Kanal24, Malang – Kegiatan Kemah Kerja Mahasiswa (KKM) XLVI Fakultas Teknik Universitas Brawijaya menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter dan kompetensi mahasiswa baru. Hal tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., MT., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., saat memberikan keterangan di sela pembukaan KKM XLVI Fakultas Teknik Universitas Brawijaya yang digelar pada Jumat (24/01/2026), di Halaman Depan Gedung Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Universitas Brawijaya sebagai agenda rutin tahunan bagi mahasiswa baru.
Menurut Prof. Hadi, KKM merupakan bagian dari proses pendidikan berkelanjutan yang dirancang untuk mengenalkan mahasiswa pada ekosistem kampus, pola pembelajaran di perguruan tinggi, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Program ini melibatkan kolaborasi antara mahasiswa baru dan mahasiswa senior sebagai panitia, sehingga tercipta proses pembelajaran bersama yang aplikatif.
Baca juga:
Batik Toleransi hingga Tes Karakter, Cara UPT PKM UB Menarik Calon Mahasiswa

Pendidikan Holistik Mahasiswa Teknik
Prof. Hadi Suyono menjelaskan bahwa KKM tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi puncak dari rangkaian pembinaan mahasiswa Fakultas Teknik selama satu semester. Sebelumnya, mahasiswa telah mengikuti berbagai tahapan pengenalan, mulai dari PK2 MABA di tingkat universitas, fakultas, hingga departemen. Selain itu, terdapat pula kegiatan Krida yang rutin digelar dua minggu sekali dengan beragam materi, seperti wawasan kebangsaan, implementasi kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan, hingga pengenalan dunia industri dan alumni.
āDi akhir rangkaian tersebut, mahasiswa kami ajak untuk terjun langsung ke masyarakat agar mereka memahami permasalahan nyata yang ada di lapangan,ā ujarnya. Melalui KKM, mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian sosial.
Implementasi Teknik di Masyarakat
Dalam pelaksanaannya, KKM XLVI melibatkan berbagai kegiatan pengabdian yang disesuaikan dengan bidang keilmuan mahasiswa Fakultas Teknik. Prof. Hadi menyebutkan, mahasiswa teknik sipil dan teknik pengairan terlibat dalam kegiatan pengerasan jalan dan perbaikan drainase. Selain itu, terdapat pula implementasi Penerangan Jalan Umum (PJU), pemanfaatan Internet of Things (IoT), kegiatan pengajaran kepada masyarakat, serta program penghijauan.
Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan selama empat hari di tengah masyarakat, dengan harapan mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah. āIni adalah wujud nyata bagaimana ilmu teknik bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,ā tambahnya.

Menyiapkan Engineer Berkarakter
Lebih lanjut, Prof. Hadi menekankan bahwa target jangka panjang dari KKM adalah membentuk lulusan Fakultas Teknik yang holistik. Selain penguasaan pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) yang diperoleh melalui perkuliahan, praktikum, studio, hingga capstone design, KKM juga berperan penting dalam penguatan mental dan kebersamaan mahasiswa.
āKami ingin anak-anak kami tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki mental yang kuat, mampu bekerja sama, dan memiliki kepedulian sosial. Ini penting agar kelak mereka menjadi engineer yang beretika dan peka terhadap kebutuhan masyarakat,ā jelasnya. Ia pun berpesan kepada seluruh peserta KKM untuk menjalani kegiatan dengan sungguh-sungguh sebagai bagian dari pembentukan kepribadian dan kepemimpinan.

Kesiapan dan Mitigasi Risiko Pelaksanaan
Sementara itu, Ketua Pelaksana KKM XLVI Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Ir. L Tri Wijaya N. Kusuma, ST., MT., Ph.D., menyampaikan bahwa persiapan kegiatan telah dilakukan sejak dua bulan sebelum pelaksanaan. Persiapan dimulai dari pembekalan panitia senior, pelaksanaan training of trainers (TOT), hingga stadium general untuk memastikan seluruh aspek teknis dan mitigasi risiko berjalan optimal.
āKegiatan ini dilaksanakan di kawasan UB Forest dan berdekatan dengan permukiman warga, sehingga kami sangat memperhatikan kesiapan sarana prasarana serta aspek keselamatan,ā ujarnya. Tantangan utama yang dihadapi, menurutnya, adalah faktor cuaca karena KKM kerap digelar pada musim hujan, serta kondisi kesehatan mahasiswa baru yang beragam. Untuk itu, tim kesehatan telah disiagakan selama kegiatan berlangsung.
Ir. L Tri Wijaya menegaskan bahwa KKM merupakan tradisi Fakultas Teknik yang berbasis pada pengabdian masyarakat. āMelalui KKM, kami ingin membangun mental engineer sejak dini, dengan menggembleng skill, knowledge, dan attitude mahasiswa agar siap menghadapi tantangan di masa depan,ā pungkasnya. (nid/ger)














