Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Mengapa Mudah Emosi Saat Bicara dengan Orang Tua?

Einid Shandy by Einid Shandy
September 7, 2025
in Gaya Hidup
0
Mengapa Mudah Emosi Saat Bicara dengan Orang Tua?

Mengapa Mudah Emosi Saat Bicara dengan Orang Tua? (Freepik)

27
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Banyak orang merasa selalu kesal atau emosi setiap kali berbicara dengan orang tua. Perasaan ini muncul bahkan ketika sebenarnya topik yang dibicarakan tidak terlalu serius. Kondisi ini sering membuat seseorang bingung, karena di satu sisi mereka ingin dekat dengan orang tua, tetapi di sisi lain emosi yang muncul terasa sulit dikendalikan. Fenomena ini bisa berkaitan dengan luka lama yang belum terselesaikan, yang dalam psikologi sering disebut sebagai unfinished business.

Luka Lama yang Belum Usai

Unfinished business adalah perasaan atau pengalaman masa kecil yang menyakitkan, tetapi tidak pernah benar-benar diselesaikan. Luka ini bisa berupa emosi yang ditekan, kebutuhan yang tidak terpenuhi, atau perasaan tidak didengar. Karena tidak pernah tuntas, luka tersebut akan terus terbawa hingga dewasa. Saat berinteraksi dengan orang tua, luka itu bisa terpicu kembali sehingga menimbulkan reaksi emosi yang berlebihan.

Baca juga:
Kerja Lama Tak Jamin Produktivitas Tinggi

Marah dengan ibu (Freepik)

Misalnya, seorang anak yang dulu sering dimarahi ketika mengungkapkan pendapat akan terbiasa diam dan menahan diri. Ketika dewasa, setiap kali orang tua berbicara dengan nada keras, ia bisa langsung merasa terancam dan marah. Reaksi ini bukan hanya terhadap situasi sekarang, melainkan juga terhadap ingatan masa lalu yang belum pulih.

Ciri-Ciri Unfinished Business dengan Orang Tua

Ada beberapa tanda yang bisa membantu mengenali apakah kita memiliki luka yang belum selesai dengan orang tua. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Mudah tersinggung setiap kali mereka berkomentar. Bahkan kalimat sederhana bisa terasa menyakitkan.
  2. Sulit membuka komunikasi yang mendalam karena merasa tidak aman atau takut disalahkan.
  3. Perasaan bersalah yang berlebihan ketika sedang marah, seolah-olah tidak pantas untuk memiliki emosi negatif terhadap orang tua.
  4. Terlalu sensitif terhadap kritik sehingga sering menafsirkan ucapan orang tua sebagai bentuk serangan pribadi.
  5. Menghindari interaksi karena merasa setiap percakapan akan berakhir dengan konflik.

Jika tanda-tanda ini muncul berulang kali, bisa jadi ada luka lama yang masih tersimpan dan belum terselesaikan.

Penyebab Luka Emosional dengan Orang Tua

Luka emosional biasanya terbentuk sejak masa kecil. Beberapa penyebab yang umum terjadi antara lain:

  • Emosi yang ditekan sejak kecil. Banyak anak yang tidak diberi ruang untuk mengekspresikan marah atau sedih, sehingga terbiasa menahannya.
  • Pola asuh keras atau dingin. Orang tua yang jarang menunjukkan kasih sayang bisa membuat anak merasa tidak berharga.
  • Kurangnya ruang untuk bicara. Ketika protes atau pendapat dianggap melawan, anak belajar untuk diam meski hatinya terluka.
  • Trauma yang diwariskan. Orang tua mungkin membawa luka dari masa kecil mereka sendiri, lalu tanpa sadar menurunkannya pada anak.

Penyebab-penyebab ini membuat anak tumbuh dengan membawa emosi yang tidak terselesaikan. Akhirnya, emosi tersebut muncul kembali setiap kali ada pemicu yang mirip dengan pengalaman masa lalu.

