Kanal24, Malang – Upaya menghadirkan teknologi kecerdasan buatan yang berpihak pada kebutuhan guru dan siswa ditunjukkan dalam Sidang Disertasi Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya (FMIPA UB). Penelitian ini mengangkat analisis sistem penasehat pembelajaran berbasis Self-Organizing Map–m-Ary Tree (SOM-m-AT) untuk mendukung pembelajaran problem posing pada kalimat cerita aritmatika.
Sidang disertasi tersebut digelar di MIPA Center Universitas Brawijaya Selasa (6/1/2026). Promovendus dalam sidang ini adalah Tibyani, dosen Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Brawijaya, yang meneliti pemanfaatan teknologi komputasi cerdas untuk membantu guru memahami pola belajar siswa secara lebih presisi.
Dalam paparannya, Tibyani menjelaskan bahwa riset disertasinya berfokus pada pengembangan sistem penasehat pembelajaran berbasis teknologi SOM-m-Ary Tree. Sistem ini dirancang untuk membantu guru memberikan rekomendasi strategi belajar yang sesuai dengan kondisi siswa di dalam satu kelas, khususnya bagi siswa dengan capaian belajar terendah.
“Teknologi SOM-m-Ary Tree ini kami gunakan sebagai sistem penasehat pembelajaran bagi guru. Tujuannya membantu guru memahami posisi setiap siswa dalam satu kelas, terutama siswa dengan kemampuan paling rendah, sehingga guru dapat memberikan rekomendasi cara belajar yang lebih tepat,” ujar Tibyani.
Ia menjelaskan, sistem ini memanfaatkan data siswa yang terdiri dari 13 fitur pembelajaran. Data tersebut kemudian melalui proses reduksi dimensi dan pemetaan menggunakan metode SOM-m-Ary Tree untuk mengelompokkan siswa berdasarkan kedekatan pola belajar.
“Dari proses ini, kami bisa mengetahui siswa yang paling tertinggal dan siapa yang paling dekat secara karakteristik belajarnya. Dengan begitu, guru dapat menyusun pendekatan pembelajaran yang lebih efektif tanpa harus mengubah metode belajar secara drastis,” tambahnya.
Penelitian ini sebelumnya telah diaplikasikan pada konteks pendidikan di Jepang. Ke depan, Tibyani menargetkan pengembangan sistem serupa untuk diterapkan pada berbagai mata pelajaran, termasuk di lingkungan Universitas Brawijaya.
“Jika diterapkan di perguruan tinggi, mahasiswa dari semua mata kuliah juga dapat memanfaatkan sistem ini. Semakin banyak data yang digunakan, maka sistem akan semakin akurat dalam memberikan rekomendasi pembelajaran,” jelasnya.
Sementara itu, Promotor disertasi, Prof. Dr. Ir. Ni Wayan Surya Wardhani, M.S., menyampaikan bahwa penelitian Tibyani memiliki nilai kebaruan dan kedalaman yang kuat, meskipun melalui proses yang panjang dan penuh tantangan.
Ia menilai topik penelitian tersebut relevan dengan tuntutan disertasi doktoral yang menuntut kedalaman kajian. Meski demikian, ia mendorong agar penelitian ini terus dikembangkan agar memiliki dampak yang lebih luas.
“Judul penelitiannya bagus dan relevan. Ke depan, masih perlu pendalaman agar tidak hanya berhenti pada aplikasi, tetapi juga penguatan aspek teoritisnya. Kami berharap hasil riset ini dapat dikembangkan dan benar-benar diterapkan untuk membantu guru SD,” katanya.
Prof. Ni Wayan juga berharap inovasi ini dapat diimplementasikan secara bertahap, dimulai dari lingkup lokal hingga nasional.
“Jika memungkinkan, pengembangan bisa dimulai di Kota Malang, kemudian Jawa Timur, dan pada akhirnya diterapkan secara nasional melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” pungkasnya.
Sidang disertasi ini menjadi salah satu contoh kontribusi riset Universitas Brawijaya dalam menjawab tantangan pendidikan melalui pendekatan teknologi cerdas, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat inovasi pembelajaran yang berdampak nyata bagi masyarakat.(Din/Nid)














