Kanal24, Malang – Universitas Brawijaya tidak berhenti pada penetapan kebijakan Smart Green Campus. Untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan nyata di lapangan, UB membentuk UPT Green Campus sebagai motor penggerak implementasi prinsip keberlanjutan di seluruh proses bisnis universitas.
UPT Green Campus UB yang resmi berdiri pada Oktober 2025, mulai mengonsolidasikan peran strategisnya melalui Sosialisasi Program Smart Green Campus yang digelar di Aula Algoritma Lantai 2, Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UB, Senin (19/01/2026). Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan universitas hingga perwakilan fakultas.
Kepala UPT Green Campus UB, Prof. Sri Suhartini, S.T.P., M.Env.Mgt., Ph.D., PGCert, IPM, menyampaikan bahwa UPT Green Campus ditugaskan langsung oleh Rektor untuk memastikan prinsip keberlanjutan tidak berhenti di tataran wacana, melainkan terimplementasi secara sistematis dan terukur.
“UPT Green Campus ini dibentuk sebagai motor penggerak implementasi keberlanjutan di Universitas Brawijaya, terutama di proses bisnis universitas,” ujarnya.

Lima Pilar Transformasi Green Campus
Dalam pemaparannya, Prof. Sri Suhartini menjelaskan bahwa transformasi menuju UB Green Campus dijalankan melalui lima pilar utama, yakni kebijakan, tata kelola dan sistem informasi, pendidikan, riset, serta inklusi sosial dan benchmarking nasional maupun internasional.
Implementasi pilar-pilar tersebut diterjemahkan ke dalam program konkret, mulai dari efisiensi energi dan air, minimasi limbah, pengurangan emisi karbon, hingga pengembangan infrastruktur hijau dan peningkatan ruang terbuka hijau di lingkungan kampus.
“Targetnya jelas, bagaimana kampus bisa lebih efisien energi, lebih hemat air, minim limbah, dan ramah lingkungan, sekaligus tetap mendukung aktivitas pendidikan dan riset,” jelasnya.
Dari Limbah ke Riset dan Teknologi
UPT Green Campus juga mendorong pengelolaan limbah berbasis riset dan teknologi. Limbah tidak lagi dipandang sebagai residu akhir, tetapi sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah, seperti kompos, biogas, hingga bioenergi.
Pendekatan ini membuka ruang kolaborasi lintas fakultas, sekaligus memperkuat kontribusi UB terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), seperti energi bersih, pengelolaan air, dan pengurangan limbah.
“Setiap program yang kami jalankan akan dikaitkan dengan indikator SDGs. Baik itu SDGs tentang energi bersih, air, maupun minimasi limbah,” kata Prof. Sri Suhartini.
Konsolidasi Fakultas dan Publikasi Berkelanjutan
Sebagai unit penggerak, UPT Green Campus aktif membangun koordinasi dengan seluruh fakultas dan unit kerja. Sosialisasi ini secara khusus menyasar pimpinan fakultas, Wakil Dekan II, Kepala Tata Usaha, serta tim SDGs, mengingat implementasi Smart Green Campus berkaitan langsung dengan pengelolaan sumber daya dan fasilitas.
Selain implementasi teknis, publikasi juga menjadi bagian penting dari strategi Green Campus. Hasil riset, inovasi, hingga praktik baik keberlanjutan akan didorong untuk dipublikasikan melalui jurnal ilmiah maupun media massa.
“Publikasi adalah outcome penting. Harapannya, apa yang dilakukan UB bisa diakui secara nasional dan internasional serta berkontribusi langsung pada pencapaian SDGs,” pungkasnya.
Dengan peran UPT Green Campus sebagai penggerak utama, Universitas Brawijaya menegaskan bahwa Smart Green Campus bukan sekadar slogan, melainkan agenda transformasi nyata menuju kampus berkelanjutan.(Din/Awn)













