Kanal24, Malang – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya mengawali tahun 2026 dengan menggelar Sosialisasi Budaya Kerja serta Penandatanganan Pakta Integritas, Maklumat Layanan, dan Komitmen Bersama. Kegiatan ini berlangsung di lantai tujuh Gedung FISIP UB dan menjadi agenda strategis dalam penguatan tata kelola serta integritas kelembagaan.
Dekan FISIP UB, Dr. Ahmad Imron Rozuli, SE., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan pijakan awal untuk membangun fondasi yang kuat dalam mendorong perubahan di lingkungan fakultas. Menurutnya, transformasi budaya organisasi menjadi budaya kerja perlu diwujudkan secara nyata, terutama melalui nilai integritas dan perilaku keseharian dalam layanan.
āIni menjadi pilar awal untuk kemudian kita bangun fondasi yang kuat. Bagaimana kita mendorong perubahan, mentransformasikan budaya organisasi menjadi budaya kerja, yang turunannya pada nilai integritas dan perilaku keseharian dalam layanan,ā ujarnya.

Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan kepada pengguna menjadi bagian penting dari proses tersebut. Lebih jauh, kegiatan ini juga dimaknai sebagai ruang akselerasi bersama bagi seluruh civitas akademika, baik dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa, agar tercipta sinergi dan gerak bersama dalam mendorong perubahan.
FISIP UB, lanjutnya, telah menyiapkan langkah konkret untuk memastikan komitmen tersebut berjalan berkelanjutan. Saat ini, fakultas tengah menyusun payung kebijakan yang didukung oleh tim reformasi birokrasi, agen perubahan, serta tim zona integritas di tingkat fakultas. Kebijakan tersebut nantinya akan diperkuat dengan peraturan dekan dan rencana aksi yang jelas.
āRencana aksi ini menjadi panduan atau guidance untuk memandu arah yang ingin dituju, termasuk pengelolaan sumber daya dan pembentukan kader perubahan, agar sasaran dan tujuan yang diharapkan bisa tercapai,ā jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Dekan FISIP UB menekankan pentingnya komitmen yang lahir dari kesadaran bersama, bukan sekadar formalitas. Menurutnya, penandatanganan pakta integritas harus diwujudkan dalam implementasi nyata di setiap lini aktivitas akademik dan layanan.
āKomitmen itu harus diwujudkan dalam implementasi. Tidak hanya sekadar tanda tangan, tetapi komitmen dari hati, agar seluruh pihak dapat mendayagunakan sumber dayanya untuk membangun FISIP dan Universitas Brawijaya yang lebih baik,ā pungkasnya.(Din/Awn)














