Kanal24, Malang – Prestasi akademik di tingkat internasional kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Brawijaya sebagai wujud komitmen generasi muda dalam berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi global. Melalui ajang kompetisi ilmiah internasional, mahasiswa tidak hanya diuji dari sisi kemampuan riset dan penulisan, tetapi juga ketajaman gagasan serta relevansinya terhadap isu strategis dunia, termasuk pendidikan dan teknologi.
Prestasi tersebut diraih dalam kompetisi internasional penulisan research paper yang diselenggarakan oleh Student Exchange Abroad dan dilaksanakan di National University of Singapore (NUS), Singapura, pada Kamis (18/12/2025). Dalam ajang ini, tiga mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Universitas Brawijaya, yakni Bintang Corvi Diphda, Andrew Elnathan, dan Sultan Baariq Hafizh, berhasil meraih 2nd Place Winner sekaligus Judgeās Choice Award, mengungguli dan bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi ternama dunia.
Baca juga:
Mahasiswa PWK FT UB Uji Mental Bisnis Lewat Pekan Kewirausahaan 2025

Ajang Internasional Pertukaran Gagasan Akademik
Kompetisi ini menjadi ruang pertemuan mahasiswa dari berbagai negara untuk saling bertukar ide dan perspektif akademik, khususnya terkait isu-isu pendidikan global. Peserta datang dari beragam institusi pendidikan internasional, di antaranya Monash University, Australia, dan Universitas Teknologi MARA, Malaysia. Keberagaman latar belakang tersebut menjadikan kompetisi ini tidak hanya sebagai perlombaan, tetapi juga forum diskusi ilmiah lintas budaya dan disiplin.
Dalam konteks tersebut, keikutsertaan mahasiswa Universitas Brawijaya menunjukkan daya saing akademik yang kuat. Ketiga mahasiswa Hubungan Internasional ini mampu menempatkan isu pendidikan Indonesia dalam percakapan global, sekaligus menawarkan solusi inovatif yang relevan dengan tantangan pembelajaran masa kini.
LENTERA AI dan Inovasi Pembelajaran Adaptif
Dalam kompetisi tersebut, Bintang, Andrew, dan Sultan berkolaborasi sebagai satu tim dengan mengajukan esai berjudul āLENTERA AI for Indonesiaās Pembelajaran Mendalam Implementation: Adaptive Learning with ANN, Predictive Modelling, Dataset Classification, and Evaluation Metrics.ā Melalui karya ini, mereka menawarkan rancangan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung implementasi pembelajaran mendalam di Indonesia, khususnya pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Gagasan utama LENTERA AI menempatkan AI sebagai sistem pendukung pembelajaran yang adaptif, yang mampu menyesuaikan proses belajar dengan kebutuhan masing-masing siswa. Pendekatan ini dipandang sejalan dengan arah kebijakan pendidikan nasional yang menekankan penguatan pemahaman konsep, kemampuan berpikir kritis, serta pembelajaran yang bermakna. Dengan sistem adaptif, siswa tidak dipaksa mengikuti ritme belajar yang seragam, melainkan diberi ruang untuk berkembang sesuai kemampuan dan tahapan pemahamannya.
Pendekatan Teknis Berbasis Artificial Neural Network
Salah satu aspek penting dalam esai tersebut adalah penggunaan Artificial Neural Network (ANN) sebagai fondasi teknologi. ANN digunakan untuk mengenali pola pembelajaran siswa berdasarkan data yang tersedia, sehingga sistem dapat memetakan area yang telah dikuasai maupun yang masih memerlukan penguatan. Melalui pemetaan ini, AI dapat memberikan rekomendasi materi, latihan, dan metode belajar yang lebih tepat sasaran.
Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan kondisi pendidikan dasar dan menengah di Indonesia yang sangat beragam, baik dari sisi kemampuan akademik, latar belakang sosial, maupun akses terhadap sumber belajar. Dengan dukungan ANN, LENTERA AI diproyeksikan mampu menjadi alat bantu yang sensitif terhadap keragaman tersebut.
Prediksi, Evaluasi, dan Peran Pendidik
Selain ANN, tim juga mengintegrasikan predictive modelling dalam gagasan mereka. Model ini dirancang untuk memprediksi potensi tantangan belajar, seperti penurunan performa siswa pada topik tertentu atau risiko ketertinggalan pada materi prasyarat. Dengan prediksi dini, guru dan sekolah dapat melakukan intervensi lebih cepat melalui bimbingan tambahan, penguatan materi, atau penyesuaian strategi pembelajaran.
Aspek lain yang disoroti adalah pentingnya dataset classification dan evaluation metrics. Klasifikasi data dipandang krusial untuk menjaga keteraturan dan keamanan data pembelajaran, sementara metrik evaluasi digunakan untuk menilai kinerja sistem secara berkelanjutan. Evaluasi ini mencakup akurasi rekomendasi, efektivitas peningkatan pemahaman siswa, serta aspek keadilan agar penerapan AI tidak memperlebar kesenjangan belajar.
Penghargaan Judgeās Choice Award menunjukkan bahwa gagasan LENTERA AI memiliki daya tarik khusus bagi dewan juri, baik dari sisi kebaruan ide maupun potensi dampaknya. Sementara capaian 2nd Place Winner menegaskan kualitas riset dan penulisan yang mampu bersaing di tingkat global. Keberhasilan ini sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Brawijaya mampu berkontribusi dalam isu pendidikan dan teknologi melalui perspektif kebijakan, implementasi, dan dampak sosial yang luas.
Ke depan, gagasan LENTERA AI berpeluang dikembangkan melalui riset lanjutan dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan pendidikan. Dengan prinsip etika yang kuat, termasuk perlindungan data dan transparansi, inovasi ini berpotensi menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat kualitas pembelajaran di Indonesia. Prestasi yang diraih ketiga mahasiswa tersebut pun tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga membuka ruang kontribusi nyata bagi masa depan pendidikan yang lebih adaptif dan bermakna. (nid)














