Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Inclusive Journey: Board Game Psikologi UB untuk Sekolah Ramah Disabilitas

Dinia by Dinia
September 11, 2025
in Pendidikan, Sekolah
0
Inclusive Journey: Board Game Psikologi UB untuk Sekolah Ramah Disabilitas

Siswa SD mencoba game board Inclusive Journey (Ist.)

30
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Upaya menciptakan lingkungan belajar yang ramah bagi semua anak, termasuk mereka yang hidup dengan disabilitas, kini menemukan bentuk baru yang kreatif dan menyenangkan. Departemen Psikologi Universitas Brawijaya (UB) tengah mengembangkan sebuah board game edukatif bernama “Inclusive Journey”, yang dirancang sebagai media pembelajaran berbasis game-based learning untuk menumbuhkan kesadaran siswa sekolah dasar dalam mencegah perundungan terhadap teman disabilitas.

Fenomena perundungan di sekolah dasar masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Tidak jarang, anak dengan kebutuhan khusus menjadi sasaran ejekan atau pengucilan karena perbedaan kemampuan fisik maupun cara berinteraksi. Kondisi ini mendorong kalangan akademisi untuk mencari pendekatan baru dalam menanamkan empati dan nilai keberagaman sejak dini — salah satunya lewat permainan edukatif yang dikembangkan oleh tim dosen Psikologi UB.

“Board game ini kami rancang agar anak-anak bisa belajar memahami peran penting sebagai peer bystander,” ujar Ridwan Aji Budi Prasetyo, S.Psi., M.Sc., Ph.D., ketua tim pengabdian kepada masyarakat, Selasa (10/9/2025).

“Melalui alur permainan, nantinya mereka diajak mengenali bentuk perundungan dan memilih sikap yang tepat, sehingga mampu menumbuhkan empati, kepedulian, dan keberanian.”

Simulasi Empati dalam Dunia Permainan

“Inclusive Journey” mengusung konsep permainan interaktif yang menggabungkan unsur keseruan dan pembelajaran sosial. Dalam permainan ini, siswa akan bergerak di papan permainan dengan melempar dadu, lalu berhenti di petak tertentu yang berisi pertanyaan, tantangan, atau simulasi sederhana. Setiap pertanyaan menggambarkan situasi nyata yang mungkin terjadi di sekolah, seperti ketika melihat teman diejek karena disabilitas atau saat membantu teman yang kesulitan mengikuti kegiatan olahraga.

Jawaban dan pilihan sikap pemain akan menentukan langkah permainan mereka. Anak-anak yang menunjukkan empati dan keberanian akan memperoleh token empati berupa kertas lingkaran hijau sebagai poin kemenangan. Pendekatan ini membuat proses belajar terasa ringan namun berdampak kuat pada pembentukan karakter.

“Seru sekali, apalagi bisa mengumpulkan kertas lingkaran hijau supaya jadi pemenang,” ungkap AZK, salah satu siswa yang mencoba permainan ini. Sementara itu, MHR menambahkan, “Aku suka tantangan yang harus ditutup mata terus membuka pintu. Rasanya deg-degan, tapi seru banget karena baru pertama kali main permainan seperti ini.”

Menurut Ridwan, proses pengembangan Inclusive Journey telah melalui tahapan panjang, mulai dari penyusunan konsep, uji coba awal di sekolah mitra, hingga tahap finalisasi desain dan perbaikan konten. “Kami berupaya menjaga keseimbangan antara aspek edukatif dan keseruan bermain, supaya anak-anak tetap terlibat aktif tanpa merasa digurui,” jelasnya.

Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Psikologi UB (Ist.)
Langkah Konkret Mewujudkan Sekolah Inklusif

Selain sebagai permainan, Inclusive Journey diproyeksikan menjadi sarana pembelajaran berkelanjutan yang bisa digunakan dalam kegiatan ekstrakurikuler atau program anti-bullying di sekolah-sekolah inklusi. Tim pengabdian UB berharap produk ini dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan karakter untuk mendukung gerakan nasional Sekolah Ramah Anak.

“Produk ini tidak berhenti sebagai permainan semata, tetapi menjadi sarana pembelajaran yang bisa digunakan secara berkelanjutan di sekolah-sekolah. Harapannya, Inclusive Journey bisa menjadi bagian dari upaya nyata menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan ramah bagi semua anak,” tambah Ridwan.

Lebih jauh, tim pengabdian Psikologi UB juga membuka peluang kolaborasi dengan dinas pendidikan serta sekolah mitra di Kota Malang untuk memperluas jangkauan penerapan board game ini. Ke depan, mereka berencana mengembangkan versi digital agar dapat diakses lebih luas oleh sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Dengan pendekatan yang inovatif, Inclusive Journey bukan hanya mengajarkan anak-anak tentang arti empati dan keberanian, tetapi juga memperkuat kesadaran sosial bahwa setiap anak — dengan segala perbedaannya — berhak untuk diterima dan dihargai. Program ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan inklusif dapat dimulai dari hal sederhana: sebuah permainan yang membuka hati dan pikiran sejak usia dini.(din)

Post Views: 179
Tags: anti perundunganboard game edukatifempati anakInklusiinklusif educationpendidikanPengabdian Masyarakatpsikologi ubsekolah ramah disabilitasuniversitas brawijaya
Previous Post

Dosen Ilmu Ekonomi UB Berpartisipasi dalam Joint Conference ICSED 2025 di UMT Malaysia, Bahas Isu Blue Economy dan Ketimpangan Global South

Next Post

FISIP UB Hidupkan Panggung Demokrasi, Aspirasi Mahasiswa Lawan Krisis Politik

Dinia

Dinia

Next Post
FISIP UB Hidupkan Panggung Demokrasi, Aspirasi Mahasiswa Lawan Krisis Politik

FISIP UB Hidupkan Panggung Demokrasi, Aspirasi Mahasiswa Lawan Krisis Politik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Transformasi FTP menjadi FTAB UB Perluas Cakupan Keilmuan

Transformasi FTP menjadi FTAB UB Perluas Cakupan Keilmuan

January 28, 2026
Dies Natalis ke-28 Tandai Transformasi FTP UB

Dies Natalis ke-28 Tandai Transformasi FTP UB

January 27, 2026
Berjaya di Shell Eco-marathon 2026, Tim Apatte62 Lolos ke Global Championship 2027

Berjaya di Shell Eco-marathon 2026, Tim Apatte62 Lolos ke Global Championship 2027

January 27, 2026
Perluas Penghijauan Kampus, UB Tanam Ratusan Pohon

Perluas Penghijauan Kampus, UB Tanam Ratusan Pohon

January 27, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025