

KANAL24 - 2019-07-27 2579 kali

Meraih Imbalan Surga