Oleh : Dr. Akhmad Muwafik Saleh, S.Sos. M.Si.*
- Dzikir Surat al Fath (inna fatahnaa laka fathan mubiinaa)
Ini adalah surat yang sangat disukai oleh Rasulullah melebihi daripada dunia dan seisinya sebagaimana disampaikan dalam sebuah riwayat Imam Bukhari dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
لقد نزلت علي الليلة سورة احب إلي من الدنيا وما فيها. ،، وفي رواية : أحب إلي مماطلعت عليه الشمس
“sungguh semalam telah turun kepadaku sebuah surat yang sangat aku cintai melebihi daripada dunia dan seisinya” di dalam riwayat yang lain disebutkan ” lebih aku sukai dari pada apa apa yang matahari terbit atasnya. Kemudian beliau membaca,
إِنَّا فَتَحۡنَا لَكَ فَتۡحٗا مُّبِينٗا
“Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata” (QS. Al-Fath: 1). (HR. Bukhari)
Dari Abi bin Kaab, ia berkata: Barangsiapa yang membaca Surat Al-Fath, maka baginya pahala seperti harga baiat kepada Muhammad di bawah pohon (hudaibiyah). Sementara pada hadis yang lain nabi bersabda ” tidaklah masuk neraka seseorang yang menyaksikan perang badar dan baiat hudaibiyah (baiat ar ridlwan)”.
Sebagian orang-orang shaleh (sholihin) berkata: Jika orang lemah banyak membacanya (surat ini), maka ia akan menjadi kuat, atau orang lemah akan menjadi kuat, atau orang yang kalah akan menjadi menang, atau orang miskin akan dimudahkan urusannya, atau orang yang berutang akan dilunasi utangnya, atau orang yang dipenjara akan dibebaskan dari penjara, atau orang yang tertimpa musibah akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT dengan kebaikan dan kemuliaan-Nya, dan dengan rahasia-rahasia surat ini. Hal itu termasuk dalam sifat-sifat (Al-Qur’an) dengan syarat ikhlas dalam permohonannya, niat dan tujuan yang baik.
Artinya Apabila seseorang memiliki satu persoalan yang rumit atau memiliki pengalaman buruk yang menyakitkan hati Maka dengan membaca surat ini in syaa Allah dimudahkan persoalannya di tenang damai sembuhkan hatinya sehingga menjadi bahagia kembali.
Tata Cara Berdzikir :
Bacalah surat al-fath ini secara rutin istiqomah kapanpun waktunya, khususnya setelah Maghrib dan setelah Subuh), maka dengan izin Allah akan dimudahkan segala urusan, dan hati menjadi tenang bahagia.
- Dzikir surat Dhuha.
Ini adalah surat Alquran ke 93 juz 30 terdapat 11 ayat dan termasuk dalam surat Makkiyah.
Tata cara Berdzikir :
Dijelaskan oleh Abuya as Sayyid Muhammad bin Alawi al-maliki di dalam kitabnya abwabul faraj pada halaman 181, beliau meriwayatkan bahwa Al Imam Al-Ghazali rahimahullah berkata: Diriwayatkan dari sekelompok Salaf bahwa mereka biasa membaca Surat Ad-Duha ketika mereka tersesat atau kehilangan sesuatu, maka mereka menemukan apa yang hilang tersebut, atau memiliki budak yang melarikan diri, hendaklah ia shalat Ad-Duha pada hari Jumat sebanyak delapan rakaat. Dan jika telah selesai, hendaklah ia membaca Surat Ad-Duha (tujuh kali). Lalu mengucapkan doa :
يا جامع العجائب يا راد كل غائب يا جامع الشتات يا من مقاليد الأمور بيده، إجمع علي ضائعي، أو إجمع ضائع فلان عليه لا جامع له الا انت
“Wahai Dzat yang mengumpulkan sesuatu / orang yang hilang, wahai Dzat yang mengembalikan semua yang tidak ada, wahai Dzat yang mengumpulkan orang-orang yang tercerai-berai, wahai Dzat yang memegang kendali segala urusan, kumpulkanlah untukku barangku yang hilang, atau kumpulkanlah untuknya barang milik si fulan yang hilang, tidak ada yang mengumpulkan baginya selain Engkau”.
Dari Zain Al-Abidin Al-Bakri, semoga Allah merahmatinya: Barangsiapa yang membaca Surat Ad-Duha selama empat puluh hari, empat puluh kali setiap hari, dan setiap hari setelah selesai membaca surat itu, ia membaca:
اللهم يا غني يا مغني أغنني غني لا أخاف بعده فقرا، واهدني فإني ضال، وعلمني فإني جاهل
“Ya Allah, wahai orang kaya, wahai yang Maha Kaya, kayakanlah aku dengan kekayaan yang tidak akan membuatku takut miskin. Beri aku petunjuk karena aku tersesat, dan berilah aku pelajaran karena aku bodoh.”
Maka dengan izin Allah, akan menyediakan baginya seseorang yang akan mengajarinya hikmah sesuai dengan kesiapan dan usahanya. In syaa Allah. Wallahu a’lam
*)Dr. Akhmad Muwafik Saleh, S.Sos. M.Si., Dosen FISIP UB, Pengasuh Pesantren Mahasiswa Tanwir Al Afkar