Kanal24, Malang – Komitmen perguruan tinggi dalam mendorong budaya transparansi dan tata kelola yang akuntabel terus diperkuat melalui berbagai inisiatif kolaboratif. Di tengah tuntutan publik terhadap akses informasi yang semakin terbuka, mahasiswa kini didorong berperan aktif sebagai agen literasi keterbukaan informasi di lingkungan kampus.
Momentum tersebut tercermin dalam gelaran Anugerah Duta Keterbukaan Informasi Publik PTN Nasional Tahun 2025 yang dilaksanakan pada Jumat (5/12/2025) di Aula Gedung A Lantai 2 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya (UB) berkolaborasi dengan Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Baca juga:
Pesona Visual Mahasiswa FIB UB Pukau Pengunjung

Acara ini menjadi babak final dari rangkaian panjang seleksi Duta Keterbukaan Informasi Publik yang telah berlangsung sejak beberapa bulan sebelumnya. Rangkaian kegiatan dimulai dari tahap rekrutmen terbuka bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri, dilanjutkan dengan pendidikan dan pelatihan secara daring, tes tulis pemahaman regulasi keterbukaan informasi, hingga tantangan pembuatan video edukasi berdurasi tiga menit.
Dari lebih dari 100 peserta yang mendaftar dari berbagai daerah, panitia menyeleksi hingga tersisa 14 perguruan tinggi negeri dengan total 30 finalis yang berhak tampil di babak debat nasional. Para finalis berasal dari beragam wilayah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga Pulau Jawa, mencerminkan antusiasme nasional terhadap isu transparansi di lingkungan pendidikan tinggi.
Universitas Brawijaya sebagai tuan rumah menegaskan posisinya sebagai salah satu kampus yang konsisten mengembangkan inovasi di bidang keterbukaan informasi publik. Program Duta Keterbukaan Informasi yang awalnya hanya digelar di tingkat internal UB sejak 2022, kini berkembang menjadi ajang nasional yang melibatkan puluhan perguruan tinggi negeri.
Ketua Komisi Informasi Jawa Timur, Edi Purwanto, S.Psi., M.Si., mengapresiasi inisiatif kolaboratif antarperguruan tinggi ini. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan komunikasi dan argumentasi mahasiswa, tetapi juga membangun kesadaran kritis generasi muda dalam mengawal transparansi lembaga publik.
“Kegiatan seperti ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk belajar langsung tentang keterbukaan informasi dan peran mereka dalam demokrasi,” ujarnya.
Melalui ajang ini, diharapkan lahir duta-duta keterbukaan informasi yang mampu menjadi penggerak di kampus masing-masing, sekaligus mendorong terciptanya tata kelola perguruan tinggi yang semakin terbuka, akuntabel, dan partisipatif. (nid/tia/din)














