KANAL24, Jakarta – Pemerintah Diminta untuk tidak membebani sektor e-commerce secara berlebihan. Pasalnya, sektor e-commerce saat ini sedang dalam tahap berkembang dan berkontribusi untuk menutup penurunan kinerja sektor lain terhadap perekonomian Indonesia.
“Ini (e-commerce) jangan dibebani dengan sesuatu yang lain. Including pengenaan kenaikan pajak. Karena biasanya sektor ekonomi yang masih baby itu justru diberikan insentif, bukan disinsentif,” ujar Ekonom Bank BNI Ryan Kiryanto saat dihubungi melalui sambungan telpon, Senin (21/10/2019).
Menurut Ryan, sektor e-commerce yang posisinya saat ini sedang berkembang, seharusnya justru diberikan insentif oleh pemerintah. Hal itu sebagai dorongan agar mereka bisa terus mengembangkan bisnis dan produknya.
“Saya kira ketika suatu sektor industri sedang bertumbuh, justru harusnya diberi insentif ya,” tuturnya.
Menurut Ryan, sektor e-commerce saat ini bisa dijadikan alternatif menjadi penolong untuk penyerapan tenaga kerja. Seperti diketahui bersama, sektor manufaktur maupun perdagangan konvensional saat ini tengah mengalami perlambatan. Apalagi pemerintah juga memiliki program 1.000 startup. Ia berharap kedepan akan terus meningkat sektor e-commerce, termasuk juga bisnis di sektor digital, seiring dengan pengembangan infrastruktur yang dilakukan pemerintah.
“Jangan sampai nanti sektor yang masih baby ini justru tidsk berkembang karena belum apa-apa sudah banyak bebannya,” pungkasnya. (sdk)