Dampak Jika Dibiarkan

Jika luka lama ini tidak disadari dan dibiarkan, dampaknya bisa cukup serius. Hubungan dengan orang tua bisa menjadi tegang, penuh konflik, bahkan menjauh. Tidak jarang, seseorang akhirnya memilih benar-benar memutus komunikasi untuk melindungi dirinya.

Selain itu, unfinished business juga bisa berdampak pada kehidupan lain di luar keluarga. Misalnya, kesulitan membangun kepercayaan dengan pasangan, mudah tersinggung dalam pertemanan, atau selalu merasa cemas dalam lingkungan kerja. Luka masa kecil yang tidak tuntas bisa membentuk pola komunikasi yang berulang dan memengaruhi berbagai aspek kehidupan.

Psikolog keluarga menyebut kondisi ini sebagai luka lintas generasi atau intergenerational trauma. Artinya, trauma atau pola yang tidak sehat bisa diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Jika tidak disadari, anak-anak dari generasi berikutnya juga bisa merasakan dampaknya.

Langkah untuk Menyembuhkan

Menyembuhkan luka lama memang bukan hal yang mudah. Proses ini butuh waktu, kesabaran, dan keberanian untuk menghadapi perasaan yang tidak nyaman. Namun ada beberapa langkah sederhana yang bisa mulai dilakukan:

  • Menyadari perasaan. Jangan menolak atau mengabaikan emosi yang muncul. Sadari bahwa marah atau sedih adalah hal yang wajar.
  • Validasi inner child. Akui bahwa diri kecilmu pernah terluka dan butuh perhatian. Memberikan ruang untuk merasakan kembali adalah langkah penting untuk penyembuhan.
  • Menulis atau journaling. Menuangkan emosi dalam tulisan bisa membantu memahami apa yang sebenarnya dirasakan.
  • Membatasi interaksi. Jika percakapan terlalu menyakitkan, tidak apa-apa untuk menjaga jarak sementara demi kesehatan mental.
  • Mencari bantuan profesional. Konseling dengan psikolog atau terapis bisa membantu memproses emosi dengan cara yang lebih sehat.

Baca juga:
Pemerintah Siapkan Kenaikan Bertahap Iuran BPJS

Perlu dipahami bahwa tujuan dari langkah-langkah ini bukan untuk menyalahkan orang tua, melainkan untuk menyembuhkan diri sendiri. Dengan begitu, hubungan yang lebih sehat bisa terbangun, baik dengan orang tua maupun dengan orang lain di sekitar kita.

Berdamai dengan Diri dan Masa Lalu

Pada akhirnya, memahami bahwa emosi yang muncul bukan semata karena kejadian saat ini, melainkan juga akibat luka lama, bisa membantu kita lebih bijak dalam merespons. Dengan menyadari, menerima, dan perlahan menyembuhkan luka tersebut, kita bisa membangun hubungan yang lebih sehat, tidak hanya dengan orang tua, tetapi juga dengan diri sendiri. (han)

Post Views: 386
Tags: EmosiEmosi dengan Orang TuaEmosionalKANAL24kanal24.co.idOrang TuaPsikologiUnfinished Business
Previous Post

Enam Fakta Ketergantungan Emosional yang Bisa Merugikan

Next Post

Wardah Edukasi Mahasiswa Baru UB soal Pentingnya Merawat Diri

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Wardah Edukasi Mahasiswa Baru UB soal Pentingnya Merawat Diri

Wardah Edukasi Mahasiswa Baru UB soal Pentingnya Merawat Diri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Fenomena dan Risiko Job Hugging Mengglobal

Fenomena dan Risiko Job Hugging Mengglobal

January 3, 2026
Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik 2026

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik 2026

January 2, 2026
Capaian Bulog Cetak Rekor Serapan Gabah 2025

Capaian Bulog Cetak Rekor Serapan Gabah 2025

January 2, 2026
Fakta Super Flu Subclade K dan Langkah Antisipasi

Fakta Super Flu Subclade K dan Langkah Antisipasi

January 2, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025