Kanal24, Malang – Pemerintah terus mematangkan strategi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan tiga mesin utama, yakni kebijakan fiskal, sektor keuangan, dan investasi. Ketiga mesin tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia agar mampu bergerak lebih tinggi dan berkelanjutan dalam beberapa tahun ke depan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak bisa hanya bergantung pada satu sektor. Diperlukan orkestrasi kebijakan yang terintegrasi antara belanja negara, kebijakan keuangan, serta iklim investasi yang kondusif agar perekonomian mampu tumbuh lebih cepat dan merata. Menurutnya, sinergi antarkebijakan menjadi kunci utama untuk menjawab tantangan global sekaligus memaksimalkan potensi domestik.
Baca juga:
Bulog Siapkan Strategi Serap 4 Juta Ton Beras
Penguatan Fiskal sebagai Fondasi
Mesin pertama yang menjadi penopang utama pertumbuhan adalah kebijakan fiskal. Pemerintah menempatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen strategis untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat sektor produktif, serta melanjutkan pembangunan infrastruktur dan layanan publik.
Belanja negara diarahkan agar tepat sasaran dan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi. Fokus utamanya meliputi perlindungan sosial, dukungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan pengelolaan fiskal yang disiplin dan terukur, pemerintah berupaya menjaga defisit anggaran tetap terkendali tanpa mengorbankan momentum pertumbuhan.
Purbaya menilai APBN tidak hanya berfungsi sebagai alat stabilisasi saat ekonomi melambat, tetapi juga sebagai pendorong utama pertumbuhan ketika peluang ekspansi terbuka. Oleh karena itu, efektivitas belanja dan kualitas program menjadi perhatian utama pemerintah.
Sinergi Kebijakan Keuangan
Mesin kedua adalah sektor keuangan yang kuat dan stabil. Pemerintah mendorong sinergi yang erat antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter guna menciptakan iklim ekonomi yang sehat. Stabilitas nilai tukar, inflasi yang terkendali, serta sistem perbankan yang likuid menjadi prasyarat penting bagi dunia usaha untuk berkembang.
Koordinasi kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga kepercayaan pelaku pasar dan masyarakat. Dengan stabilitas makroekonomi yang terjaga, akses pembiayaan bagi dunia usaha dapat semakin luas, sementara konsumsi masyarakat tetap terpelihara.
Menurut Purbaya, sektor keuangan harus berperan aktif dalam mendukung sektor riil. Penyaluran kredit yang produktif dan berorientasi jangka panjang menjadi salah satu kunci agar pertumbuhan ekonomi tidak bersifat semu, melainkan mampu menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja.
Investasi sebagai Motor Pertumbuhan
Mesin ketiga yang tak kalah penting adalah investasi. Pemerintah menaruh perhatian besar pada upaya memperbaiki iklim investasi dengan memangkas berbagai hambatan struktural yang selama ini menghambat masuknya modal. Langkah deregulasi, penyederhanaan perizinan, serta penyelesaian hambatan proyek strategis terus dipercepat.
Investasi dipandang sebagai motor penggerak utama pertumbuhan jangka menengah dan panjang. Masuknya investasi baru diharapkan mampu mendorong industrialisasi, meningkatkan kapasitas produksi nasional, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Purbaya menekankan bahwa keberhasilan menarik investasi tidak hanya bergantung pada insentif fiskal, tetapi juga kepastian hukum, stabilitas kebijakan, serta kualitas infrastruktur. Oleh karena itu, pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan berbagai proyek strategis dapat berjalan sesuai rencana.
Target Pertumbuhan Lebih Tinggi
Dengan menggerakkan tiga mesin tersebut secara bersamaan, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat melaju lebih tinggi dibandingkan capaian sebelumnya. Target pertumbuhan di kisaran enam persen dinilai realistis, bahkan terbuka peluang untuk mencapai angka yang lebih tinggi jika kondisi global mendukung dan reformasi struktural berjalan konsisten.
Pertumbuhan yang lebih tinggi bukan sekadar angka, melainkan sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah berharap strategi ini mampu menciptakan lapangan kerja yang luas, mengurangi kemiskinan, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Ke depan, tantangan tetap ada, mulai dari dinamika ekonomi dunia hingga tekanan geopolitik. Namun, dengan fondasi kebijakan yang kuat dan sinergi antarmesin pertumbuhan, pemerintah meyakini perekonomian Indonesia berada di jalur yang tepat untuk tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan. (nid)














