Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Glass Ceiling Hambat Karier Perempuan di Tempat Kerja

Einid Shandy by Einid Shandy
January 25, 2026
in Gaya Hidup
0
Glass Ceiling Hambat Karier Perempuan di Tempat Kerja

Perempuan pekerjan (Freepik)

5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang –  Glass ceiling atau “langit-langit kaca” kembali menjadi sorotan publik karena dampaknya yang nyata terhadap karier perempuan di berbagai sektor industri. Istilah ini merujuk pada hambatan tak terlihat yang menghalangi perempuan mencapai posisi puncak, meskipun mereka memiliki kualifikasi yang setara dengan rekan laki-laki.

Menurut sejumlah pakar human resources, meskipun perempuan telah menunjukkan kompetensi dan prestasi tinggi, mereka masih menghadapi batasan struktural yang membuat peluang untuk naik ke posisi kepemimpinan lebih sulit dibandingkan laki-laki.

Baca juga:
Motuba Murah Masih Jadi Andalan Gen Z untuk Mobilitas

Hambatan yang Tak Kasat Mata

Fenomena glass ceiling tidak muncul secara eksplisit melalui kebijakan perusahaan. Hambatan ini biasanya berupa budaya organisasi, stereotip gender, hingga bias tidak sadar yang memengaruhi keputusan promosi. Misalnya, perempuan sering dianggap kurang “siap” untuk mengambil peran strategis, padahal data kinerja menunjukkan sebaliknya.

Sebagai akibatnya, meskipun perempuan mendominasi di level operasional dan menengah, representasi mereka di jabatan eksekutif dan dewan direksi masih jauh lebih rendah dibandingkan laki-laki. Kondisi ini terlihat dari berbagai laporan statistik ketenagakerjaan yang menunjukkan keterbatasan perempuan untuk menembus jabatan puncak.

Dampak terhadap Karier dan Produktivitas

Fenomena glass ceiling berdampak tidak hanya pada individu, tetapi juga pada organisasi secara keseluruhan. Untuk perempuan, hambatan ini kerap menyebabkan stagnasi karier, rasa frustrasi, dan bahkan keputusan untuk keluar dari perusahaan. Situasi ini berdampak pada tingkat retensi talenta perempuan yang lebih rendah.

Secara organisasi, keberadaan hambatan tak terlihat tersebut berpotensi menghilangkan berbagai perspektif beragam dalam kepemimpinan. Beragam penelitian menunjukkan bahwa perusahaan dengan kepemimpinan inklusif, termasuk perempuan di posisi strategis, cenderung memiliki kinerja yang lebih baik.

Penyebab dan Pemicu Utama

Pakar menyoroti beberapa faktor yang memperkuat glass ceiling. Pertama, stereotip gender yang masih tertanam kuat di lingkungan kerja, seperti anggapan bahwa perempuan kurang tegas atau kurang fokus karena tanggung jawab keluarga. Kedua, kurangnya kebijakan fleksibilitas kerja yang mendukung perempuan menangani peran ganda sebagai profesional dan pengurus rumah tangga. Ketiga, minimnya program mentoring dan sponsorship khusus bagi perempuan untuk menyiapkan mereka ke jenjang eksekutif.

Upaya Perubahan yang Diperlukan

Untuk mengatasi fenomena ini, pakar menyarankan langkah-langkah konkret dari perusahaan. Pembentukan kebijakan yang mempromosikan kesetaraan gender, pelatihan bias tidak sadar untuk para manajer, serta penyediaan jalur karier yang transparan bagi perempuan disebut sebagai strategi penting.

Tidak kalah penting adalah dukungan pemberdayaan yang berkelanjutan, seperti program mentoring, jaringan profesional, serta kesempatan pelatihan kepemimpinan yang inklusif.

Tantangan ke Depan

Meskipun banyak perusahaan telah memperkenalkan inisiatif kesetaraan gender, glass ceiling tetap sulit dihapuskan karena berakar pada budaya organisasi dan persepsi sosial yang lebih luas. Perubahan membutuhkan komitmen jangka panjang dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemimpin perusahaan, profesional HR, serta pembuat kebijakan.

Dalam konteks global, beberapa negara telah menetapkan target atau kuota perempuan di posisi manajemen atas sebagai bagian dari strategi mempercepat representasi perempuan di ranah eksekutif. Di Indonesia, praktik serupa sedang mendapat perhatian di berbagai sektor, terutama perusahaan multinasional dan organisasi besar.

Fenomena glass ceiling menjadi pengingat bahwa kesetaraan gender di tempat kerja bukan sekadar slogan, tetapi realitas yang harus terus diperjuangkan. Menghapus batasan tak terlihat ini tidak hanya memberi ruang bagi perempuan untuk berkembang, tetapi juga memperkuat kualitas kepemimpinan organisasi secara keseluruhan. (qrn)

Post Views: 85
Tags: Glass CeilingKANAL24kanal24.co.idKarierKarier PerempuanPerempuan Pekerjaproduktivitasuniversitas brawijaya
Previous Post

Edi Purwanto Pimpin IKA FTP UB 2025-2029

Next Post

Menghadapi Kritik Awal Kerja dengan Dewasa

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Menghadapi Kritik Awal Kerja dengan Dewasa

Menghadapi Kritik Awal Kerja dengan Dewasa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Transformasi Pembelajaran Vokasi UB lewat LMS dan Generative AI

Transformasi Pembelajaran Vokasi UB lewat LMS dan Generative AI

January 28, 2026
Transformasi FTP menjadi FTAB UB Perluas Cakupan Keilmuan

Transformasi FTP menjadi FTAB UB Perluas Cakupan Keilmuan

January 28, 2026
Bagaimana Indonesia Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen ?

Bagaimana Indonesia Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen ?

January 28, 2026
Dies Natalis ke-28 Tandai Transformasi FTP UB

Dies Natalis ke-28 Tandai Transformasi FTP UB

January 27, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025