Kanal24, Malang — Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan nasional hingga perayaan Hari Raya Idulfitri 2026. Menjelang periode Ramadan dan Lebaran yang identik dengan lonjakan konsumsi masyarakat, pemerintah memastikan stok bahan pangan strategis berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa cadangan pangan nasional saat ini berada pada level yang sangat kuat. Stok beras nasional tercatat mencapai lebih dari tiga juta ton, sementara ketersediaan minyak goreng, gula, daging ayam, telur, bawang merah, dan komoditas pangan utama lainnya dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran mendatang. Kondisi ini dinilai sebagai salah satu capaian terbaik dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut Mentan, pemerintah telah mengantisipasi potensi kenaikan harga dengan memperkuat cadangan nasional serta menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Selain itu, kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) tetap diberlakukan untuk melindungi konsumen sekaligus memastikan petani dan pelaku usaha pangan tidak dirugikan.
Baca juga:
Harga Pangan Awal 2026 Tertekan, Bawang Merah Melonjak
Upaya pengawasan pasar juga terus diperketat. Pemerintah bersama Satuan Tugas Pangan melakukan pemantauan rutin di pasar tradisional maupun modern guna memastikan harga jual bahan pokok tetap sesuai ketentuan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah praktik penimbunan dan spekulasi harga yang berpotensi merugikan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
Selain pengawasan harga, pemerintah aktif melakukan pengecekan langsung ke daerah-daerah sentra produksi pangan. Peninjauan tersebut bertujuan memastikan proses produksi berjalan lancar, distribusi tidak terhambat, serta stok di tingkat daerah tetap terjaga. Sentra produksi beras, bawang merah, dan komoditas hortikultura menjadi perhatian utama karena perannya sebagai penopang pasokan nasional.
Pemerintah juga mengoptimalkan program intervensi pasar, seperti penyaluran cadangan pangan dan pelaksanaan gerakan pangan murah di berbagai daerah. Program ini diharapkan mampu menekan potensi kenaikan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan, selama Ramadan dan menjelang Lebaran.
Meski demikian, pemerintah mengakui masih terdapat tantangan di beberapa wilayah, khususnya daerah dengan akses distribusi terbatas. Untuk itu, koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus diperkuat guna memastikan pemerataan pasokan pangan hingga ke daerah terpencil, terluar, dan tertinggal.
Secara umum, kondisi harga bahan pokok saat ini masih berada dalam rentang yang terkendali dan sesuai dengan ketentuan pemerintah. Stabilitas tersebut menjadi indikator bahwa sistem pengelolaan pangan nasional berjalan efektif dalam menghadapi peningkatan kebutuhan masyarakat pada momen keagamaan besar.
Dengan stok yang mencukupi, pengawasan pasar yang ketat, serta sinergi antarlembaga, pemerintah optimistis masyarakat dapat menjalani Ramadan dan merayakan Idulfitri 2026 tanpa kekhawatiran terhadap kelangkaan maupun lonjakan harga pangan. Pemerintah pun mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas pangan nasional demi kepentingan bersama. (nid)














