Kanal24, Malang — Di tengah arus globalisasi yang menuntut kampus-kampus di Indonesia memperluas jejaring akademiknya, Universitas Brawijaya (UB) menunjukkan langkah strategis dalam memperkuat posisi di kancah internasional. Komitmen itu diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Istanbul Gelisim University (IGU), Turki, pada Selasa (8/10/2025) di kampus IGU, Istanbul.
Kerja sama ini menjadi tonggak penting bagi UB dalam memperluas kolaborasi lintas negara, sekaligus mendukung pencapaian target World Class University (WCU) dan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) bidang pendidikan.

MoU ini juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Dosen Berkarya (Dokar) 2025, sebuah program yang secara khusus mendorong internasionalisasi universitas melalui jejaring akademik dan riset kolaboratif.
Delegasi UB yang hadir dalam penandatanganan tersebut terdiri dari Prof. Dr. Dra. Ani Budi Astuti, M.Si., Dr. Suci Astutik, S.Si., M.Si., dan Dr. Evellin Dewi Lusiana, S.Si., M.Si., yang mewakili Program Studi Sarjana Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UB. Dua anggota lainnya, Luthfatul Amaliana, S.Si., M.Si. dan Rahma Fitriani, S.Si., M.Sc., Ph.D., turut berkontribusi dalam koordinasi kegiatan dari Indonesia.
“Kolaborasi ini membuka peluang besar untuk memperkaya ekosistem akademik UB melalui riset bersama, pengembangan kurikulum, dan pertukaran dosen-mahasiswa,” ujar Prof. Ani Budi Astuti, selaku tim delegasi UB dalam keterangan yang diterima Kanal24 (24/10/2025).
Ia menambahkan, kerja sama ini diharapkan mampu memperluas cakupan akademik UB, khususnya dalam bidang statistika, biostatistik, dan data science.
Melalui MoU ini, kedua universitas sepakat untuk mengembangkan sejumlah program bersama, seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian kolaboratif, pembimbingan bersama bagi mahasiswa pascasarjana, serta penyelenggaraan seminar dan konferensi internasional.
Tak hanya itu, UB dan IGU juga berencana merancang program pengajaran bersama, termasuk double degree, serta berbagi praktik terbaik dalam kurikulum dan pedagogi.
Langkah ini dinilai strategis, mengingat tantangan dunia akademik yang kini menuntut kolaborasi lintas batas disiplin dan geografis. Bagi UB, kerja sama dengan IGU menjadi momentum penting untuk memperkuat reputasi global, sekaligus memperluas akses bagi mahasiswa dan dosen dalam menjalin kemitraan internasional.
“Langkah ini menjadi jembatan untuk kolaborasi riset internasional dan pertukaran keilmuan di bidang statistika, biostatistik, dan data science,” tambah Dr. Evellin Dewi Lusiana.
Ia menegaskan, kerja sama dengan IGU bukan hanya simbolis, melainkan akan diikuti dengan kegiatan nyata yang memberi dampak akademik dan sosial.
Dengan penandatanganan MoU ini, Universitas Brawijaya semakin mantap memperluas kiprah globalnya sebagai perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kolaborasi lintas negara.
Melalui penguatan jaringan dengan universitas di Turki, UB menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan yang berdaya saing internasional.














