Semen Indonesia Ajak BTN Pulihkan Sektor Properti

KANAL24 -2020-07-31, 15:00:00 WIB 58 kali

Ilustrasi sektor properti (house estate)

KANAL24, Jakarta - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) memutuskan untuk menggandeng PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) untuk bekerjasama dalam upaya percepatan pemulihan sektor perumahan. Kerjasana ini sejalan dengan arahan Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, agar tercipta kolaborasi BUMN yang mampu mengakselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).


Menurut Ditektur Utama SMGR, Hendi Prio Santoso, melalui kerjasama ini perseroan dengan brand SIG ini akan menyediakan solusi teknologi konstruksi melalui One-Day-One-Home (Dynahome) sebagai solusi pembangunan rumah dengan metode cetak di tempat. Penerapa metode ini bisa mempercepat proses pekerjaan dinding rumah berkualitas secara massal dalam kurun satu hari.


"Teknologi konstruksi Dynahome dapat memberikan solusi terhadap tantangan yang dihadapi oleh  stakeholders  dalam pemenuhan kebutuhan perumahan di Indonesia. Tantangan bagi developer, yaitu lamanya proses konstruksi rumah yang menghambat waktu akuisisi kustomer," kata Hendi dalam siaran pers SMGR, Jakarta, Kamis (30/7/2020).


Sementara itu, kata dia, tantangan bagi kontraktor adalah periode konstruksi yang memakan waktu lama bisa mempengaruhi pemanfaatan kredit modal kerja, akurasi perencanaan dan realisasi terhadap proses konstruksi. "Sedangkan tantangan bagi pemilik rumah, terkait kualitas rumah layak huni serta lamanya waktu menunggu rumah sampai terbangun," imbuhnya.


Hendi menjelaskan, Dynahome bisa membantu para pemangku kepentingan untuk menjawab tantangan kebutuhan rumah. Waktu pengerjaan konstruksi dinding, kolom dan atap bisa dilakukan dalam satu hari, sehingga bisa memangkas proses keseluruhan pembangunan dan memungkinkan untuk pelaksanaan serah-terima rumah hanya dalam tujuh hari.


Dia menambahkan, teknologi Dynahome dapat menyelesaikan pekerjaan pembangunan rumah tiga kali lebih banyak atau sebanyak 336 unit dalam waktu 90 hari, dibandingkan dengan memanfaatkan metode konvensional.


Sebelumnya, Suahasil menyampaikan kolaborasi entitas keuangan dan perumahan akan mampu mengakselerasi program PEN, lantaran kedua sektor ini memiliki daya ungkit yang besar untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Dia menyebutkan, program PEN merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk memitigasi dampak pandemi Covid-19.


"Sektor perumahan perlu melakukan terobosan dan instrumen baru, karena sektor ini mempunyai  multiplier effect  ke 170 industri lainnya. Kami mengharapkan upaya tersebut dapat meningkatkan permintaan dari sektor lain, sehingga bisa mendorong pemulihan ekonomi," katanya dalam webinar bertajuk "Sinergi untuk Percepatan Pemulihan Sektor Perumahan" di Jakarta, kemarin.


Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BBTN, Pahala N Mansury mengatakan bahwa BBTN merupakan lembaga perbankan yang berada dalam ekosistem perumahan dan akan mendukung upaya percepatan pemulihan sektor perumahan.


"Penyaluran kredit Bank BTN akan memberikan dampak positif bagi perekonomian dalam jangka panjang dan diyakini bisa memberikan  multiplier effect  terhadap industri lain," ucap Pahala. (sdk)

kanal24.co.id BTN Semen Indonesia Sektor Properti