Kanal24, Malang – Pengabdian panjang para dosen dan tenaga kependidikan Universitas Brawijaya (UB) menjadi fondasi kokoh bagi perjalanan universitas menuju predikat kampus kelas dunia. Dalam suasana kekeluargaan, UB melalui Direktorat Sumber Daya Manusia (SDM) menggelar acara Penyerahan Tali Asih Purna Tugas Tahun 2024, Selasa (11/11/2025) di Gedung Rektorat Lantai 1.
Momentum ini menjadi bentuk apresiasi dan refleksi atas dedikasi puluhan tahun yang telah mengantarkan UB menjadi institusi pendidikan unggul dan disegani. Di tengah derasnya arus regenerasi dan tantangan global, UB menegaskan bahwa para purna tugas tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga besar kampus, yang jejak pengabdiannya akan terus hidup dalam setiap langkah universitas ke depan.
Mengabdi dengan Hati, Meninggalkan Warisan untuk Generasi
Rektor UB Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc. menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pegawai yang memasuki masa purna tugas. Menurutnya, kemajuan UB hari ini tidak mungkin tercapai tanpa kerja keras dan komitmen para pendahulu yang mendedikasikan hidupnya untuk membangun universitas sejak masa-masa awal.

“Kita mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pegawai yang sudah purna tugas. Tanpa dedikasi beliau-beliau, UB tidak akan sebesar sekarang. Mereka adalah pondasi yang membuat universitas ini berdiri kokoh,” ujar Prof. Widodo.
Ia menambahkan, semangat para pegawai senior yang bekerja bukan semata untuk gaji, melainkan untuk berkarya dan meninggalkan warisan berharga bagi generasi berikutnya, patut dijadikan teladan bagi sivitas akademika UB saat ini. “Kita bekerja bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk membangun masa depan. Pengabdian mereka adalah inspirasi bagi kita semua,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menegaskan bahwa para purna tugas tetap menjadi bagian penting dari UB. Melalui wadah Ikatan Pensiunan Universitas Brawijaya (IPUB), mereka diharapkan terus dapat berkontribusi melalui pengalaman dan keahlian yang dimiliki.

Apresiasi atas Dedikasi Puluhan Tahun
Sementara itu Direktur Direktorat SDM UB, Prof. Dr. Sukarmi, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa penyerahan tali asih merupakan bentuk penghargaan tulus dari universitas kepada para pegawai yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun. Tahun ini, total terdapat 100 pegawai purna tugas, terdiri atas 51 dosen dan 49 tenaga kependidikan dari berbagai fakultas dan unit kerja di lingkungan UB.
“Para pegawai yang purna tugas ini adalah aset berharga UB. Waktu yang mereka abdikan—25 hingga lebih dari 40 tahun—menjadi amunisi moral bagi generasi penerus untuk terus membawa UB menuju peringkat 500 universitas terbaik dunia,” ujar Prof. Sukarmi.
Ia menjelaskan, program tali asih merupakan bagian dari sistem manajemen kepegawaian yang menyeluruh, dari proses rekrutmen hingga masa purna tugas. Selain memberikan penghargaan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan kekeluargaan antarpegawai lintas generasi. “Mereka yang pensiun tetap bagian dari keluarga besar UB. Kami ingin memastikan kontribusi dan semangat mereka tidak berhenti di sini,” tegasnya.

Harapan dari Para Purna Tugas
Salah satu guru besar purna tugas, Prof. Sutiman Bambang Sumitro dari Fakultas MIPA, yang telah mengabdi selama 44 tahun, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian universitas. “Saya menyaksikan sendiri bagaimana UB berkembang dari masa ke masa. Acara seperti ini sangat berarti, karena menunjukkan bahwa hubungan kita dengan kampus tidak pernah putus,” ujarnya.
Senada, Welmin Sunyi Ariningsih, M.Lib, purna tugas UB tahun 2016, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk penghargaan yang memanusiakan dan mempererat ikatan emosional antarpegawai. “Kami semua pasti akan pensiun, tapi yang penting adalah bagaimana tetap sehat, bahagia, dan terus bermanfaat. Pensiun bukan akhir, tapi babak baru untuk berkarya,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, UB tidak hanya memberikan penghargaan simbolik, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk menjaga nilai-nilai kebersamaan, dedikasi, dan pengabdian. Semangat para purna tugas menjadi pengingat bahwa kemajuan universitas bukan hanya ditentukan oleh kebijakan dan teknologi, tetapi juga oleh manusia-manusia yang bekerja dengan hati.(Din/Tia)














