Kanal24, Malang – Persaingan global pendidikan tinggi mendorong perguruan tinggi untuk tidak hanya meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga membuka akses internasional yang lebih luas bagi mahasiswa. Program joint degree dan double degree menjadi salah satu strategi kunci untuk memperkuat daya saing lulusan pascasarjana di tingkat global.
Merespons tantangan tersebut, Pascasarjana Universitas Brawijaya menggelar Seminar for Graduate School: Driving Global Competitiveness in Graduate Education Through Joint/Double Degree Program di Gedung Algoritma FILKOM UB, Senin (2/2/2026).
Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP., menjelaskan bahwa seminar dan workshop ini dirancang untuk menyerap berbagai perspektif kebijakan sekaligus praktik terbaik pengelolaan joint dan double degree, baik dari dalam maupun luar negeri. Sejumlah pemangku kepentingan dihadirkan sebagai narasumber, mulai dari kementerian, Direktorat Belmawa, LPDP, hingga mitra internasional dari Malaysia dan Taiwan.
āDari forum ini, UB ingin mengakselerasi kebijakan pengembangan pascasarjana melalui joint dan double degree, baik penguatan program yang sudah ada maupun perintisan program baru,ā ujar Prof. Imam.

Ia menambahkan, skema joint dan double degree memberikan fleksibilitas akademik sekaligus nilai tambah kompetitif bagi mahasiswa pascasarjana. Mahasiswa tidak hanya berkesempatan belajar di luar negeri, tetapi juga memperoleh pengakuan akademik lintas institusi.
āMelalui double degree, mahasiswa bisa memperoleh dua gelar. Ini akan membuat lulusan kita jauh lebih kompetitif di tingkat global,ā tegasnya.
Salah satu kerja sama yang menjadi sorotan adalah dengan Universiti Putra Malaysia (UPM). Dalam skema ini, mahasiswa UB tetap membayar UKT di UB tanpa harus membayar biaya pendidikan di UPM, namun tetap memperoleh dua ijazah.

Ketua Pelaksana kegiatan sekaligus Wakil Direktur I Pascasarjana UB, Dr. Aji Setyanto, M.Litt., menyampaikan bahwa seminar ini diikuti tidak hanya oleh civitas akademika UB, tetapi juga pimpinan pascasarjana dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini dirancang dua hari, dengan seminar sebagai penguatan konseptual dan workshop sebagai tindak lanjut teknis.
āWorkshop kami fokuskan pada langkah-langkah nyata, mulai dari strategi kerja sama hingga penyusunan dokumen perencanaan joint dan double degree yang siap diimplementasikan,ā jelas Dr. Aji.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya terkoordinasi untuk seluruh pascasarjana di lingkungan UB, baik yang berada di Sekolah Pascasarjana maupun di fakultas-fakultas.
Saat ini, Sekolah Pascasarjana UB telah memiliki dua program double degree yang telah berjalan selama dua tahun. Melalui seminar dan workshop ini, UB menargetkan percepatan implementasi kerja sama serupa di lebih banyak program studi.
Melalui penguatan joint dan double degree, Universitas Brawijaya menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pascasarjana yang berdaya saing global, sekaligus memperluas peluang mahasiswa untuk berkiprah di tingkat internasional. (Din/Wan)













