Kanal24, Malang – Universitas Brawijaya terus memperkuat arah kebijakan kemahasiswaan menyongsong tantangan akademik dan profesional yang semakin kompleks. Hal ini merupakan Program Prioritas Rektor 2025 Bidang Kemahasiswaan yang ditanggapi langsung oleh Direktorat Kemahasiswaan UB di lantai 3 Gedung Rektorat UB pada Senin (24/11/2025).
Tanggaapan ini menjadi ruang bagi mahasiswa, pimpinan fakultas, serta pengelola program untuk memahami arah utama pengembangan kemahasiswaan yang akan diperkuat pada tahun 2025. Dr. Sujarwo, S.P., M.P., Direktur Direktorat Kemahasiswaan memaparkan strategi besar yang akan menjadi landasan pembinaan mahasiswa di tahun akademik mendatang.
Fokus pada Riset, Publikasi, dan Reputasi Kampus
Dalam paparannya, Dr. Sujarwo menegaskan bahwa Program Prioritas Rektor 2025 diarahkan untuk memperkuat reputasi akademik Universitas Brawijaya, khususnya melalui riset dan publikasi ilmiah. Ia menyebutkan bahwa empat elemen utamaāstartup, riset, hibah penelitian, publikasi, dan prestasiāmenjadi fokus strategis untuk mendorong mahasiswa berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan inovasi.
Baca juga:
UB Luncurkan Batikpedia, Platform Pelindung Warisan Batik Nusantara
āProgram prioritas Rektor itu sebenarnya lebih pada penguatan riset dan publikasi, tetapi untuk menuju ke sana environment-nya di kemahasiswaan juga ditata. Ada program terkait startup, hibah research, reward publikasi, dan prestasi. Empat elemen itu masuk dalam program prioritas 2025,ā ungkapnya.
Sujarwo menambahkan bahwa arah kebijakan tersebut diperkuat pada tahun 2025 dan juga akan dilanjutkan pada 2026.
Kolaborasi Fakultas dan Universitas dalam Pengelolaan Program
Kolaborasi lintas unit menjadi kunci keberhasilan implementasi program. Direktorat Kemahasiswaan bekerja sama dengan forum BD3 dan pengelola kemahasiswaan fakultas dalam pemerataan akses program, penilaian proposal, hingga pendampingan mahasiswa.
āPengelolaan dana di level fakultas dan universitas itu sebenarnya sangat cair sehingga kolaborasi antara Direktorat dengan forum BD3 itu yang nanti akan kita lakukan untuk pemerataan maupun membangkitkan semangat mahasiswa,ā jelas Dr. Sujarwo.
Ia juga menegaskan bahwa program kemahasiswaan fokus pada minat bakat dan juga aspek penalaran yang diarahkan untuk menghasilkan publikasi ilmiah serta pengembangan ide-ide inovatif.
Mekanisme Penilaian: Hibah, Prestasi, dan Startup
Direktorat Kemahasiswaan telah mempublikasi seluruh jadwal dan mekanisme program melalui laman resminya. Proses penilaian melibatkan reviewer ahli dan dosen terkait untuk memastikan kualitas serta objektivitas seleksi.
āUntuk hibah penelitian sudah ada juknisnya, untuk reward prestasi juga ada faktornya. Semua proses ada mekanisme penilaiannya sehingga kita bisa memberikan fairness yang terbaik,ā tuturnya.
Sujarwo menekankan bahwa tujuan utama program bukan sekadar lolos atau tidak lolos pendanaan, melainkan membangun perspektif mahasiswa agar riset dan pengembangan diri menjadi bagian dari kontribusi nyata terhadap reputasi universitas.
Soft Skill, Mental Health, dan Kesiapan Masa Depan
Selain empat program utama tahun 2025, Sujarwo menyampaikan bahwa aspek soft skill dan kesehatan mental mahasiswa juga akan menjadi prioritas pada tahun 2026. Peningkatan kapasitas mahasiswa sebagai job creator melalui pengembangan kewirausahaan menjadi elemen penting.
āMahasiswa tidak hanya fokus pada job seeker tetapi harus job creator. Maka kewirausahaan juga menjadi targetnya, sehingga startup masuk dalam program prioritas,ā tegasnya.
Ia menutup sesi dengan pesan motivatif agar mahasiswa terus mengembangkan diri secara optimal.
āTantangan ke depan semakin kompleks. Adik-adik harus mengembangkan kompetensi hard skill dan soft skill, membangun ide ilmiah atau bisnis, dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Tidak ada waktu untuk bersantai-santai.ā
Membangun Ekosistem Kemahasiswaan yang Berdaya Saing
Acara ini menegaskan komitmen Universitas Brawijaya dalam menciptakan ekosistem kemahasiswaan yang adaptif, produktif, dan berorientasi masa depan. Melalui penguatan riset, publikasi, kewirausahaan, prestasi, serta kesehatan mental, Program Prioritas Rektor 2025 diharapkan menjadi fondasi bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan global dan berkontribusi pada reputasi universitas. (nid/dpa)














