Kanal24, Malang – Kolese Santo Yusup (Kosayu) Malang menandai usia ke-75 tahun melalui perayaan bertajuk Odyssey of Light atau Pengembaraan Cahaya yang digelar di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (13/2/2026). Perayaan ini menghadirkan refleksi perjalanan panjang institusi pendidikan tersebut sekaligus penegasan nilai yang diwariskan lintas generasi.
Rangkaian acara dikemas dalam pentas seni kolosal yang melibatkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan, guru, karyawan, alumni, serta para sesepuh sekolah. Tema cahaya dipilih sebagai simbol perjalanan Kosayu sejak berdiri hingga berkembang sebagai salah satu institusi pendidikan yang dikenal di Malang dan berbagai daerah lainnya.
Ketua Panitia 75 Tahun Kosayu, Maria Margaretha A.S.P, mengatakan perayaan ini menjadi momentum mengenang kontribusi para pendahulu yang membangun fondasi sekolah.
“Kami menampilkan kilas balik sejarah Kosayu selama 75 tahun agar generasi sekarang memahami perjalanan panjang yang membentuk sekolah ini hingga berkembang seperti sekarang,” ujarnya.

Panitia menghadirkan dokumentasi sejarah melalui wawancara guru dan karyawan purnabakti serta peluncuran film yang mengangkat perjalanan pendirian Kosayu. Pembaruan lirik Mars Kosayu juga dilakukan untuk merepresentasikan perkembangan komunitas sekolah yang kini hadir di berbagai wilayah, termasuk Bali.
Ketua Yayasan Kolese Santo Yusup, R.P. Agustinus Lie, CDD, menyebut perjalanan Kosayu berawal dari situasi sosial yang penuh tantangan. Kehadiran sekolah saat itu menjadi ruang pendidikan yang membawa harapan bagi masyarakat.
“Nilai yang kami bawa ke depan adalah pendidikan, iman, karakter, dan persaudaraan. Murid-murid inilah yang nantinya menyebarkan nilai tersebut ke berbagai daerah,” katanya.

Konsep pentas seni dirancang sebagai narasi perjalanan simbolik. Koordinator Pentas Seni, Herningtyas Nur Wulansari, menjelaskan kisah pendiri sekolah divisualisasikan melalui metafora cahaya yang berkembang dari lilin menjadi lentera hingga konstelasi bintang.
“Simbol cahaya menggambarkan perjalanan pendidikan yang terus berkembang dan menjadi arah bagi generasi muda,” jelasnya.
Pertunjukan menghadirkan tari, musik, paduan suara, drama, hingga kolaborasi lintas kegiatan siswa seperti olahraga dan seni bela diri. Sekitar 600 siswa terlibat langsung dalam pertunjukan dengan total partisipasi penonton mencapai hampir 3.000 orang.
Panitia juga menghadirkan para sesepuh secara digital sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh-tokoh yang berperan dalam perjalanan sekolah.
Memasuki usia ke-75 tahun, Kosayu menargetkan penguatan kualitas pendidikan serta menjaga kepercayaan masyarakat sebagai lembaga pendidikan yang membekali siswa menghadapi masa depan.
Perayaan ini menegaskan bahwa perjalanan panjang sebuah institusi pendidikan bertumpu pada kesinambungan nilai yang terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.(Din/Yor)














