Survei: Di Asia, UKM Indonesia Paling Percaya Diri di saat Covid19

KANAL24 -2020-07-27, 12:00:00 WIB 79 kali

UKM Indonesia optimis di saat tekanan Covid19 (sidik kanal24)

KANAL24, Malang - Meskipun peningkatan kasus infeksi virus korona masih terus bertambah, usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia terbilang paling percaya diri dengan kemampuan mereka untuk bertahan hidup dan berkembang setelah pandemi Covid-19. Studi yang dilakukan perusahaan teknologi komputer HP menunjukkan optimisme UKM Indonesia, Vietnam, dan Thailand dalam menghadapi pandemi virus korona, lebih baik dibanding negara-negara lainnya.


Sebaliknya dengan anggota Asean lainnya. UKM Singapura terhitung kurang kurang optimis, dengan hanya sekitar setengah dari responden mengekspektasikan akan mampu bertahan menghadapi gejolak Covid-19.


Dilansir dari laman The Business Times melaporkan, pada Juni lalu, perusahaan teknologi HP mensurvei 1.600 UKM di delapan negara di Asia, yaitu empat anggota Asean, serta Australia, India, Jepang, dan Korea Selatan - dengan 200 responden per negara.


"Secara keseluruhan, 60 persen responden meyakini akan selamat setelah wabah Covid-19, dan 53 persen yakin akan berkembang. Indonesia memiliki proporsi tertinggi, dengan 72 persen responden meyakini akan mampu berkembang setelah melalui badai Covid-19," tulis Business Times, Sabtu (25/7/2020) pekan lalu.


Indonesia bersama Thailand juga menjadi bagian terbesar dari responden - lebih dari sepertiga - yang menilai bahwa adopsi digital sebagai langkah "esensial" bagi keberhasilan UKM, bersama India.
Sebaliknya, hanya 19 persen responden di Singapura dan 13 persen di Vietnam melihat adopsi digital sebagai langkah "esensial", dengan bagian terbesar melihatnya sebagai "sangat penting" atau "penting".
Indonesia juga memiliki proporsi terbesar responden perusahaan - 59 persen - yang melaporkan memiliki individu atau tim yang berdedikasi dan bertanggung jawab atas inovasi, dibandingkan dengan rata-rata regional yang hanya sebesar 39 persen.


HP mencatat bahwa 31 persen responden berusaha mendapatkan masukan tentang inovasi dari lembaga keuangan, dengan hanya 19 persen yang berusaha mendapatkannya dari perusahaan teknologi. "Ini terlepas dari kenyataan bahwa perusahaan IT yang baik menawarkan pengetahuan, dukungan teknis, dan layanan untuk membantu bisnis mendorong inovasi melalui digitalisasi," ungkap laporan itu.(sdk)

kanal24.co.id Ukm indonesia UKM di saat Covid19