Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Seni Ukir Salju Indonesia di Panggung Dunia

Einid Shandy by Einid Shandy
January 20, 2026
in Nasional
0
Seni Ukir Salju Indonesia di Panggung Dunia

Tim Indonesia ketika membuat patung Dewi Dhanwantari di Sun Island, Harbin, Cina, dalam kompetisi 28th Harbin International Show Sculpture. Foto: Dokumentasi I Nyoman Sungada

0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Prestasi seniman Indonesia di ajang internasional bukanlah hal baru. Namun, kisah empat seniman asal Bali yang berhasil meraih Juara III dalam Harbin International Snow Sculpture Competition tetap menjadi sumber inspirasi. Pada kompetisi patung salju tingkat dunia ke-28 yang digelar di Sun Island, Harbin, China, mereka sukses menampilkan karya monumental bertajuk “Dewi Dhanwantari”, sebuah penghormatan terhadap figur spiritual yang sarat makna simbolis.

Kompetisi ini diikuti oleh 25 tim dari 13 negara. Di tengah suhu ekstrem yang mencapai minus 26 derajat Celsius, tim seniman Indonesia yang terdiri dari I Nyoman Sungada, I Ketut Suaryana, Gede Agus Kurniawan, dan I Gede Agustin Anggara Putra mampu menyelesaikan karya mereka dalam waktu sekitar 30 jam selama empat hari perlombaan.

Baca juga:
Kenduri dan Pagelaran Wayang Warnai Dies UB ke-63

Tantangan Fisik dan Mental di Suhu Ekstrem

Mengukir salju bukan sekadar praktik artistik, melainkan juga ujian fisik dan mental yang berat, terutama bagi seniman dari wilayah tropis seperti Indonesia. Para pemahat harus bekerja dalam suhu sangat rendah dengan mengenakan lapisan pakaian tebal, sarung tangan, serta perlengkapan pelindung lainnya agar tetap mampu menjaga fokus dan ketelitian.

Berbeda dengan media seperti kayu atau es padat, salju memiliki tekstur yang rapuh dan mudah runtuh. Setiap gerakan alat ukir harus presisi dan terukur. Seluruh proses pengerjaan dilakukan secara manual tanpa bantuan mesin berat, sehingga stamina fisik dan strategi kerja menjadi faktor penentu hasil akhir karya.

Dalam proses kompetisi, tim Indonesia juga menghadapi tantangan logistik. Mereka melakukan penggalangan dana secara mandiri, mulai dari biaya perjalanan hingga perlengkapan selama berada di Harbin. Demi efisiensi waktu, mereka bahkan membawa sarapan dan minuman hangat dari hotel ke lokasi lomba, mencerminkan keseriusan dan disiplin tinggi dalam berkarya.

Makna dan Filosofi di Balik “Dewi Dhanwantari”

Karya yang dihadirkan tim Indonesia tidak hanya menonjolkan aspek estetika, tetapi juga mengandung makna simbolik yang mendalam. Dewi Dhanwantari dikenal sebagai figur yang melambangkan kesejahteraan, kesehatan, dan kekuatan spiritual, khususnya dalam tradisi Hindu yang kuat di Bali.

Patung tersebut digambarkan memiliki sepuluh tangan yang masing-masing memegang simbol berbeda, seperti daun yang melambangkan alam semesta, bunga teratai sebagai simbol kesucian, guci berisi tirta amerta yang melambangkan keabadian, serta kotak lontar sebagai representasi ilmu pengetahuan. Setiap detail dirancang dengan cermat dan mengandung pesan filosofis tentang kehidupan dan keseimbangan, sebuah tantangan tersendiri ketika diwujudkan dalam skala besar dengan media salju.

Konsep karya ini muncul hanya lima hari sebelum penutupan pendaftaran kompetisi. Ide tersebut berkembang dari miniatur kecil yang kemudian disempurnakan menjadi patung monumental. Proses perancangan dan pembuatan miniatur memakan waktu sekitar dua minggu karena kompleksitas detail yang harus diperhitungkan.

Promosi Budaya dan Regenerasi Seniman

Keberhasilan tim Indonesia di Harbin tidak hanya soal raihan medali, tetapi juga menjadi bentuk nyata promosi budaya Indonesia di tingkat global. Karya mereka menarik perhatian pengunjung mancanegara yang tidak hanya mengagumi teknik dan detail ukiran, tetapi juga terkesan dengan latar belakang tim yang berasal dari negara tropis dan mampu berkarya di tengah salju.

Banyak pengunjung yang mengaku baru mengenal Bali lebih dalam, tidak sekadar sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai sumber kreativitas seni. Hal ini membuka ruang dialog budaya yang lebih luas di antara masyarakat internasional.

Selain itu, tim ini menegaskan pentingnya regenerasi dalam dunia seni. Dengan melibatkan anggota muda, mereka berupaya mewariskan pengalaman dan keterampilan kepada generasi penerus. Kompetisi internasional ini pun menjadi ruang pembelajaran, jejaring, serta pertukaran budaya antar seniman dari berbagai negara.

Prestasi tersebut membuka peluang kolaborasi global, termasuk undangan mengikuti kompetisi serupa di negara lain seperti Rusia dan Kanada. Upaya ini menunjukkan bahwa seni bukan hanya medium ekspresi kreatif, tetapi juga sarana diplomasi budaya yang efektif. (cay)

Post Views: 25
Tags: Harbin International Snow Sculpture CompetitionKANAL24kanal24.co.idSalju IndonesiaSeni Ukir Salju IndonesiaSeniman BaliSuhu Ekstremuniversitas brawijaya
Previous Post

Doktor Fapet UB Teliti Rumput Gajah Merah untuk Pakan Fungsional Ruminansia

Next Post

UPT Green Campus Jadi Motor Implementasi Smart Green Campus UB

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
UPT Green Campus Jadi Motor Implementasi Smart Green Campus UB

UPT Green Campus Jadi Motor Implementasi Smart Green Campus UB

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
UPT Green Campus Jadi Motor Implementasi Smart Green Campus UB

UPT Green Campus Jadi Motor Implementasi Smart Green Campus UB

January 20, 2026
Seni Ukir Salju Indonesia di Panggung Dunia

Seni Ukir Salju Indonesia di Panggung Dunia

January 20, 2026
Doktor Fapet UB Teliti Rumput Gajah Merah untuk Pakan Fungsional Ruminansia

Doktor Fapet UB Teliti Rumput Gajah Merah untuk Pakan Fungsional Ruminansia

January 20, 2026
UB Dorong Transformasi Budaya Smart Green Campus

UB Dorong Transformasi Budaya Smart Green Campus

January 20, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025