Kanal24 – Malang, Lalu lintas udara global terus meningkat pada tahun 2025, ditandai dengan lonjakan jumlah penumpang di banyak bandara utama dunia. Data terbaru menunjukkan bahwa bandara-bandara tersibuk tidak hanya menjadi pusat konektivitas internasional, tetapi juga indikator pemulihan dan pertumbuhan industri aviasi setelah pandemi.
Posisi teratas bandara tersibuk dunia berdasarkan total jumlah penumpang masih didominasi oleh fasilitas di Amerika Serikat dan Asia. Di puncak daftar, Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport di Atlanta kembali menjadi bandara dengan lalu lintas penumpang terbanyak di dunia pada 2025. Menyusul di belakangnya adalah Dubai International Airport, yang tetap menjadi salah satu hub internasional tersibuk dengan angka penumpang yang terus tumbuh.
Daftar 10 Bandara Tersibuk Dunia
Berikut rangkuman 10 bandara tersibuk di dunia pada 2025 berdasarkan jumlah penumpang yang melintas:
- Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport (AS) ā bandara tersibuk di dunia.
- Dubai International Airport (UAE) ā pusat konektivitas utama Timur Tengah.
- Tokyo Haneda Airport (Jepang) ā salah satu pintu gerbang utama Asia.
- OāHare International Airport (AS) ā hub penting untuk penerbangan domestik dan internasional.
- Dallas/Fort Worth International Airport (AS) ā pusat transit besar di Texas.
- Shanghai Pudong International Airport (China) ā pintu utama bagi lalu lintas Asia Timur.
- Heathrow Airport (Inggris) ā bandara internasional tersibuk di Eropa.
- Istanbul Airport (Turki) ā tumbuh cepat sebagai simpul penting global.
- Guangzhou Baiyun International Airport (China) ā pusat lalu lintas udara di selatan China.
- Denver International Airport (AS) ā salah satu hub terbesar di Amerika Utara.
Urutan ini mencerminkan tren terbaru di industri transportasi udara, di mana beberapa bandara Asia dan Eropa memperkuat posisi mereka di tengah dominasi bandara Amerika Serikat.
Apa Arti Ranking Ini?
Dominasi bandara di Amerika Serikat dan Timur Tengah menunjukkan pola pemulihan perjalanan internasional dan domestik yang terus melaju. Posisi tinggi bandara seperti Dubai juga mencerminkan peran penting kawasan Timur Tengah sebagai penghubung antar benua. Pertumbuhan di bandara Asia seperti Shanghai dan Guangzhou menegaskan peningkatan mobilitas regional di kawasan tersebut.
Selain itu, keberadaan bandara Eropa seperti Heathrow dalam daftar menandakan bahwa permintaan perjalanan lintas benua tetap tinggi di kawasan lama seperti Eropa Barat.
Indikator Pemulihan dan Tantangan Mendatang
Para pengamat transportasi udara menilai data daftar bandara tersibuk ini sebagai indikator bahwa industri penerbangan global terus pulih dari gangguan akibat pandemi sebelumnya. Volume penumpang yang meningkat menunjukkan kepercayaan masyarakat dalam melakukan perjalanan udara, baik untuk tujuan bisnis maupun pariwisata.
Namun, pertumbuhan ini juga membawa tantangan baru. Infrastruktur yang semakin padat membutuhkan peningkatan layanan, fasilitas, serta teknologi untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan penumpang di tengah lonjakan lalu lintas udara yang terus berlanjut. (qrn)














