Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Komunikasi Publik Pemerintah Dinilai Gagal Menyentuh Rakyat

Einid Shandy by Einid Shandy
August 30, 2025
in Politik
1
Komunikasi Publik Pemerintah Dinilai Gagal Menyentuh Rakyat

Komunikasi Publik Pemerintah Dinilai Gagal Menyentuh Rakyat (*)

12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Realitas politik Indonesia saat ini menunjukkan adanya jarak antara pesan pemerintah dengan kebutuhan nyata masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Verdy Firmantoro, S.I.Kom., M.I.Kom., Pengamat Politik Universitas Brawijaya, melalui wawancara eksklusif dengan Kanal24 pada Rabu (27/08/2025).

Menurut Verdy, fenomena ini dalam kajian akademik disebut message misalignment, yakni kondisi ketika pesan yang disampaikan pejabat publik tidak sesuai dengan harapan publik. Ia mencontohkan, pasca pandemi kondisi ekonomi masyarakat masih jauh dari kata pulih. Banyak pekerja yang kehilangan pekerjaan, sektor informal belum stabil, dan harga kebutuhan pokok fluktuatif. Namun, kebijakan yang diluncurkan pemerintah kerap kali justru tidak menyentuh permasalahan tersebut.

Baca juga:
Dosen HI UB Hadiri “1000 Watermelon Flotilla” di Malaysia

Dr. Verdy Firmantoro, S.I.Kom., M.I.Kom., Pengamat Politik Universitas Brawijaya (Yordan/Kanal24)

“Harapan masyarakat sederhana, yakni adanya kebijakan yang menjawab kebutuhan sehari-hari. Tetapi yang muncul justru keputusan-keputusan politik yang tidak relevan. Akibatnya, publik merespons dengan kritik bahkan resistensi,” jelasnya.

People Power dan Ruang Digital

Verdy menilai, di era digital masyarakat tidak lagi menjadi penonton pasif. Keterbukaan informasi membuat publik memiliki akses langsung untuk mengkritisi, menolak, atau bahkan memengaruhi arah kebijakan. Hal ini menumbuhkan fenomena people power yang lahir dari kekuatan ruang digital.

“Keputusan pemerintah hari ini bisa berubah hanya karena tekanan viralitas. Ada sisi positif karena publik dapat mengoreksi kebijakan yang dianggap tidak adil. Tetapi di sisi lain, ini menunjukkan kelemahan sistem hukum kita. Aparat cenderung menunggu viral dulu sebelum menindak,” ujarnya.

Menurut Verdy, kondisi ini memperlihatkan bahwa masyarakat semakin kritis dan tidak segan melawan kebijakan yang dianggap tidak adil. “Kalau komunikasi publik tidak sensitif, kebijakan bisa dianggap menyalahi kepentingan masyarakat. Pada akhirnya muncul distrust yang melemahkan legitimasi pemerintah,” tegasnya.

Kebutuhan Political Sensitivity

Dalam penjelasannya, Verdy menekankan pentingnya political sensitivity dalam komunikasi publik pejabat negara. Ia menilai banyak pejabat yang hanya menyampaikan pernyataan asal-asalan tanpa memperhitungkan dampaknya terhadap psikologi publik.

“Komunikasi publik tidak boleh serampangan. Harus ada sensitivitas politik, melihat denyut aspirasi masyarakat. Tidak cukup hanya menjawab seadanya, tetapi harus ada empati dan goodwill. Masyarakat butuh pejabat yang bukan hanya komunikator, melainkan problem solver,” paparnya.

Representasi Substantif, Bukan Formalistik

Lebih jauh, Verdy menyoroti gaya komunikasi pemerintah yang masih bersifat formalistic representation. Artinya, pejabat hanya menyampaikan informasi secara formal untuk menggugurkan kewajiban, bukan menjawab persoalan rakyat.

Baca juga:
Membaca Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dari Masa ke Masa

“Contohnya, ketika ada isu pajak atau harga kebutuhan pokok. Pemerintah sering kali hanya menjawab secara retoris agar tidak terjadi kegaduhan, tetapi implementasinya tidak menyelesaikan masalah. Padahal yang dibutuhkan masyarakat adalah representasi substantif, bukan formalitas belaka,” jelasnya.

Menurut Verdy, jika pola ini terus dipertahankan, resistensi publik akan semakin besar. Bahkan ada potensi masyarakat mendelegitimasi kepemimpinan dan kebijakan negara. “Legitimasi pemerintah bergantung pada rakyat. Jika rakyat merasa tidak diwakili, maka kekuasaan akan kehilangan makna,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah perlu mengubah pendekatan komunikasi publik dengan lebih empatik, sensitif, dan substansial. “Jika tidak, jarak antara pemerintah dan rakyat akan semakin melebar. Akibatnya, kebijakan negara bukan hanya ditolak, tetapi bisa memicu konflik sosial yang lebih besar,” pungkas Verdy. (din/nid)

Post Views: 312
Tags: 'Komunikasi Publik PemerintahFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UBfisip ubKANAL24kanal24.co.idKomunikasi PolitikKomunikasi PublikPengamat Politik UBPolitikuniversitas brawijayaVerdy
Previous Post

Open House UB 2025, Dari Passion Jadi Prestasi

Next Post

Peluang Beasiswa Dana Abadi UB Ditawarkan saat Open House 2025

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Peluang Beasiswa Dana Abadi UB Ditawarkan saat Open House 2025

Peluang Beasiswa Dana Abadi UB Ditawarkan saat Open House 2025

Comments 1

  1. Pingback: Indonesia di Persimpangan IMF dan BRICS: Pilihan Berani atau Risiko Baru? - Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik 2026

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik 2026

January 2, 2026
Capaian Bulog Cetak Rekor Serapan Gabah 2025

Capaian Bulog Cetak Rekor Serapan Gabah 2025

January 2, 2026
Fakta Super Flu Subclade K dan Langkah Antisipasi

Fakta Super Flu Subclade K dan Langkah Antisipasi

January 2, 2026
VILPA, Manfaat Sehat Tanpa Olahraga

VILPA, Manfaat Sehat Tanpa Olahraga

January 2, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025