Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Feminisme vs Patriarki: Berebut Hak, Lupa Kewajiban

Einid Shandy by Einid Shandy
August 29, 2025
in Gaya Hidup
0
Feminisme vs Patriarki: Berebut Hak, Lupa Kewajiban

Women equaltiy (Pixabay)

0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24 – Di tengah geliat modernisasi dan tuntutan kesetaraan, isu feminisme dan patriarki terus menjadi sorotan. Stereotip lama seperti “perempuan tak perlu pendidikan tinggi karena ujung-ujungnya hanya menjadi ibu rumah tangga” masih terdengar hingga kini. Padahal, pendidikan bagi perempuan bukan semata untuk karier, tapi juga demi generasi masa depan yang berkualitas.

Sayangnya, perempuan kerap kali dikungkung oleh budaya patriarkis yang melekat dalam sistem sosial, budaya, hingga keluarga. Dalam sistem ini, laki-laki dianggap superior, sementara perempuan seakan hanya pelengkap. Patriarki yang bermula dari kekuasaan dan kontrol, kemudian mengakar melalui peradaban dan legitimasi kekerasan, kini menjadi ideologi yang menempatkan laki-laki sebagai pusat dominasi.

Baca juga:
Olahraga Sehat Sesuai Usia, Jangan Asal Pilih!

Di Indonesia, adat dan agama kerap digunakan sebagai tameng untuk mempertahankan pandangan patriarkis. Perempuan yang bermimpi besar seringkali dipandang sebelah mata, bahkan sejak dari lingkungan keluarganya sendiri. Padahal, konstitusi negara menjamin hak yang sama bagi setiap warga tanpa kecuali—termasuk hak untuk bermimpi dan berkontribusi dalam masyarakat.

Gerakan feminisme sejatinya hadir untuk menuntut keadilan gender, bukan sebagai bentuk perlawanan atas laki-laki. Feminisme pertama kali menggema di Amerika pada tahun 1848, dan terus berkembang hingga ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Sayangnya, belakangan ini gerakan feminisme mengalami pergeseran makna. Dari yang semula menuntut kesetaraan hak, menjadi narasi yang berpotensi mengarah pada kebencian terhadap laki-laki.

Tak jarang, trauma kekerasan seksual yang dialami perempuan menyebabkan lahirnya pandangan ekstrem seperti “perempuan tak butuh laki-laki.” Dalam beberapa kasus, feminisme modern kerap disalahartikan sebagai pemberontakan, bukan perjuangan. Data Komnas Perempuan tahun 2022 mencatat 457.895 kasus kekerasan terhadap perempuan—angka yang mencerminkan krisis moral dan keadilan.

Ironisnya, alih-alih mendukung korban, masyarakat sering menyalahkan mereka dengan dalih pakaian atau sikap. Hukum pun kerap tak berpihak, membuat perempuan semakin terpojok. Di sisi lain, laki-laki yang mendukung kesetaraan gender juga merasa gerakan feminisme mulai menjauh dari makna awalnya.

Penelitian Tirto.id tahun 2021 menunjukkan 57% masyarakat mendukung konsep kesetaraan gender. Sayangnya, sebagian di antaranya merasa gerakan feminisme saat ini berubah arah menjadi ajang “man-hating”.

Feminisme yang ideal seharusnya menjadi gerakan yang menyatukan, bukan memisahkan. Keadilan gender bukan tentang siapa yang lebih kuat, tetapi bagaimana fungsi dan peran tiap individu diakui tanpa diskriminasi. Dalam hal ini, baik perempuan maupun laki-laki harus saling menghargai, bekerja sama, dan memahami hak serta kewajibannya masing-masing.

Baca juga:
Fenomena Generasi Digital Tak Bisa Baca Jam Analog

Seperti yang dikatakan dalam buku Men and Gender Equality karya Flood (2015), laki-laki bukan hanya bagian dari masalah patriarki, tapi juga bagian dari solusinya. Maka, alih-alih saling menjatuhkan, sudah saatnya kita bergerak bersama untuk mencapai keseimbangan.

Kesetaraan bukan berarti semua harus sama. Karena adil bukanlah memperlakukan semua orang seragam, melainkan memberi sesuai porsi dan tanggung jawabnya. Maka, keadilan gender adalah istilah yang lebih tepat. Karena pada dasarnya, perempuan sudah kuat—feminisme hanya mengubah cara dunia memandang kekuatan itu. (dpa)

Post Views: 28
Tags: FeminismeFeminisme vs patriarkiKANAL24kanal24.co.idpatriarkistereotip
Previous Post

Hati-Hati, Jangan Transaksi Menggunakan Wifi Publik!

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023

AYAT-AYAT KREATIFITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Dosen UB Kenalkan Teknologi Pembuatan Pakan Ternak dan Pupuk Organik ke Desa Plandirejo

Dosen UB Kenalkan Teknologi Pembuatan Pakan Ternak dan Pupuk Organik ke Desa Plandirejo

5
Layanan RSUB Kini Terintegrasi dengan Mobile JKN BPJS

Layanan RSUB Kini Terintegrasi dengan Mobile JKN BPJS

4

Review Film : Glass Onion: A Knives Out Story

3
Feminisme vs Patriarki: Berebut Hak, Lupa Kewajiban

Feminisme vs Patriarki: Berebut Hak, Lupa Kewajiban

August 29, 2025
Hati-Hati, Jangan Transaksi Menggunakan Wifi Publik!

Hati-Hati, Jangan Transaksi Menggunakan Wifi Publik!

August 29, 2025
UB Gandeng Armada Gema Nusantara untuk Magang

UB Gandeng Armada Gema Nusantara untuk Magang

August 29, 2025
Perempuan Pelopor Zero Waste dan Etika Pangan

Perempuan Pelopor Zero Waste dan Etika Pangan

August 29, 2025

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIFITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Sistem Swiss Manager Dalam Catur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Galeri
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2023

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2023