TOLERANSI TELORASIN

KANAL24 -2019-10-02, 16:30:00 WIB 200 kali

Akhmad Muwafik Saleh

Ummat islam adalah sebagai ummat terbaik dengan wibawa tinggi pada awal sejarahnya. Kewibawaan ummat islam disebabkan dua hal yaitu karena ummat ini telah membawa nama besar islam dan ide islam yang agung dan mulia, kedua karena ummat ini sebagai ummat muhammad yang dimuliakan oleh Allah dengan berbagai banyak kemuliaan dibandingkan ummat ummat lainnya.

Kemuliaan ummat ini semakin sempurna karena lebih dari 1000 tahun mampu menunjukkan kewibawaannya sebagai perubah dan pusat sejarah dunia. Islam yang dibawa oleh nabi muhammad mampu membalikkan sejarah dari kekuasaan dua super power pada masa itu, Romawi dan Persia, menjadi islam. Semenjak Nabi Muhammad dan para sahabatnya, islam mampu menjadi pusat sejarah dunia. Baik dibidang keyakinan keagamaan, pemikiran, ilmu pengetahuan, semangat pengembangan untuk kehidupan yang lebih baik dan sebagainya. Hingga kemudian islam terus masuk ke jantung romawi dan persia serta mampu mengalahkan keduanya, sehingga islam mampu tampil sebagai penguasa militer yang amat sangat disegani. Demikian pula mampu menembus dinding Eropa dan menguasainya selama hampir 800 tahun baik melalui kekuasaan politik serta penguasaan ilmu pengetahuan hingga Eropa menjadi pusat ilmu pengetahuan dan peradaban dunia pada saat itu dibawah naungan daulah islam bani umayyah ( tambahan:  islam masuk ke Eropa tahun 705 oleh khalifah al walid dari bani umayyah dibawah pimpinan panglima Tharif bin malik. Islam keluar dari Eropa pada tahun 1492 sebagai ujung akhir kekuasaan Islam di sana di bawah dinasti Ahmar). 

Era kejayaan Islam di Eropa melalui kegemilangan pencapaian ilmu pengetahuan saat itu mampu memberikan inspirasi dan perubahan signifikan bagi dunia ilmu pengetahuan dan peradaban ummat manusia dengan menjadikan islam sebagai pusat peradaban dunia dan trend setter dalam kehidupan. Namun dalam perkembangan selanjutnya kaum muslimin mengalami kemunduran dalam karya dan berpikir sejalan dengan kemenangan kalangan "barat" dalam pertempuran ideologi dengan strategi "ghazwul firk" atas ummat Islam. Hingga berujung pada lemahnya pemahaman muslim atas konsepsi agamanya dan menurunnya rasa percaya diri ummat islam atas keagungan dan keunggulan konsepsi agamanya atas konsepsi siapapun yang ada di muka bumi ini.

Sejalan dengan hal tersebut diatas ummat islam menganggap bahwa konsepsi selain islam lebih unggul hingga melemahkan keyakinan atas agamanya dan berakhir dengan hilangnya kewibawaan ummat islam kemudian merasa tunduk pada konsepsi lainnya sekalipun ummat ini adalah kelompok mayoritas, hal ini karena pada dada ummat telah tertanam penyakit "wahn", yaitu cinta dunia dan takut mati. Sebagaimana sabda Nabi  :

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا ». فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ « بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ ». فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ « حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ 

Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278)

Hilangnya kewibawaan ummat ini menjadikan ummat lainnya merasa lebih hebat dan lebih berkuasa dari pada ummat islam sekalipun jumlah mereka jauh lebih sedikit dibandingkan dengan ummat islam yang mayoritas. Hal demikian disebabkan karena mereka telah benar-benar mengetahui dan menyadari bahwa sekalipun mereka bertindak mendhalimi kaum muslimin yang mayoritas mereka berkeyakinan bahwa ummat islam tidak akan berani melakukan perlawanan dan kalaupun melakukan perlawanan maka dipastikan pula bahwa kaum muslimin akan kalah. Mengapa demikian?  Hal ini karena ummat islam sedang sibuk dengan dirinya sendiri, dengan banyaknya pertikaian dan permusuhan di kalangan kaum muslimin, terlebih pula para tokoh ummatnya telah "terbeli" dengan sejumlah materi dan kekuasaan hingga akhirnya mereka "membebek" pada selain kepentingan ummat. Beberapa isu yang menjadi transaksi kepentingan dan kemudian berdampak pada melemahnya keyakinan ummat antara lain isu tentang toleransi, pluralisme, liberalisme dsb.

