Kanal24, Malang – Penguatan tata kelola akademik dan perluasan kolaborasi antarfakultas menjadi fokus utama dalam Kunjungan Studi Banding Senat Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) ke Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB). Kegiatan ini digelar pada Jumat, (12/12/2025), di Auditorium Lantai 8 Gedung 5 UB, dan diselenggarakan oleh Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya.
Kunjungan ini menjadi ruang strategis untuk saling berbagi praktik baik dalam pengelolaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat jejaring antarperguruan tinggi unggulan di bidang peternakan.
Ketua Senat Fapet UB, Prof. Dr. Ir. Trinil Susilawati, MS., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa hubungan antara UB dan UGM sejatinya telah terjalin kuat secara personal maupun institusional, mengingat banyak dosen Fapet UB merupakan alumni UGM jenjang magister dan doktoral. Menurutnya, kunjungan ini menjadi forum terbuka untuk saling belajar, tidak hanya membahas keunggulan, tetapi juga keterbatasan masing-masing institusi.

“Melalui kunjungan ini kami saling bertanya dan berbagi secara terbuka, mulai dari pengelolaan pendidikan, penelitian, pengabdian, hingga pendanaan dan manajemen jumlah mahasiswa. Harapannya, kolaborasi yang sudah ada bisa semakin diperkuat, karena yang kuat seharusnya berkolaborasi dengan yang sama-sama kuat,” ujarnya.
Dari pihak UGM, Sekretaris Senat Fapet UGM, Prof. Dr. Ir. Budi Prasetyo Widyobroto, menyampaikan bahwa studi banding ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana pembelajaran institusional. Ia menilai Fapet UB memiliki keunggulan komparatif, terutama dalam tata kelola organisasi yang lebih sederhana dan efisien.
“UB hanya memiliki satu departemen dengan pengelompokan bidang minat ilmu, sementara di UGM terdapat enam departemen. Model ini menarik untuk kami pelajari dari sisi efisiensi tata kelola,” jelasnya. Ia juga menyoroti terobosan UB dalam membuka Program Studi Peternakan Cerdas, yang dinilai relevan dengan arah pengembangan keilmuan masa depan berbasis teknologi dan inovasi.

Senada, Dekan Fapet UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa kunjungan studi banding merupakan agenda rutin tahunan Fakultas Peternakan UGM sebagai bagian dari evaluasi dan pengembangan akademik. Pemilihan Universitas Brawijaya, menurutnya, didasarkan pada kesamaan bidang keilmuan serta reputasi UB sebagai salah satu fakultas peternakan terdepan di Indonesia.
“Kami ingin saling melengkapi kekurangan dan mencontoh hal-hal baik untuk meningkatkan kualitas institusi masing-masing. Ke depan, kami berharap ada kunjungan balasan, workshop bersama, serta penguatan kerja sama di bidang akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Melalui kunjungan ini, UB dan UGM menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi pendidikan tinggi peternakan nasional. Kolaborasi antarinstitusi dinilai menjadi kunci dalam menjawab tantangan global sektor peternakan, sekaligus mendorong inovasi dan kebijakan berbasis keilmuan yang berkelanjutan.(Din/Dht)














