Kanal24, Malang – Program Brawijaya Summer Initiative on SDGs(BASIS) 2025 atau LARAS 2026 menjadi ruang pertemuan mahasiswa lintas negara untuk berbagi perspektif, budaya, dan gagasan global. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Brawijaya pada Kamis (2/2/2026) di Ballroom Gedung B FH UB ini menghadirkan peserta dari berbagai latar belakang negara dan disiplin ilmu.
Sejumlah mahasiswa internasional menyampaikan antusiasme mereka terhadap program yang mengangkat isu hukum, hak asasi manusia, dan pembangunan berkelanjutan tersebut.
Baca juga:
Booth Agroindustri Perkenalkan Pembelajaran Terapan FTAB UB

Antusiasme Peserta Multinasional
Busra, mahasiswa Farmasi Universitas Syiah Kuala asal Aceh, mengaku sangat mengapresiasi kesempatan yang diberikan melalui program ini. Ia merasa LARAS membuka peluang besar untuk bertemu banyak orang dari latar belakang berbeda.
āProgram ini sangat membantu dan menyenangkan. Saya berharap bisa mendapatkan teman baru, belajar tentang budaya Malang, dan membuka kesempatan mengikuti program internasional lainnya,ā ungkapnya.
Pertukaran Budaya dan Gagasan Global
Marines Patrick, mahasiswa doktoral Ekonomi Universitas Diponegoro asal Tanzania, menilai LARAS sebagai platform yang menarik untuk bertukar ide dengan peserta dari berbagai negara.
āSaya sangat tertarik dengan topik SDGs. Program ini memberi kesempatan belajar dari para ahli di bidang hukum dan pembangunan berkelanjutan,ā ujarnya.
Hal serupa disampaikan Danisu, mahasiswa Universitas Sebelas Maret asal Myanmar, yang menilai program ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga pengalaman budaya, termasuk kunjungan wisata dan pengenalan lingkungan kampus.
Membangun Jejaring dan Harapan Masa Depan
Naziruf, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta asal Tajikistan, mengaku terkesan dengan atmosfer kampus Universitas Brawijaya. Ia bahkan berharap adiknya kelak dapat melanjutkan studi di FH UB.
Sementara itu, Masyudi Yusuf, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik asal Comoros, menilai program ini sebagai pengalaman pertamanya yang berkesan dalam forum internasional. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi pengembangan pendidikan di negaranya.
LARAS sebagai Pengalaman Berkesan
Luca, mahasiswa Teknologi Informasi Universitas Negeri Yogyakarta asal Madagaskar, menutup dengan kesan positif terhadap penyelenggaraan program.
āSaya sangat bersyukur dan senang bisa mengikuti program ini. Saya berharap hubungan dan koneksi yang terbangun di sini bisa berlangsung dalam jangka panjang,ā katanya.
Melalui LARAS 2026, FH UB tidak hanya menghadirkan forum akademik, tetapi juga ruang kolaborasi global yang mempertemukan mahasiswa dunia dalam semangat keberlanjutan dan inklusivitas. (nid/qrn)














