Kanal24, Malang — Program Studi di Luar Kampus Utama Universitas Brawijaya di Kediri (PSDKU UB Kediri) memanfaatkan ajang Education Expo Universitas Brawijaya 2026 sebagai ruang strategis untuk menunjukkan kualitas pembelajaran berbasis praktik dan karya mahasiswa. Expo yang digelar pada 22–25 Januari 2026 di Samantha Krida ini menjadi momentum PSDKU UB Kediri memperkenalkan identitas, lokasi kampus, sekaligus keunggulan akademik kepada calon mahasiswa.
Dosen Fakultas Peternakan PSDKU UB Kediri, Hariadi Darmawan, S.Pt., M.P., Ph.D., menjelaskan bahwa PSDKU UB Kediri menaungi lima program studi, yakni Agroekoteknologi, Agribisnis, Akuakultur, Sosial Ekonomi Perikanan, dan Peternakan. Seluruh program studi tersebut bergerak dalam satu ekosistem keilmuan agrikompleks.
“Kami ingin meluruskan pemahaman publik bahwa PSDKU UB Kediri berada di Kota Kediri, tepatnya di Jalan Pringgodani. Karena itu kami juga menampilkan maket pengembangan kampus sebagai bentuk komitmen UB untuk membesarkan PSDKU Kediri ke depan,” ujarnya.
Tidak hanya menampilkan informasi akademik, PSDKU UB Kediri juga menghadirkan teknologi tepat guna (TTG) dan berbagai karya mahasiswa yang lahir dari proses praktikum, penelitian, hingga proyek kreativitas mahasiswa. Karya-karya tersebut menjadi bukti konkret pendekatan pembelajaran aplikatif yang diterapkan di kampus.

Salah satu yang menarik perhatian pengunjung adalah display wirausaha mahasiswa berupa budidaya ikan moli. Produk tersebut merupakan hasil aktivitas kewirausahaan mahasiswa yang dijalankan seiring proses perkuliahan.
“Mahasiswa kami kuliah sambil berwirausaha. Produk yang kami tampilkan ini adalah salah satu contohnya. Meski di expo ini tidak diperjualbelikan, kami ingin menunjukkan bahwa pembelajaran di PSDKU UB Kediri mampu menghasilkan luaran nyata dan bernilai ekonomi,” kata Hariadi.
Dalam dua tahun terakhir, PSDKU UB Kediri juga tengah mengintensifkan penguatan keunggulan kompetitif dengan fokus pada pengembangan sustainable agrikompleks. Meski kurikulum tetap mengacu pada standar Universitas Brawijaya di Malang, implementasi pembelajaran diperkuat melalui proyek-proyek berbasis masalah dan kebutuhan lapangan.
“Yang kami tonjolkan adalah karya mahasiswa. Ini menjadi diferensiasi sekaligus kekuatan kami. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga menghasilkan produk dan solusi,” jelasnya.
Dari sisi luaran, PSDKU UB Kediri mencatat capaian yang kompetitif. Sekitar 80 persen lulusan terserap di dunia kerja sesuai bidang dengan rata-rata masa tunggu sekitar 10 bulan. Banyak lulusan juga kembali ke daerah asal untuk mengembangkan potensi lokal.
Melalui partisipasi dalam Education Expo UB 2026, PSDKU UB Kediri menegaskan posisinya sebagai bagian integral Universitas Brawijaya yang menghadirkan kualitas pendidikan setara dengan kampus utama, sekaligus menawarkan keunggulan kontekstual berbasis wilayah.
“Kami ingin calon mahasiswa tidak ragu memilih PSDKU UB Kediri. Proses pembelajaran, kualitas, dan standar akademiknya sama dengan UB Malang,” pungkas Hariadi. (Din/Ger)














