Kanal24, Malang – Suasana ceria dan penuh antusiasme mewarnai ruang kelas SD Negeri 2 dan 4 Mulyoarjo ketika program English Fun Day digelar pada rangkaian kegiatan Program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya 2025. Program ini diinisiasi oleh Maissya Naila Firmansyah, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UB, yang menjadikan pembelajaran Bahasa Inggris lebih interaktif, menyenangkan, dan dekat dengan keseharian siswa sekolah dasar.
Menghadirkan Kelas Bahasa Inggris yang Berwarna
Program English Fun Day ditujukan khusus bagi siswa kelas 2 dan 3. Alih-alih belajar dengan metode hafalan, siswa diajak terlibat langsung melalui aktivitas interaktif. Lagu anak-anak berbahasa Inggris, permainan edukatif kelompok, hingga media visual berupa flashcard dan poster menjadi sarana utama untuk memperkuat pemahaman mereka.
Baca juga:
Bouquet Snack Bangkitkan Wirausaha Perempuan Desa

Kegiatan dibuka dengan senam ceria yang diiringi lagu berbahasa Inggris. Cara ini terbukti efektif membangun rasa percaya diri sekaligus menumbuhkan semangat belajar sejak awal. Setelah itu, siswa dikenalkan dengan kosakata sederhana bertema buah-buahan. Penggunaan media gambar serta praktik pengucapan bersama-sama membuat anak-anak lebih mudah mengingat kata baru dengan cara yang menyenangkan.
Belajar Melalui Permainan Edukatif
Untuk menambah variasi, siswa dibagi ke dalam kelompok kecil. Mereka mengikuti permainan yang menguji kecepatan sekaligus ketepatan dalam mengenali kosakata. Suasana kompetitif namun penuh keceriaan membuat anak-anak bersemangat mengikuti setiap sesi.
Metode belajar berbasis pengalaman langsung ini mendorong siswa untuk lebih aktif. Tidak hanya mendengarkan, mereka juga diajak berbicara, bergerak, dan bekerja sama dengan teman sekelas. Dengan begitu, proses belajar terasa lebih hidup, tidak monoton, serta meninggalkan kesan mendalam bagi anak-anak.
Kontribusi untuk Pendidikan Berkualitas
Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam menjawab tantangan pendidikan di wilayah pedesaan. Akses pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar sering kali masih terkendala keterbatasan tenaga pengajar, sarana, serta metode yang cenderung konvensional.
Melalui English Fun Day, mahasiswa menghadirkan pendekatan baru yang lebih kreatif dan partisipatif. Langkah ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-4, yakni Pendidikan Berkualitas, dengan memberikan pengalaman belajar yang inklusif dan bermakna bagi siswa sejak usia dini.
Dukungan Dosen Pembimbing dan Apresiasi Siswa
Seluruh kegiatan dilaksanakan di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Dego Yusa Ali, STP., M.Sc., dari Fakultas Teknologi Pertanian UB. Pendampingan ini memastikan program berjalan sesuai rencana sekaligus memberi manfaat optimal bagi masyarakat sasaran.
Di akhir sesi, siswa yang aktif diberi hadiah kecil sebagai bentuk apresiasi atas semangat mereka. Wajah ceria anak-anak menjadi bukti bahwa pembelajaran Bahasa Inggris dapat dikemas menyenangkan tanpa kehilangan esensi pendidikan. Dokumentasi lengkap kegiatan ini juga disusun sebagai laporan individu serta publikasi kegiatan MMD UB 2025.
Baca juga:
Mahasiswa FILKOM UB Hadirkan Internet Sehat dan Absen Digital
Inspirasi dari Desa Mulyoarjo
Bagi Maissya Naila Firmansyah, program ini bukan hanya tentang berbagi ilmu, tetapi juga menghadirkan inspirasi baru bagi anak-anak desa. Ia berharap English Fun Day dapat menumbuhkan minat belajar Bahasa Inggris sejak dini dan membuka peluang lebih luas bagi masa depan mereka.
“Proses belajar tidak harus kaku. Jika dikemas kreatif dan dekat dengan keseharian siswa, mereka akan lebih mudah menerima sekaligus menikmati setiap pembelajaran,” ungkap Maissya.
Program English Fun Day pun menjadi contoh nyata bagaimana mahasiswa dapat menghadirkan perubahan positif melalui inovasi sederhana, namun berdampak besar bagi masyarakat desa. (nid)