Kanal24, Malang – MPR RI menginisiasi media kreatif guna mengimbangi masifnya penyebaran informasi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Humas MPR, Siti Fauziah SE., MM. dalam agenda Pustaka Akedemik bersama Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, yang mengusung tema “Tridarma & Kebangsaan : Budaya Epsitemik di Perguruan Tinggi dan Parlemen” pada Kamis (28/7/2022).
Siti Fauziyah menyampaikan bahwa MPR RI melakukan pendekatan dengan cara yang unik agar sosialisasi Empat Pilar MPR RI dapat diterima oleh generasi muda dan anak-anak. Cara ini dilakukan dengan memasukkan nilai-nilai Empat Pilar ke dalam kisah-kisah menarik yang dikemas dalam bentuk novel dan komik bergambar.
Seperti diketahui, Empat Pilar MPR RI adalah empat landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang terdiri dari landasan ideologi, konstitusi, persatuan dan kesatuan, dan semangat keberagaman sebagai modal sosial membangun kekuatan bangsa Indonesia.
Berkat inisiasi dari Biro Humas dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal MPR RI, pada tahun 2018 terbitlah novel Meraih Mimpi yang berisi kisah inspiratif dan mengandung karakter bangsa Indonesia yang dicerminkan dalam Empat Pilar MPR RI. Melalui cerita dalam novel ini, MPR RI bermaksud memberikan teladan akan perjuangan meraih mimpi, yang di dalamnya disisipi nilai-nilai positif kebangsaan yang semestinya ditanamkan dalam setiap diri rakyat Indonesia.
Selain itu, MPR RI juga meluncurkan komik bergambar bagi siswa SD untuk memperkenalkan Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada anak-anak usia dini.
“Jadi Empat Pilar itu tidak selalu disosialisasikan dengan cara yang berat-berat. Bagi yang suka novel, silakan itu dibaca. Novelnya bisa dibaca di perpustakaan, versi digitalnya pun sudah tersedia. Ceritanya bagus walaupun menyangkut Empat Pilar juga. Komik bergambar untuk anak SD juga kita buat. Nah, kita berusaha sosialisasi empat pilar ini melalui berbagai metode. Selain metode yang serius, kita coba juga metode yang santai,” imbuhnya.
Siti Fauziyah juga menjelaskan bahwa Perpustakaan MPR RI memiliki koleksi buku sebanyak 50.200 eksemplar, yang terdiri dari buku umum, buku referensi, dan jurnal majelis. Sedangkan perpustakaan digitalnya mencapai 1.376 koleksi dengan berbagai subjek ilmu, seperti hukum ketatanegaraan, fiksi, agama, ilmu politik dan sosial, kesehatan, dan masih banyak lagi. Di samping itu, koleksi unggulan dari Digital MPR RI berisi pustaka terbitan dari Pimpinan MPR RI, Lembaga Pengkaji MPR RI, dan terbitan Sekretariat Jenderal MPR RI lainnya. Selain mengakses buku dan sumber pustaka, MPR Digital Library juga dilengkapi dengan fitur sosial media sehingga pengguna dapat melihat interaksi pengguna lain dan membuat status pada fitur feeds layaknya sosial media biasa. Digital MPR RI memang dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan dan gaya hidup kaum muda.
“Kita, MPR, memiliki perpustakaan yang cukup bagus, buku-buku bacaannya lengkap, apalagi di bidangnya hukum. Banyak juga buku yang tidak diperjualbelikan. Tapi tidak usah sedih, kami juga menyediakan buku digital melalui fitur MPR Digital Library yang bisa didownload lewat AppStore. Jadi buku-buku kita bisa diakses di perpustakaan digital itu,” terang Siti Fauziah.
Melihat turunnya minat baca generasi muda pada buku cetak, MPR RI tergerak untuk membangun fasilitas digital library sebagai salah satu sarana sosialisasi yang sesuai dengan trend anak muda dan aksesnya mudah dijangkau oleh seluruh kalangan masyarakat. (riz)
-min-1140x570.png)













