Kanal24, Malang – Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB) terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola keuangannya seiring berkembangnya tuntutan layanan kesehatan, pendidikan, dan penelitian. Sebagai rumah sakit pendidikan, RSUB memiliki struktur organisasi yang kompleks dan membutuhkan sistem keuangan yang adaptif serta mampu menjawab kebutuhan operasional secara cepat dan akurat. Selama beberapa tahun terakhir, sistem keuangan RSUB masih mengandalkan Sistem Informasi Keuangan Universitas Brawijaya (SIMKEU UB) yang bersifat birokratis.
Kondisi tersebut mendorong adanya kebutuhan akan pedoman penatausahaan keuangan yang lebih mandiri, fleksibel, dan berorientasi pada karakteristik rumah sakit modern. Berangkat dari kebutuhan itu, tim dosen dan mahasiswa Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) hadir melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) untuk memberikan pendampingan strategis dalam perbaikan sistem keuangan RSUB.
Baca juga:
DW Indonesia dan FISIP UB Sinergi Bangun Ketahanan Digital
Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan bertajuk Pendampingan Penyusunan Pedoman Penatausahaan Keuangan RS Universitas Brawijaya dilaksanakan di lingkungan RSUB mulai Mei hingga Oktober 2025. Program ini melibatkan tim akademisi dari FEB UB dan peserta dari unsur manajemen, staf keuangan, serta administrasi rumah sakit. Melalui pendekatan kolaboratif, kegiatan tersebut difokuskan pada analisis kebutuhan sistem keuangan, perumusan pedoman baru, hingga implementasi teknologi akuntansi berbasis cloud.
Selama enam bulan pelaksanaannya, tim pengabdian secara aktif melakukan diskusi, asesmen lapangan, dan pelatihan untuk memastikan model penatausahaan keuangan yang dihasilkan selaras dengan kebutuhan RSUB. Proses ini juga diiringi evaluasi berkelanjutan agar setiap rancangan kebijakan dapat diterapkan secara efektif dan konsisten.
Penguatan Kebijakan dan Teknologi Keuangan
Dalam kegiatan pendampingan tersebut, tim FEB UB menghadirkan para dosen ahli bidang akuntansi publik dan sistem informasi akuntansi. Mereka menyampaikan materi terkait konsep tata kelola keuangan rumah sakit, pemetaan risiko, penguatan sistem pencatatan transaksi, hingga penerapan teknologi cloud accounting yang sesuai standar. Salah satu fokus utamanya adalah penggunaan Accurate Online sebagai sistem akuntansi berbasis cloud yang lebih adaptif dibandingkan sistem lama.
Wakil Direktur Keuangan RSUB, Ubaidillah, SE., M.Sc., Ak., SAS., CA., CPA., menjadi salah satu narasumber kunci yang memberikan gambaran kondisi keuangan RSUB sekaligus harapan terhadap implementasi pedoman baru. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas pendampingan tim akademisi. āPendampingan yang dilakukan tim FEB UB sangat membantu kami dalam memperbaiki sistem pengelolaan keuangan agar lebih efisien dan akuntabel,ā ujarnya. Ia juga menambahkan, āKami berharap inisiatif ini dapat menjadi pondasi penting menuju tata kelola keuangan RSUB yang mandiri, transparan, dan profesional.ā
Ubaidillah menegaskan bahwa kebutuhan fleksibilitas dalam pengelolaan operasional tidak dapat lagi sepenuhnya bergantung pada sistem universitas. Oleh karena itu, integrasi antara pedoman kebijakan dan sistem berbasis cloud menjadi langkah penting untuk mempercepat proses administrasi dan meningkatkan kualitas laporan keuangan.
Implementasi dan Penguatan Sistem Keuangan RSUB
Pendampingan FEB UB tidak hanya terbatas pada penyusunan pedoman, tetapi juga mendampingi RSUB dalam proses implementasi dan adaptasi teknologi. Pelatihan diberikan kepada seluruh staf keuangan dan administrasi agar mereka mampu mengoperasikan Accurate Online serta memahami alur kerja baru sesuai pedoman yang disusun. Dengan demikian, perubahan tidak berhenti pada dokumen kebijakan, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam aktivitas operasional harian rumah sakit.
Selain itu, tim pengabdian melakukan validasi terhadap prosedur keuangan yang sudah berjalan untuk memastikan bahwa setiap proses transaksi tercatat secara lengkap, tepat waktu, dan sesuai standar akuntansi. Pendekatan partisipatif ini memungkinkan staf RSUB untuk memberikan masukan langsung, sehingga pedoman yang dihasilkan bersifat realistis dan aplikatif di lapangan.
Menuju Tata Kelola Keuangan Berkelanjutan
Model tata kelola keuangan baru yang dikembangkan melalui PKM ini diharapkan menjadi contoh sistem berkelanjutan bagi rumah sakit pendidikan di Indonesia. Dengan adanya pedoman yang lebih adaptif dan teknologi yang mendukung integrasi data secara real-time, RSUB dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan sekaligus memperkuat akuntabilitas publik.
Kegiatan PKM ini juga menegaskan komitmen FEB UB dalam mendukung pembangunan institusi layanan kesehatan dan pendidikan melalui kolaborasi yang aplikatif. Melalui kegiatan ini, kapasitas sumber daya manusia RSUB meningkat, kebijakan menjadi lebih komprehensif, dan pemanfaatan teknologi semakin optimal. Upaya bersama ini menjadi fondasi penting bagi RSUB untuk mencapai sistem keuangan yang profesional dan berstandar nasional. (nid)














