Kanal24, Malang — Di era pendidikan tinggi yang semakin terhubung lintas negara, membangun jejaring global menjadi kebutuhan. Universitas Brawijaya (UB) memahami hal itu dengan sangat baik. Melalui Program Dosen Berkarya (Dokar) 2025, UB berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi internasional dan memperluas kontribusi akademik di level global. Salah satu langkah strategisnya diwujudkan melalui pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Internasional (PKM-I) di Turki.
Kegiatan yang berlangsung di Istanbul pada 9 Oktober 2025 ini melibatkan mahasiswa Diaspora Indonesia yang tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Turki. Fokusnya ialah pemberdayaan mahasiswa Indonesia di luar negeri melalui peningkatan kompetensi Statistika dan Matematika — dua bidang ilmu yang menjadi fondasi penting dalam riset dan publikasi ilmiah modern.
Delegasi UB dalam kegiatan PKM-I ini terdiri dari Prof. Dr. Dra. Ani Budi Astuti, M.Si., Dr. Suci Astutik, S.Si., M.Si., dan Dr. Evellin Dewi Lusiana, S.Si., M.Si., dosen dari Program Studi Sarjana Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UB. Ketiganya selama ini dikenal aktif mengembangkan kegiatan pengabdian berbasis keilmuan statistika, data science, dan pemodelan matematis.
“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan statistika, tetapi merupakan bentuk nyata kehadiran UB dalam memberikan kontribusi pengetahuan dan semangat akademik bagi mahasiswa Indonesia di luar negeri,” ujar Prof. Dr. Dra. Ani Budi Astuti, M.Si.
Program PKM-I di Istanbul dirancang dengan pendekatan partisipatif melalui workshop, diskusi ilmiah, dan praktik langsung. Peserta yang merupakan mahasiswa magister dari berbagai universitas di Turki — seperti Istanbul University, Yildiz Technical University, dan Istanbul Gelisim University — mempelajari teknik analisis data kuantitatif dan inferensial, pemanfaatan software statistik seperti R dan Microsoft Excel, serta pengenalan metode Bayesian Statistics dan data modeling.Selain itu, mereka juga mendapatkan pembekalan tentang strategi penulisan artikel ilmiah internasional.
“Kami merasa sangat terbantu dengan kegiatan ini, terutama dalam memahami cara menganalisis data tesis dan mempersiapkan publikasi ilmiah yang berkualitas,” ungkap salah satu mahasiswa diaspora Indonesia di Istanbul.
Kegiatan PKM-I ini memiliki tujuan strategis: meningkatkan literasi data, mempercepat penyelesaian studi magister, serta mendorong produktivitas publikasi ilmiah internasional mahasiswa diaspora. Lebih jauh lagi, kegiatan ini membangun sinergi antara UB dan komunitas akademik Indonesia di luar negeri, memperkuat diplomasi pendidikan global, serta menunjukkan peran UB sebagai mitra aktif dalam ekosistem akademik internasional.
Tak hanya berhenti di sana, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian kerja sama internasional yang tengah digalakkan UB. Sebelumnya, delegasi yang sama telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Istanbul Gelisim University untuk kolaborasi di bidang penelitian, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta penyelenggaraan seminar internasional bersama.
Melalui sinergi antara Program Dokar, PKM-I, dan kerja sama lintas negara, UB terus memperluas kontribusi tridarma perguruan tinggi ke tingkat global. “Kegiatan ini memperkuat semangat UB untuk terus berperan aktif di kancah internasional, membawa semangat keilmuan Indonesia ke dunia,” tutur Dr. Suci Astutik, M.Si.
Langkah ini menjadi bukti bahwa internasionalisasi menjadi komitmen Universitas Brawijaya untuk menghadirkan dampak akademik dan sosial yang melampaui batas geografis. UB terus bergerak membawa ilmu pengetahuan Indonesia menuju panggung dunia — dengan kolaborasi, pengabdian, dan semangat berbagi yang mendunia.(Din)














