Kanal24, Malang — Tahun 2026 menandai perubahan besar dalam cara masyarakat memandang diet dan gaya hidup sehat. Jika sebelumnya diet identik dengan pembatasan ketat dan penurunan berat badan secara cepat, kini pendekatan tersebut mulai ditinggalkan. Tren terbaru menunjukkan bahwa diet tidak lagi sekadar soal mengurangi makan, tetapi tentang menjaga keseimbangan tubuh secara menyeluruh—fisik, mental, dan kebiasaan hidup sehari-hari.
Pendekatan ini dikenal sebagai diet holistik, yaitu pola makan yang tidak hanya fokus pada jumlah kalori, tetapi juga kualitas nutrisi, kesehatan pencernaan, serta keterhubungan antara pola makan, aktivitas fisik, dan kesehatan mental. Diet holistik dianggap lebih realistis dan berkelanjutan karena menyesuaikan dengan kebutuhan tubuh, bukan memaksakan standar tertentu.
Serat dan Nutrisi Seimbang Jadi Kunci

Salah satu fokus utama diet holistik 2026 adalah meningkatnya kesadaran akan pentingnya serat dalam pola makan harian. Serat berperan besar dalam menjaga kesehatan pencernaan, mengontrol kadar gula darah, serta membantu tubuh merasa kenyang lebih lama. Dengan pencernaan yang sehat, tubuh dapat menyerap nutrisi secara optimal dan menghasilkan energi yang stabil sepanjang hari.
Selain serat, diet holistik menekankan keseimbangan antara protein, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat. Protein dibutuhkan untuk menjaga massa otot dan memperbaiki jaringan tubuh, sementara karbohidrat kompleks berfungsi sebagai sumber energi yang tidak memicu lonjakan gula darah. Lemak sehat juga tetap diperlukan untuk mendukung fungsi hormon dan kesehatan organ tubuh.
Sebaliknya, konsumsi makanan ultra-olahan, tinggi gula, dan lemak jenuh berlebih mulai dikurangi karena dinilai dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme dan menurunkan kualitas kesehatan dalam jangka panjang.
Diet Bukan Sekadar Makan, Tapi Gaya Hidup

Diet holistik 2026 juga memandang kesehatan sebagai satu kesatuan. Pola makan sehat akan lebih efektif jika dibarengi dengan kebiasaan hidup yang seimbang, seperti tidur cukup, olahraga teratur, dan pengelolaan stres. Banyak ahli menilai bahwa stres berlebih dan kurang tidur dapat mengganggu metabolisme, bahkan menggagalkan tujuan diet yang sudah direncanakan dengan baik.
Selain itu, kebiasaan makan secara sadar atau mindful eating semakin dianjurkan. Masyarakat diajak untuk lebih mengenali sinyal lapar dan kenyang dari tubuh, bukan makan karena dorongan emosi atau kebiasaan semata. Dengan cara ini, diet tidak terasa sebagai tekanan, melainkan bagian alami dari rutinitas sehari-hari.
Lebih Realistis dan Berkelanjutan

Keunggulan utama diet holistik terletak pada sifatnya yang fleksibel dan berkelanjutan. Pola ini tidak melarang jenis makanan tertentu secara ekstrem, melainkan mengajarkan proporsi dan keseimbangan. Hal ini membuat diet lebih mudah dijalani dalam jangka panjang dan mengurangi risiko efek samping akibat pembatasan nutrisi.
Para pakar kesehatan menilai bahwa diet terbaik bukanlah yang paling populer, tetapi yang paling sesuai dengan kondisi tubuh dan dapat dijalankan secara konsisten. Dengan pendekatan holistik, tujuan diet tidak hanya tercapai secara fisik, tetapi juga membantu meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Diet holistik menjadi wajah baru gaya hidup sehat di 2026. Fokus pada keseimbangan nutrisi, kesehatan pencernaan, serta kebiasaan hidup yang mendukung menjadikan diet tidak lagi sekadar program jangka pendek. Dengan pendekatan ini, masyarakat didorong untuk tidak hanya “tampil sehat”, tetapi benar-benar hidup lebih sehat dan berkualitas. (ger)













