Kanal24, Malang – Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) menggelar Sekolah Aktivis dan Rapat Kerja Pengurus Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya 2026 sebagai upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan mahasiswa dan membangun fondasi organisasi yang berkelanjutan.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa UB, Dr. Setiawan Noerdajasakti, S.H., M.H., menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam membekali aktivis mahasiswa agar siap memimpin lembaga kemahasiswaan selama satu periode ke depan. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Kamis (05/02/2026), bertempat di Hall Rudi Margono & Didik Farkhan Lantai 10 Gedung C FH UB, dan digelar oleh Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.
Baca juga:
FISIP UB Awali 2026 dengan Penguatan Budaya Kerja dan Pakta Integritas

Fondasi Kepemimpinan bagi Aktivis Mahasiswa
Dr. Setiawan menegaskan bahwa Sekolah Aktivis menjadi ruang awal penanaman nilai kepemimpinan bagi mahasiswa. Menurutnya, aktivis kemahasiswaan perlu dipersiapkan sejak dini agar mampu menjalankan organisasi secara efektif.
āIni merupakan penanaman fondasi-fondasi yang kuat bagi mereka kalau nanti sudah menjadi pemimpin. Bagaimana mereka bekerja sama, memimpin, dan memanajemen emosi ketika berhadapan dengan orang banyak, itu harus dipersiapkan mulai sekarang,ā ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis karena tidak hanya berorientasi pada program kerja, tetapi juga pada pembentukan karakter pemimpin mahasiswa yang matang dan bertanggung jawab.
Hard Skill dan Soft Skill sebagai Bekal Mahasiswa
Lebih lanjut, Dr. Setiawan menjelaskan bahwa Universitas Brawijaya menanamkan dua keahlian utama kepada mahasiswa, yakni hard skill dan soft skill. Hard skill diperoleh melalui perkuliahan dan penguasaan ilmu, sementara soft skill dibangun melalui aktivitas organisasi kemahasiswaan.
āSoft skill itu ditanamkan melalui sarana berkegiatan di lembaga-lembaga kemahasiswaan. Di situlah mahasiswa belajar memimpin, berkomunikasi, dan mengelola organisasi,ā jelasnya.
Ia juga mengajak mahasiswa Fakultas Hukum untuk memanfaatkan beragam organisasi kemahasiswaan yang tersedia sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan diri.

Dukungan Fakultas dalam Pembinaan Ormawa
Dekan Fakultas Hukum UB, Dr. Aan Eko Widiarto, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa fakultas memiliki tanggung jawab dalam membina mahasiswa dari sisi akademik maupun nonakademik.
āMahasiswa boleh pintar secara keilmuan, tetapi kalau tidak memiliki leadership, itu akan menjadi kekurangan. Karena di dunia kerja, soft skill dan kepemimpinan itu sama pentingnya dengan hard skill,ā tuturnya.
Ia menegaskan bahwa FH UB memberikan dukungan program, fasilitas, dan anggaran bagi kegiatan kemahasiswaan, meski bersifat supporting agar mahasiswa tetap belajar mandiri dan kreatif.
Target Capaian Jangka Pendek dan Panjang
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa FH UB, Dr. Muktiono, S.H., M.Phil., menjelaskan bahwa Sekolah Aktivis dirancang untuk membekali pengurus Ormawa dengan kompetensi etika, tata kelola organisasi, dan perencanaan program kerja.
āTargetnya, setelah kepengurusan terbentuk secara lengkap, organisasi mahasiswa bisa menjalankan seluruh programnya dengan baik dan selaras dengan target fakultas maupun universitas,ā ungkapnya.
Ia berharap kegiatan ini mampu melahirkan mahasiswa yang tangguh secara mental, berprestasi, dan kompetitif sebagai lulusan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. (nid/cay)













