Kanal24, Malang – Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) menegaskan komitmennya dalam memperkuat atmosfer akademik global melalui penyelenggaraan Brawijaya Summer Initiative on SDGs (BASIS) 2025 atau LARAS 2026 yang mengusung tema “Enhancing Global Legal Awareness for Sustainable and Inclusive Society”. Program ini disampaikan oleh Dekan FH UB, Dr. Aan Eko Widiarto, S.H., M.Hum., dalam kegiatan yang digelar pada Kamis (2/2/2026) di Ballroom Gedung B FH UB, Malang, dan diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.
Dr. Aan menjelaskan bahwa LARAS 2026 merupakan program strategis untuk membuka perspektif bersama di bidang hukum, hak asasi manusia, dan pembangunan berkelanjutan dengan melibatkan mahasiswa internasional dari berbagai negara.
Baca juga:
Riset UB Ungkap Ancaman Mikroplastik Sungai Brantas

Membangun Perspektif Global di Bidang Hukum
Menurut Dr. Aan, kehadiran mahasiswa asing, baik yang sedang menempuh studi di Indonesia maupun yang datang langsung dari negaranya, diharapkan dapat menciptakan interaksi akademik yang sehat dan kolaboratif. Interaksi tersebut tidak hanya melibatkan mahasiswa, tetapi juga dosen, fasilitas akademik, serta lingkungan kampus FH UB.
“Yang kita harapkan adalah terbentuknya atmosfer akademik yang global, sehingga perspektif tentang Indonesia—baik dari sisi keilmuan, budaya, maupun kekayaan alam—dapat dikenal lebih luas,” ujarnya.
Internasionalisasi FH UB Berbasis SDGs
Program LARAS 2026 juga dirancang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin 5, 8, 10, dan 16. Melalui pendekatan ini, FH UB tidak hanya memperkenalkan sistem hukum Indonesia, tetapi juga menempatkan isu HAM dan pembangunan berkelanjutan sebagai bagian penting dari diskursus akademik global.
Dr. Aan menambahkan, kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat kerja sama internasional yang telah dibangun FH UB dengan berbagai institusi luar negeri.
Peran IRO dalam Penguatan Kerja Sama
Ketua International Relations Office (IRO) FH UB, Ranitya Ganindha, S.H., M.H., menyampaikan bahwa LARAS 2026 merupakan bagian dari program inbound FH UB yang secara rutin digelar, seperti summer school dan short course. Tahun ini, program tersebut mendapat dukungan pendanaan dari skema World Class University (WCU).
“Peserta LARAS berasal dari 42 negara karena program ini dibuka untuk umum, tidak terbatas pada mitra tertentu. Ini menjadi kesempatan besar untuk mempromosikan FH UB dan Universitas Brawijaya di kancah internasional,” jelasnya.
FH UB berharap LARAS tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, tetapi berkembang menjadi rangkaian kegiatan akademik berskala internasional, seperti seminar global, kompetisi internasional, hingga peluang joint degree dan double degree.
“Keberlanjutan program ini penting agar generasi mahasiswa berikutnya tetap bisa merasakan manfaat dari atmosfer akademik global yang kami bangun,” pungkas Dr. Aan. (nid/qrn)














