Pahami Kebutuhan Customer, Kunci Sukses Bisnis

KANAL24 -2020-03-15, 10:00:00 WIB 313 kali

Siti Hajnia dari Saboten Shokudo berbagi tips di FT UB (mega kanal24)

KANAL24, Malang - Anda ingin membuka suatu bisnis namun belum tahu harus memulai dari mana? simak tipsnya dari owner restoran Jepang di Kota Malang, Saboten Shokudo, Siti Hajnia. Tips ini ia bagikan saat menjadi pembicara pada seminar “Build and Develop Food and Beverage Business” di Fakultas Teknik UB, jumat (13/3/2020).

Sebelum memulai suatu bisnis, terlebih dahulu pahami kebutuhan customer. Kebanyakan yang sering terjadi adalah pengusaha idealis yang membuka bisnis sesuai keinginannya bukan sesuai keinginan customer. 

Untuk riset kebutuhan tersebut bisa melalui kuisioner, melihat langsung lapangan, atau bisa meminta data ke online food. 

“Bisa minta data seputar top ten atau top fivenya menu yang sering di go food apa saja, dari situ kan juga bisa jadi data akurat yang oke. Daripada beresiko membuka usaha anti mainstream, lebih baik membuka usaha yang pasti banyak pembelinya tentunya dengan kreasi konsep baru. Tidak ada salahnya untuk membuka bisnis yang idealis atau anti mainstream, namun harus disadari proses edukasi membutuhkan uang dan tenaga yang banyak, kalau sekiranya modalnya pas-pas an mending jangan ambil resiko,” jelas Siti.

Setelah tau produk yang akan dijual sesuai dengan harapan konsumen, tahapan selanjutnya yaitu mengkreasikan produk dengan syarat harus enak kalau untuk bisnis makanan. Rasa enak dari suatu makanan yang dijual sudah menjadi kewajiban yang harus dipenuhi di era sekarang. Setelah itu, baru mencari keunggulan-keunggulan lain yang memang belum dimiliki kompetitor dan menjadi khas suatu tempat usaha.

Persoalan yang klise yaitu modal, dianggap oleh pengusaha wanita ini sebagai faktor nomor sekian alias bukan faktor utama. Adapun faktor utama dalam membuka usaha adalah ide usaha yang terealisasi dan juga value dari usaha tersebut. Seorang pengusaha harus tahu bisnisnya mau dibawa kemana.

Sedangkan, untuk mempertahankan bisnis, kuncinya ada di tangan owner. Owner harus memiliki sifat open minded dan terus ingin belajar, karena perlu diketahui bahwa bisnis bersifat dinamis.

“Walaupun punya tim yang bagus tapi kalau ownernya tidak mau mendengarkan saran dari timnya, akhirnya juga tidak akan berkembang. Selain itu, baik pengusaha maupun yang lain harus memiliki mindset berintegritas, problem solving, fokus, dan pantang menyerah. Hal ini, dapat membantu baik dalam usaha maupun di pekerjaan lain,” pungkasnya.(meg)

kanal24.co.id FT UB Saboten Shokudo Siti Hajnia