Kasus doa bersama antar umat beragama, pembacaan doa oleh yang berbeda keyakinan, pembacaan shalawat di gereja adalah bagian dari sekian banyak kasus tentang keberhasilan atas isu-isu tersebut di atas. Sementara islam mengajarkan bahwa toleransi haruslah diwujudkan kepada siapapun saja selama tidak menyentuh wilayah keyakinan, seperti dalam hal mu'amalah, dan hubungan sosial kemasyarakatan lainnya. Namun apabila terkait dengan masalah keyakinan atau aqidah maka islam memiliki sikap tegas. Sebagaimana digariskan tentang konsep toleransi islam dalam quran surat al kaafiruun, lakum diinukum waliyadiin. Alquran memberikan informasi yang sangat indah tentang persoalan toleransi  sebagaimana berikut  :

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ (8) إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (9)

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al Mumtahanah: 8-9)


Ayat ini mengajarkan tentang prinsip toleransi, yaitu bahwa setiap muslim boleh berbuat baik pada siapa saja selama tidak ada berkaitan dengan hal agama atau keyakinan (aqidah). Sebagaimana ditegaskan oleh Ibnu Jarir AthThobari rahimahullah dalam tafsirnya mengatakan bahwa bentuk berbuat baik dan adil di sini berlaku kepada setiap agama. Sementara non muslim dan musuh islam mencoba menawarkan konsep toleransi dalam bentuknya sharing keyakinan dan ibadah (liberalisme dan pluralisme) sebagaimana yang ditawarkan oleh kafir quraisy kepada Nabi muhammad oleh al Walid bin Mughirah, Al ‘Ash bin Wail, Al Aswad Ibnul Muthollib, dan Umayyah bin Khalaf menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka menawarkan pada beliau,

يا محمد ، هلم فلنعبد ما تعبد ، وتعبد ما نعبد ، ونشترك نحن وأنت في أمرنا كله ، فإن كان الذي جئت به خيرا مما بأيدينا ، كنا قد شاركناك فيه ، وأخذنا بحظنا منه . وإن كان الذي بأيدينا خيرا مما بيدك ، كنت قد شركتنا في أمرنا ، وأخذت بحظك منه

“Wahai Muhammad, bagaimana kalau kami beribadah kepada Tuhanmu dan kalian (muslim) juga beribadah kepada Tuhan kami. Kita bertoleransi dalam segala permasalahan agama kita. Apabila ada sebagaian dari ajaran agamamu yang lebih baik (menurut kami) dari tuntunan agama kami, kami akan amalkan hal itu. Sebaliknya, apabila ada dari ajaran kami yang lebih baik dari tuntunan agamamu, engkau juga harus mengamalkannya.” (Tafsir Al Qurthubi, 14: 425)

Namun tawaran itu ditolak oleh Nabi sehingga turunlah Surat Al Kaafirun tersebut. Sayangnya saat ini sebagian tokoh kaum muslimin mengamini tawaran konsep toleransi kalangan non muslim bahkan lebih aneh lagi manakala tokoh ummat yang menyerukan toleransi sebagaimana kaum kafir quraisy itu. Inilah toleransi yang sudah terbolak balik menjadi telorasin (dengan unsur huruf yang sama, tanpa membuang sedikitpun). Sehingga kalangan mayoritas bersedia mengamini doa dari sebagian kecil minoritas yang berkuasa. Na'udzubillahi min dzalik.

Semoga Allah swt menyelamatkan diri kita dari fitnah akhir zaman dan melindungi ummat ini dari perpecahan yang menyebabkan lemahnya kekuatan dan hilangnya kewibawaan ummat. Semoga Allah swt mengabulkan doa. Aamiiin...

kanal24.co.id Akhmad Muwafik Saleh
Popular

KANAL24 - 2019-07-29 4284 kali

Jangan Bawa Mitos ke Tanah Suci

KANAL24 - 2019-07-30 3754 kali

Merebut Kemuliaan di Masjidil Haram

KANAL24 - 2019-07-26 3271 kali

4.308 Pendaftar Vokasi Jalani Tes Masuk UB

KANAL24 - 2019-07-26 3177 kali

Jamaah Haji Perlu Jaga Diri

KANAL24 - 2019-07-28 2741 kali

Jadilah Tamu yang Baik

KANAL24 - 2019-07-27 2698 kali

Meraih Imbalan Surga