\Kanal24, Malang – Alun-Alun Merdeka Kota Malang kini hadir dengan wajah baru setelah menjalani proses revitalisasi yang berlangsung selama 105 hari. Ruang terbuka hijau yang berada di jantung kota ini resmi dibuka kembali untuk masyarakat dan menjadi simbol pembaruan ruang publik tanpa meninggalkan jejak sejarah yang telah melekat sejak lama.
Peresmian Alun-Alun Merdeka dilakukan oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, pada Rabu malam, 28 Januari 2026. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa revitalisasi alun-alun tidak hanya berorientasi pada keindahan visual, tetapi juga pada upaya menjaga identitas sejarah dan fungsi ekologis kawasan tersebut sebagai paru-paru kota.
Baca juga:
Pelibatan TNI–Polri dalam Penyelenggaraan Haji 2026
Revitalisasi Alun-Alun Merdeka dimulai pada 8 Oktober 2025 dengan dukungan pendanaan dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Bank Jatim. Proyek ini dirancang untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat, memperkuat fungsi ruang publik, serta menciptakan ruang interaksi sosial yang inklusif bagi seluruh lapisan warga Kota Malang.
Menurut Wahyu Hidayat, Alun-Alun Merdeka memiliki posisi strategis sekaligus nilai historis yang tinggi. Oleh karena itu, setiap proses penataan dilakukan dengan pendekatan kehati-hatian agar tidak menghilangkan karakter asli kawasan. Ia menekankan bahwa pembangunan kota harus berjalan seiring dengan upaya merawat ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah.
Wajah baru Alun-Alun Merdeka kini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang ramah keluarga. Salah satu daya tarik utama adalah air mancur dengan permainan lampu yang menyala di malam hari, menciptakan suasana estetik dan menjadi magnet bagi pengunjung. Selain itu, area bermain anak ditata lebih aman dan representatif, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai ruang rekreasi keluarga.
Ruang terbuka hijau juga diperluas dan ditata ulang agar lebih nyaman untuk aktivitas warga, mulai dari bersantai, berolahraga ringan, hingga berkumpul bersama komunitas. Penataan jalur pejalan kaki, pencahayaan, serta ruang duduk dilakukan untuk meningkatkan rasa aman dan kenyamanan pengunjung.
Pelaksana Harian Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang menyampaikan bahwa revitalisasi Alun-Alun Merdeka diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan. Ruang publik ini tidak hanya menjadi tempat hiburan gratis, tetapi juga wadah interaksi sosial, kegiatan budaya, dan ruang ekspresi warga.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Malang menilai keberadaan Alun-Alun Merdeka sebagai bagian penting dari wajah kota dan destinasi wisata urban. Dengan tampilan baru yang lebih modern namun tetap berakar pada nilai sejarah, alun-alun ini diharapkan mampu menarik minat wisatawan sekaligus memperkuat identitas Kota Malang sebagai kota yang menghargai warisan budaya.
Melalui revitalisasi ini, Alun-Alun Merdeka diharapkan tidak hanya menjadi ruang terbuka hijau yang indah secara visual, tetapi juga ruang publik yang hidup, inklusif, dan sarat makna sejarah. Pemerintah Kota Malang pun berharap masyarakat dapat turut menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini secara bertanggung jawab demi keberlanjutan ruang publik di masa mendatang. (nid)














