Wacana dan Koperasi

KANAL24 -2019-04-16, 07:00:00 WIB 927 kali

Subagyo

Wacana dapat dimaknakan sebagai himpunan gagasan dan praksis sosial yang membentuk diri kita sebagai subjek sosial, dan dengan begitu membentuk pandangan dan cara berpikir kita tentang dunia (Ajidarma, 2015). Pandangan dan cara berpikir kita tentang koperasi telah dibentuk oleh serangkaian gugusan gagasan dan akumulasi praktek koperasi selama ini.

Telah sekian lama, terlebih saat rezim pembangunanisme menguasai negeri ini, wacana arus utama koperasi adalah semata entitas bisnis sebagai media mobilisasi dan akumulasi kapital. Sepanjang kurun itu, yang berkembang adalah wacana “managerialism” koperasi. Koperasi diserupakan (dalam teori dan praktek) dengan entitas bisnis lainnya. Nilai dan prinsip koperasi tidak diimplementasikan sebagai pedoman tindak.

Terlebih ketika koperasi hidup dalam ruang kapitalistik. Untuk survivalitas-nya, koperasi menggunakan logika pasar dalam kompetisi yang semakin menyengat, kompetisi predatoris. Hal ini mendorong, teori dan praktek koperasi terjebak pula dalam konstruksi kapitalistik. Seringkali demi survival-nya, nilai dan prinsip koperasi dikesampingkan karena dianggap tidak mangkus dan sangkil.    

Pola seperti ini, dalam kurun panjang dan dilakukan oleh sebagai besar koperasi serta diteorikan dalam corak managerialism yang kaku menjadikan wacana ini melahirkan hegemoni makna yang luar biasa. Hegemoni yang dikonstruksi secara sosial. Akibatnya, narasi yang mencoba untuk melawan wacana dominan ataupun sekedar bernegosisi saja, dalam upaya untuk “mengembalikan” koperasi sesuai dengan sejarah dan ideologi-nya seringkali dianggap sekedar igauan. Konstruksi yang perlu di-dekonstruksi.

Sehingga teori-teori tentang koperasi perlu dibangun sebagai penyeimbang managerialism koperasi saat ini, koperasi “abal-abal” perlu ditertibkan, praktek-praktek koperasi yang terpisah dari nilai dan prinsip perlu diluruskan dan peraturan perundangan yang mengerdilkan koperasi perlu dibetulkan. Nilai dan prinsip, dimensi ekonomi sekaligus dimensi sosial-politik koperasi perlu ditegakkan dan diimplementasikan. Ayo !

*SUBAGYO

Dosen FE Universitas Negeri Malang

kanal24.co.id Subagyo Koperasi
Popular

KANAL24 - 2019-07-29 4088 kali

Jangan Bawa Mitos ke Tanah Suci

KANAL24 - 2019-07-30 3600 kali

Merebut Kemuliaan di Masjidil Haram

KANAL24 - 2019-07-26 3035 kali

Jamaah Haji Perlu Jaga Diri

KANAL24 - 2019-07-26 2905 kali

4.308 Pendaftar Vokasi Jalani Tes Masuk UB

KANAL24 - 2019-07-28 2613 kali

Jadilah Tamu yang Baik

KANAL24 - 2019-07-27 2579 kali

Meraih Imbalan Surga