Kanal24, Malang – Pertumbuhan ekonomi nasional terus menunjukkan dampak positif terhadap pasar tenaga kerja di Indonesia. Sepanjang periode pemulihan dan penguatan ekonomi, tercatat sekitar 1,3 juta lapangan kerja baru berhasil tercipta, seiring meningkatnya aktivitas produksi, investasi, serta konsumsi masyarakat. Capaian ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka makro, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi penyerapan tenaga kerja.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjaga berkontribusi signifikan terhadap penciptaan kesempatan kerja. Menurutnya, stabilitas ekonomi menjadi fondasi utama agar sektor usaha dapat berkembang dan menyerap tenaga kerja secara berkelanjutan. āPertumbuhan ekonomi yang konsisten mampu menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat daya beli masyarakat,ā ujar Airlangga dalam keterangannya.
Baca juga:
Teknologi AI Dorong Efisiensi dan Keandalan Industri Nasional
Ia menegaskan, penciptaan lapangan kerja menjadi salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan ekonomi. Dengan semakin banyak masyarakat yang bekerja, konsumsi rumah tangga ikut meningkat dan mendorong perputaran ekonomi di berbagai sektor. Kondisi tersebut juga berperan penting dalam menjaga stabilitas sosial serta mengurangi tingkat pengangguran.
Sejumlah sektor tercatat memberikan kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja. Sektor pertanian masih menjadi penopang utama, terutama di wilayah pedesaan, dengan menyerap jutaan tenaga kerja dan menjadi tumpuan ekonomi masyarakat. Selain itu, sektor perdagangan, industri pengolahan, serta jasa juga menunjukkan peningkatan serapan tenaga kerja seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan permintaan pasar.
Airlangga menyebut bahwa sektor industri dan perdagangan memiliki peran strategis dalam mendorong penciptaan lapangan kerja bernilai tambah. āIndustri manufaktur dan sektor jasa menjadi penggerak penting karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sekaligus meningkatkan produktivitas nasional,ā katanya. Ia menambahkan, penguatan sektor-sektor tersebut terus menjadi fokus pemerintah melalui berbagai kebijakan insentif dan kemudahan investasi.
Meski demikian, pemerintah mengakui masih terdapat tantangan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan pasar tenaga kerja. Setiap tahun, jutaan penduduk usia produktif baru memasuki pasar kerja, sehingga penciptaan lapangan kerja harus terus ditingkatkan agar mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja. Tantangan lainnya adalah memastikan lapangan kerja yang tercipta memiliki kualitas dan perlindungan yang memadai.
Dalam konteks tersebut, pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan vokasi, serta program peningkatan keterampilan. Langkah ini dinilai penting agar tenaga kerja Indonesia mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri, termasuk perkembangan teknologi dan digitalisasi. āKunci ke depan bukan hanya menciptakan pekerjaan, tetapi juga menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing,ā ujar Airlangga.
Selain peningkatan kualitas tenaga kerja, pemerintah juga mengandalkan percepatan investasi sebagai motor penciptaan lapangan kerja. Masuknya investasi baru diharapkan mampu membuka peluang kerja di berbagai daerah, sekaligus mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah. Dengan iklim usaha yang kondusif, sektor swasta diharapkan dapat berperan lebih besar dalam menyerap tenaga kerja.
Ke depan, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi yang inklusif akan terus mendorong penciptaan lapangan kerja secara berkelanjutan. Sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil dinilai menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperluas kesempatan kerja. āSelama pertumbuhan ekonomi terjaga dan investasi terus mengalir, kami yakin penciptaan lapangan kerja akan terus meningkat,ā tutup Airlangga.
Dengan capaian 1,3 juta lapangan kerja baru tersebut, perekonomian Indonesia diharapkan semakin kokoh dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjadi fondasi kuat menuju pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang lebih inklusif. (nid)














