Kanal24, Malang – PT Bank Syariah Nasional (BSN) terus mempertegas arah transformasinya sebagai bank yang berfokus pada penguatan ekosistem perumahan nasional. Melalui strategi bisnis yang terintegrasi, BSN menyatakan komitmennya untuk menjadi bank utama bagi para developer, khususnya dalam mendukung pembiayaan perumahan berbasis prinsip syariah. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor properti yang berkelanjutan.
Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor menyampaikan bahwa fokus BSN tidak hanya sebatas penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR), tetapi juga mencakup pembiayaan dari sisi hulu hingga hilir. Mulai dari pembiayaan lahan, konstruksi, hingga pembiayaan kepemilikan rumah bagi konsumen akhir. Menurutnya, pendekatan menyeluruh ini diperlukan agar developer dapat menjalankan proyek perumahan dengan lebih sehat dan berkesinambungan.
Baca juga:
Kemenkeu Nilai Tekanan Inflasi Awal 2026 Bersifat Sementara
Sebagai bank syariah yang baru beroperasi secara penuh sejak akhir 2025, BSN mencatatkan kinerja yang cukup positif. Sepanjang tahun pertama operasionalnya, pertumbuhan aset dan pembiayaan menunjukkan tren yang meningkat signifikan. Hal ini menjadi fondasi penting bagi BSN untuk memperluas peran strategisnya di sektor properti, khususnya dalam mendukung penyediaan hunian bagi masyarakat.
Dalam rangka mendukung developer, BSN menghadirkan sejumlah produk pembiayaan khusus yang dirancang sesuai kebutuhan industri properti. Produk tersebut mencakup pembiayaan konstruksi, modal kerja berbasis akad syariah, hingga skema pembiayaan kepemilikan rumah yang fleksibel bagi konsumen. Skema pembiayaan ini diharapkan dapat membantu developer menjaga arus kas proyek sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat terhadap hunian.
Selain fokus pada pengembang, BSN juga tetap memberikan perhatian besar terhadap pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui penyaluran KPR subsidi. Pada tahun 2026, BSN menargetkan penyaluran puluhan ribu unit rumah subsidi sebagai bagian dari dukungan terhadap program perumahan nasional. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan angka backlog perumahan yang masih tinggi.
Tidak hanya itu, BSN juga memperkuat daya saing melalui inovasi produk dan layanan berbasis digital. Bank ini tengah menyiapkan pengembangan aplikasi perbankan digital berbasis syariah yang dirancang untuk memudahkan transaksi nasabah, termasuk developer dan pembeli rumah. Digitalisasi layanan diharapkan mampu mempercepat proses pembiayaan, meningkatkan transparansi, serta memperluas jangkauan layanan ke berbagai daerah.
Dalam konteks industri, kehadiran BSN sebagai bank yang fokus pada developer dinilai dapat memberikan warna baru dalam pembiayaan properti syariah. Selama ini, pembiayaan perumahan syariah kerap terfokus pada konsumen akhir, sementara kebutuhan pembiayaan pengembang belum sepenuhnya terlayani secara optimal. Dengan strategi end-to-end, BSN berupaya mengisi celah tersebut.
Langkah BSN ini juga dinilai strategis di tengah kebutuhan perumahan yang terus meningkat setiap tahun. Pertumbuhan penduduk, urbanisasi, serta kebutuhan hunian layak menjadikan sektor properti sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional. Dengan dukungan pembiayaan yang tepat, sektor ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Ke depan, BSN menargetkan penguatan kemitraan dengan berbagai asosiasi developer serta pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem perumahan yang sehat, inklusif, dan sesuai dengan prinsip syariah. Dengan strategi tersebut, BSN optimistis dapat mengambil peran penting sebagai mitra keuangan utama bagi developer sekaligus mendorong pemerataan akses hunian bagi masyarakat Indonesia. (nid)














