Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Fenomena Fatherless dan Dampak Psikologis Anak Perempuan

Einid Shandy by Einid Shandy
February 14, 2026
in Gaya Hidup
0
Fenomena Fatherless dan Dampak Psikologis Anak Perempuan

Fenomena Fatherless dan Dampak Psikologis Anak Perempuan (Freepik)

0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Kondisi tumbuh kembang anak tidak dapat dilepaskan dari peran keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam pembentukan karakter. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, fenomena fatherless atau ketiadaan figur ayah—baik secara fisik maupun emosional—semakin banyak disorot karena dampaknya yang signifikan terhadap perkembangan anak, khususnya anak perempuan. Fenomena ini tidak hanya berkaitan dengan perceraian atau kematian ayah, tetapi juga absennya keterlibatan ayah dalam pengasuhan sehari-hari meskipun masih tinggal serumah.

Dalam konteks sosial modern, perubahan pola kerja, tekanan ekonomi, serta pembagian peran orang tua yang timpang kerap membuat ayah lebih fokus pada peran pencari nafkah, sementara keterlibatan emosional terhadap anak menjadi terabaikan. Situasi ini perlahan membentuk generasi anak yang tumbuh tanpa kelekatan emosional yang kuat dengan figur ayah, meskipun secara administratif masih memiliki keluarga utuh.

Baca juga:
Tujuh Cara Susun Resolusi yang Efektif Agar Tercapai

Peran Ayah dalam Perkembangan Emosional Anak

Ayah memiliki peran penting dalam membangun rasa aman, kepercayaan diri, serta kemampuan anak dalam mengelola emosi. Pada anak perempuan, kehadiran ayah berkontribusi besar terhadap pembentukan harga diri, persepsi terhadap relasi sosial, serta pandangan mengenai figur laki-laki di masa depan. Ketika peran ini tidak terpenuhi, anak berpotensi mengalami kekosongan emosional yang berdampak jangka panjang.

Anak perempuan yang mengalami fatherless cenderung lebih rentan mengalami kebingungan emosi, mudah merasa tidak dihargai, serta kesulitan mengekspresikan perasaan secara sehat. Dalam beberapa kasus, kondisi ini memunculkan sikap menarik diri, kecemasan berlebih, hingga kebutuhan akan validasi eksternal yang tinggi.

Kerentanan Psikologis dan Sosial

Dampak fatherless tidak berhenti pada aspek emosional semata, tetapi juga merambah ke ranah sosial. Anak perempuan tanpa figur ayah yang suportif kerap menghadapi kesulitan dalam membangun relasi interpersonal yang sehat. Mereka dapat mengalami ketidakmampuan menetapkan batasan, mudah bergantung secara emosional, atau justru bersikap defensif dalam hubungan sosial.

Dalam fase remaja, kondisi ini dapat berkembang menjadi pencarian afeksi yang tidak terarah. Kurangnya figur ayah sebagai pelindung dan pemberi teladan membuat sebagian anak perempuan lebih rentan terhadap relasi yang tidak sehat, termasuk relasi yang bersifat manipulatif atau eksploitatif. Hal ini menunjukkan bahwa fatherless bukan hanya persoalan keluarga, tetapi juga isu sosial yang memiliki dampak struktural.

Pengaruh terhadap Masa Depan dan Relasi Dewasa

Ketika memasuki usia dewasa, pengalaman fatherless yang tidak tertangani berpotensi memengaruhi cara individu membangun hubungan romantis dan keluarga. Anak perempuan yang tumbuh tanpa keterlibatan ayah yang memadai cenderung memiliki persepsi yang tidak seimbang terhadap peran pasangan, baik dengan menaruh ekspektasi berlebihan maupun sebaliknya, menghindari kedekatan emosional.

Kondisi ini dapat berujung pada pola relasi yang berulang dan tidak sehat, serta kesulitan membangun keluarga yang stabil secara emosional. Oleh karena itu, dampak fatherless sering kali bersifat laten dan baru terlihat secara jelas pada fase kehidupan selanjutnya.

Pentingnya Kesadaran dan Intervensi Dini

Fenomena fatherless menuntut perhatian serius dari berbagai pihak, mulai dari keluarga, pendidik, hingga pembuat kebijakan. Kesadaran akan pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan perlu terus didorong, tidak hanya sebagai penyedia kebutuhan materi, tetapi juga sebagai sumber dukungan emosional dan teladan nilai kehidupan.

Intervensi dini melalui pendidikan pengasuhan, konseling keluarga, serta lingkungan sosial yang suportif dapat menjadi langkah strategis untuk meminimalkan dampak negatif fatherless. Kehadiran figur pengganti yang positif—baik dari keluarga besar maupun lingkungan sekitar—juga dapat membantu anak perempuan membangun ketahanan emosional.

Fenomena fatherless merupakan persoalan kompleks yang tidak dapat disederhanakan sebagai masalah individu semata. Dampaknya terhadap anak perempuan mencakup aspek emosional, sosial, hingga relasi di masa depan. Oleh karena itu, membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya peran ayah yang hadir secara utuh menjadi kunci untuk menciptakan generasi yang lebih sehat secara psikologis dan sosial. (nid)

Post Views: 27
Tags: Anak PerempuanDampakFahterlessfenomena fatherlessFigur AyahKANAL24kanal24.co.idPsikologiPsikologisuniversitas brawijaya
Previous Post

5 Buku Membaca Luka, Mencegah Grooming Sejak Dini

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Fenomena Fatherless dan Dampak Psikologis Anak Perempuan

Fenomena Fatherless dan Dampak Psikologis Anak Perempuan

February 14, 2026
5 Buku Membaca Luka, Mencegah Grooming Sejak Dini

5 Buku Membaca Luka, Mencegah Grooming Sejak Dini

February 14, 2026
Wujudkan Durian Komoditas Primadona Nasional, FP UB Luncurkan Kelompok Kajian Durian Nusantara

Wujudkan Durian Komoditas Primadona Nasional, FP UB Luncurkan Kelompok Kajian Durian Nusantara

February 14, 2026
Child Grooming, Ancaman Tersembunyi Keselamatan Anak Digital

Child Grooming, Ancaman Tersembunyi Keselamatan Anak Digital

February 14, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025