Kanal24, Malang – Literasi budaya dinilai menjadi fondasi penting bagi generasi muda di tengah tantangan global yang kian kompleks. Kesadaran tersebut mendorong SMAN 4 Pasuruan melakukan kunjungan edukatif ke Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya, Selasa (20/1/2026), sebagai upaya mengenalkan dunia perguruan tinggi sekaligus memperluas wawasan kebudayaan siswa sejak dini.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium FIB UB Gedung A Lantai 2 ini diikuti oleh siswa kelas X SMAN 4 Pasuruan. Meski masih berada di awal jenjang pendidikan SMA, para siswa diperkenalkan pada kehidupan kampus, ragam program studi, serta peran strategis ilmu budaya dan bahasa asing dalam menghadapi era globalisasi.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Budaya UB, Ismatul Khasanah, S.Pd., M.Pd., M.Ed., Ph.D., menyambut positif kunjungan tersebut. Ia menilai pengenalan perguruan tinggi sejak dini merupakan langkah strategis untuk membantu siswa merancang masa depan akademik mereka.
“Kami tentunya sangat bahagia dengan adanya kunjungan dari SMAN 4 Pasuruan. Walaupun adik-adik masih kelas X SMA, ini merupakan sesuatu yang sangat bagus karena sejak awal mereka sudah mendapatkan banyak wawasan tentang dunia perguruan tinggi yang nantinya akan menjadi tujuan setelah lulus,” ujarnya.

Ismatul menambahkan, melalui kegiatan ini FIB UB memperkenalkan berbagai program unggulan, termasuk program internasional yang membuka kesempatan mahasiswa untuk menempuh studi ke luar negeri. Menurutnya, Fakultas Ilmu Budaya tidak hanya berorientasi pada penguatan budaya nasional, tetapi juga menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global.
“Kami ingin memperkenalkan bahwa Fakultas Ilmu Budaya memiliki banyak program yang tidak hanya bertaraf nasional, tetapi juga internasional. Hampir seluruh program studi kami telah dan sedang menuju akreditasi internasional,” jelasnya.
Dari pihak sekolah, Wakil Kepala Humas SMAN 4 Pasuruan, Adi Prasetya, S.Pd., menegaskan bahwa pemilihan FIB UB sebagai tujuan kunjungan dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman budaya bagi siswa.
“Budaya adalah salah satu aset bangsa yang sangat mahal. Pemahaman budaya dan bahasa asing sangat penting ditanamkan sejak dini, terutama di era global seperti sekarang,” katanya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan survei internal sekolah, minat siswa terhadap Universitas Brawijaya cukup tinggi. Fakultas Ilmu Budaya menjadi salah satu pilihan utama karena dinilai relevan dengan minat siswa dan kebutuhan penguatan literasi budaya.
Antusiasme siswa juga terlihat dari kesan yang mereka sampaikan. Salah satu siswa, Dimas Fakhri Habibi, mengaku kunjungan tersebut memberinya perspektif baru tentang masa depan pendidikan.
“Kegiatannya sangat menyenangkan dan menambah wawasan kami. Ini menjadi langkah yang baik untuk mempersiapkan masa depan saya dan teman-teman,” ujarnya.
Sementara itu, Marsha Maulina, siswa lainnya, menyebut lingkungan kampus UB memberikan inspirasi tersendiri. “Kesan pertama saya, UB itu besar dan megah. Kegiatan ini menambah wawasan tentang dunia perkuliahan dan membuat saya tertarik dengan Program Studi Sastra Inggris,” katanya.
Melalui kunjungan ini, SMAN 4 Pasuruan dan FIB UB berharap literasi budaya dan pemahaman dunia kampus dapat tertanam sejak dini, sehingga siswa memiliki kesiapan yang lebih matang dalam menentukan pilihan studi dan masa depan akademiknya.(Din/Qrn)














