Kanal24, Malang – Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, pemerintah memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) nasional berada dalam kondisi aman. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) usai melakukan peninjauan kesiapan pasokan energi di sejumlah fasilitas strategis distribusi BBM dan LPG.
Pemerintah menegaskan bahwa rata-rata cadangan BBM dan LPG nasional saat ini berada di atas standar minimum yang ditetapkan. Secara nasional, ketahanan stok energi tercatat mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga sekitar 20 hari ke depan, termasuk pada periode puncak mobilitas selama libur panjang akhir tahun.
Baca juga:
Disertasi Doktor Matematika FMIPA UB Kembangkan Model Bayesian untuk Prediksi Harga Beras Jawa Timur
Dalam peninjauan tersebut, Menteri ESDM menyampaikan bahwa pemerintah bersama badan usaha energi telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi lonjakan konsumsi BBM dan LPG. Hal ini penting mengingat tren peningkatan perjalanan masyarakat, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara, yang biasanya terjadi selama momen Nataru.
Cadangan BBM untuk berbagai jenis juga dinilai memadai. Untuk BBM jenis bensin, baik yang bersubsidi maupun non-subsidi, ketahanan stok berada pada kisaran 19 hingga lebih dari 30 hari. Sementara itu, stok solar dan avtur untuk kebutuhan transportasi logistik serta penerbangan juga dipastikan aman dan mampu menopang kebutuhan distribusi barang serta mobilitas penumpang selama liburan.
Tidak hanya BBM, ketersediaan LPG rumah tangga juga menjadi perhatian utama pemerintah. LPG, khususnya tabung 3 kilogram yang digunakan oleh masyarakat, dipastikan tersedia dalam jumlah cukup dan distribusinya berjalan normal. Pemerintah menekankan bahwa masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan karena pasokan LPG nasional berada dalam kondisi stabil.
Guna menjaga kelancaran distribusi, pemerintah bersama Pertamina dan pemangku kepentingan terkait telah mengaktifkan posko siaga Nataru sektor energi. Posko ini berfungsi untuk memantau kondisi stok, distribusi, serta merespons cepat jika terjadi gangguan pasokan di lapangan. Selain itu, pemantauan intensif juga dilakukan di wilayah-wilayah dengan potensi lonjakan konsumsi tinggi, seperti jalur wisata, kawasan padat penduduk, dan daerah tujuan mudik.
Langkah antisipasi turut mencakup penambahan layanan distribusi, penguatan pasokan di terminal BBM strategis, serta kesiapsiagaan armada pengangkut untuk memastikan BBM dan LPG dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil dan rawan bencana. Pemerintah juga memastikan koordinasi lintas sektor berjalan optimal agar distribusi energi tidak terhambat oleh faktor cuaca maupun kondisi geografis.
Menteri ESDM menegaskan bahwa ketersediaan energi selama Nataru merupakan prioritas nasional karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan kenyamanan masyarakat. Stabilitas pasokan BBM dan LPG diharapkan dapat mendukung kelancaran arus liburan, aktivitas pariwisata, serta distribusi logistik di seluruh Indonesia.
Di akhir keterangannya, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menggunakan energi selama masa libur panjang. Dengan perencanaan yang matang, pengawasan berlapis, serta kesiapan infrastruktur energi nasional, pemerintah optimistis kebutuhan BBM dan LPG masyarakat selama Nataru dapat terpenuhi tanpa kendala berarti. (nid)














