Kanal24, Malang – Kota Malang mencatatkan deflasi pada awal tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang melaporkan, pada Januari 2026 terjadi deflasi sebesar 0,10 persen secara month-to-month (m-to-m) dan deflasi 0,10 persen secara year-to-date (y-to-d). Sementara itu, inflasi secara year-on-year (y-o-y) tercatat sebesar 3,33 persen.
Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Kota Malang, Dwi Handayani, M.AP, menjelaskan, deflasi pada Januari 2026 terutama dipengaruhi oleh penurunan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
“Deflasi bulan Januari 2026 di Kota Malang terutama disumbang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,34 persen. Penurunan harga sejumlah komoditas pangan terjadi karena meningkatnya pasokan di tengah panen raya,” ujar Dwi dalam Siaran Pers (2/2/2026).
BPS mencatat, beberapa komoditas utama penyumbang deflasi antara lain cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang merah. Penurunan harga komoditas hortikultura tersebut dinilai cukup signifikan sehingga mampu menahan laju inflasi di awal tahun.
Secara regional, Kota Malang termasuk dalam sepuluh kabupaten/kota di Jawa Timur yang mengalami deflasi pada Januari 2026. Meski demikian, Umar menegaskan bahwa kondisi ini perlu dicermati secara berimbang, mengingat deflasi tidak selalu berdampak positif bagi seluruh sektor ekonomi.
“Deflasi memang menguntungkan konsumen dalam jangka pendek, namun tetap perlu dijaga agar tidak menekan pendapatan petani dan pelaku usaha di sektor pangan,” jelasnya.
Di sisi lain, BPS juga mencatat adanya tekanan inflasi dari komoditas non-pangan. Kenaikan harga emas perhiasan menjadi salah satu penyumbang inflasi, seiring tren kenaikan harga emas global sepanjang Januari 2026.
Dengan kondisi tersebut, BPS menilai stabilitas harga di Kota Malang masih relatif terjaga. Pemerintah daerah diharapkan dapat terus memperkuat koordinasi pengendalian inflasi, khususnya dalam menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan pangan strategis di tengah dinamika musiman awal tahun.(Din)














