Kanal24, Malang – Perkembangan teknologi informasi mendorong perguruan tinggi untuk terus menghadirkan layanan literasi digital yang memudahkan mahasiswa dan peneliti dalam mengakses referensi ilmiah berkualitas. Universitas Brawijaya (UB), sebagai salah satu kampus dengan komitmen tinggi pada penguatan kultur riset, kembali menegaskan pentingnya penggunaan e-resources yang telah dilanggan melalui kegiatan bimbingan teknis pemanfaatan sumber referensi digital. Kegiatan ini menjadi latar belakang penting munculnya kebutuhan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan menavigasi platform ilmiah modern, sehingga proses penelitian dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terarah.
Kegiatan bertajuk Bimbingan Teknis Pemanfaatan E-Resources untuk Penelitian ini diselenggarakan di lingkungan Perpustakaan Universitas Brawijaya, pada Selasa (18/11/2025). Acara ini ditujukan bagi mahasiswa pascasarjana dan peneliti lintas fakultas yang membutuhkan pendalaman pemanfaatan platform referensi digital serta pengenalan fitur-fitur baru yang kini semakin terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan.
Baca juga:
Perkuat Riset Laut, 9 Mahasiswa FPIK UB Ikuti Student Outbond 2025 di Universiti Malaysia Sabah

Fitur Scopus AI hingga Tools Consensus
Dalam kegiatan tersebut, materi utama disampaikan oleh Pitoyo Widhi Atmoko, S.Si., M.Si., selaku Sekretaris Perpustakaan UB yang menyoroti pentingnya optimalisasi e-resources, khususnya platform Scopus dan inovasi terbaru Scopus AI. Pitoyo menjelaskan bahwa Scopus merupakan salah satu basis data ilmiah paling besar yang telah dilanggan UB, sehingga wajib dimanfaatkan oleh seluruh civitas akademika.
Scopus AI, menurut Pitoyo, memungkinkan mahasiswa mencari referensi akademik hanya dengan memasukkan kalimat dalam bahasa sehari-hari. Pencarian tidak lagi harus menggunakan operator Boolean atau sintaks kompleks. āScopus AI ini salah satu fitur yang memudahkan proses pencarian karena cukup memasukkan kata atau kalimat layaknya kita ngobrol dengan teman,ā jelasnya.
Selain Scopus, ia juga memperkenalkan Consensus, sebuah tools yang dapat menyaring referensi secara khusus berdasarkan tahun publikasi, peringkat jurnal mulai dari Q1 hingga Q4, hingga kategori open access. Konsensus dinilai sangat membantu mahasiswa dalam mempercepat pengumpulan literatur berkualitas dan memastikan referensi yang digunakan relevan serta dapat diunduh dalam bentuk PDF.
Pitoyo menegaskan bahwa UB telah mengalokasikan anggaran hampir Rp13 miliar per tahun untuk berlangganan e-resources, sehingga pemanfaatannya harus dioptimalkan. Ia juga mendorong mahasiswa untuk menggabungkan hasil pencarian dari Scopus dan Consensus dengan manajer referensi seperti Mendeley, agar tulisan ilmiah lebih terstruktur, rapi, dan sesuai standar publikasi internasional.
Manfaat Pelatihan bagi Peserta: Testimoni Mahasiswa Pascasarjana
Salah satu peserta yang turut hadir, Umbu P. L. Dawa, mahasiswa program doktoral dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Wijaya, memberikan apresiasi mendalam terhadap pelatihan ini. Ia menilai kegiatan tersebut sangat relevan bagi peneliti yang sedang menyusun disertasi.
āSebelum pelatihan ini, kami sudah mencoba mencari referensi melalui website. Namun ternyata Consensus ini jauh lebih membantu, terutama untuk mendapatkan referensi yang sesuai dan faktor pendukung penelitian,ā ujar Umbu. Ia menambahkan bahwa panduan dan penjelasan pada sesi pelatihan membuat proses akses daftar pustaka menjadi jauh lebih mudah dan efisien.
Umbu juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan tidak terbatas pada satu kesempatan saja. Menurutnya, pelatihan mengenai akses referensi digital memiliki dampak besar dalam meningkatkan kualitas penelitian mahasiswa, sehingga layak diperluas di UB dan juga di berbagai universitas lain di Indonesia.

Optimalisasi Layanan untuk Mendorong Budaya Riset
Secara keseluruhan, kegiatan Bimbingan Teknis Pemanfaatan E-Resources ini menjadi momentum penting dalam mendorong budaya penelitian berbasis teknologi informasi di Universitas Brawijaya. Dengan menghadirkan fitur-fitur mutakhir seperti Scopus AI dan Consensus, Perpustakaan UB menunjukkan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan digital guna mendukung peningkatan kualitas karya ilmiah mahasiswa.
Pitoyo menutup sesi pemaparan dengan mengajak seluruh peserta untuk rutin datang ke perpustakaan dan memanfaatkan setiap layanan yang tersedia. āGunakan fitur yang ada, optimalkan akses referensi, dan hasil penelitian akan menjadi lebih berkualitas,ā ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperluas literasi digital akademik dan memperkuat posisi UB sebagai kampus riset unggulan di Indonesia. (nid/dht)














